PENDAHULUAN

1. Konteks Penelitian

Supervisi kinerja guru merupakan proses pembinaan profesional yang dilakukan secara sistematis, terencana, dan berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Menurut Glickman, supervisi adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk membantu guru mengembangkan kemampuannya dalam mengelola proses belajar mengajar secara efektif. Supervisi tidak hanya menilai, tetapi juga membina, mendampingi, dan mengembangkan kompetensi guru agar pembelajaran berjalan sesuai standar mutu pendidikan. Selain itu, Depdiknas menegaskan bahwa tujuan utama supervisi adalah meningkatkan kemampuan profesional guru melalui bimbingan, observasi, dan umpan balik konstruktif. Dengan demikian, supervisi kinerja guru menjadi instrumen strategis dalam peningkatan mutu pembelajaran.

Secara fenomenologis, sekolah-sekolah menengah di Indonesia, termasuk SMAS Islam Nurul Latif Kerang Sukosari Bondowoso, menghadapi dinamika pembelajaran yang semakin kompleks: kebutuhan perangkat ajar yang sesuai kurikulum terbaru, penggunaan media digital, serta tuntutan peningkatan kemampuan pedagogik guru. Realitas di lapangan sering menunjukkan bahwa tidak semua guru mampu memenuhi standar kinerja yang diharapkan, baik dalam perencanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, maupun evaluasi hasil belajar. Supervisi kemudian menjadi sarana untuk menjembatani kesenjangan antara kondisi ideal dengan praktik nyata dalam proses pembelajaran. Pendekatan pembinaan yang kolaboratif membantu guru menghadapi tantangan tersebut secara lebih terarah dan profesional.

Landasan yuridis pelaksanaan supervisi pendidikan merujuk pada berbagai regulasi nasional. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidik harus memiliki kompetensi dan kemampuan profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Selain itu, PP Nomor 19 Tahun 2017 tentang Guru menegaskan bahwa kepala sekolah bertugas melakukan supervisi akademik terhadap guru. Secara lebih teknis, Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru dan Kepala Sekolah menjelaskan bahwa kepala sekolah wajib melaksanakan supervisi akademik sekurang-kurangnya dua kali dalam satu tahun. Dengan demikian, supervisi bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan kewajiban legal dan profesional yang harus dilaksanakan oleh satuan pendidikan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa supervisi efektif berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Studi oleh Suryadi (2019) menemukan bahwa supervisi akademik berdampak positif pada peningkatan kemampuan pedagogik dan profesional guru di sekolah menengah. Penelitian lain oleh Rohman (2020) menunjukkan bahwa supervisi klinis meningkatkan kreativitas guru dalam penggunaan metode pembelajaran dan media ajar. Temuan empiris tersebut relevan dengan kondisi SMAS Islam Nurul Latif, di mana peningkatan mutu pembelajaran memerlukan pendekatan supervisi yang terstruktur dan berkesinambungan.

Kajian terdahulu umumnya membahas dua fokus utama: (1) efektivitas supervisi dalam meningkatkan kompetensi guru, dan (2) pengaruh supervisi terhadap kualitas pembelajaran. Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya berfokus pada sekolah negeri atau madrasah, sehingga konteks sekolah swasta berbasis keagamaan seperti SMAS Islam Nurul Latif masih relatif kurang mendapatkan perhatian. Selain itu, penelitian terdahulu jarang mengeksplorasi implementasi supervisi pada konteks desa dengan keterbatasan sarana pendukung pembelajaran.

Terdapat beberapa celah (gap) yang mendasari pentingnya penelitian ini Yakni : Pertama, Minimnya penelitian tentang supervisi kinerja guru di sekolah swasta Islam di daerah pedesaan seperti SMAS Islam Nurul Latif. Kedua, Penelitian sebelumnya lebih banyak menilai efektivitas supervisi, tetapi kurang membahas bagaimana supervisi benar-benar diimplementasikan secara teknis dan praktis. Ketiga, Masih terbatas kajian yang menyoroti perpaduan supervisi akademik, administratif, dan klinis dalam satu model implementasi yang komprehensif pada konteks sekolah kecil.

Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya menghadirkan deskripsi implementasi supervisi yang bersifat holistik, meliputi supervisi akademik, administratif, dan klinis, di lingkungan sekolah Islam swasta pedesaan. Penelitian ini juga menyajikan model supervisi yang kontekstual dengan mempertimbangkan budaya sekolah, keterbatasan sarana, serta karakteristik guru di SMAI Nurul Latif. Selain itu, penelitian ini menawarkan rumusan pembinaan guru berbasis kebutuhan nyata (need-based supervision), yang relatif jarang diangkat dalam penelitian terdahulu dan menjadi kontribusi penting dalam pengembangan praktik supervisi pada konteks pendidikan yang memiliki dinamika tersendiri.

Urgensi penelitian ini didasarkan pada pentingnya profesionalisme guru sebagai faktor penentu kualitas pembelajaran, di mana supervisi menjadi instrumen pembinaan yang paling strategis untuk meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan. SMAS Islam Nurul Latif sebagai sekolah Islam swasta di wilayah pedesaan membutuhkan strategi pembinaan yang efektif agar tetap mampu bersaing dan relevan dengan tuntutan kualitas pendidikan modern. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan praktis bagi kepala sekolah, guru, dan pemangku kebijakan dalam menerapkan supervisi yang terukur serta berkelanjutan, sekaligus memperkaya literatur supervisi pendidikan pada konteks sekolah swasta pedesaan yang selama ini masih jarang dikaji

Kerangka Teori

INPUT

(Kebutuhan Guru + Konteks Sekolah)

↓

INTEGRATED SUPERVISION PROCESS

| Administratif → Akademik → Klinis |

↓

Pendekatan:

(Need-Based + Kolaboratif + Kontekstual)

↓

OUTPUT

(Peningkatan Kompetensi Guru)

↓

OUTCOME

(Mutu Pendidikan Meningkat Sesuai dengan Tuntutan Modern)

Penelitian ini menghadirkan kebaruan dalam bentuk pengembangan Model Integrasi Supervisi Kinerja Guru berbasis kebutuhan (Need-Based Integrated Supervision Model) yang menggabungkan supervisi akademik, administratif, dan klinis dalam satu kerangka teoritis yang holistik. Model ini tidak hanya menekankan aspek evaluatif, tetapi juga pembinaan profesional guru secara berkelanjutan melalui pendekatan kolaboratif dan kontekstual sesuai karakteristik sekolah swasta Islam di wilayah pedesaan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya mengisi kesenjangan teoritis, tetapi juga memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan model supervisi yang lebih adaptif dan aplikatif.

2. Fokus Penelitian

1. Bagaimana implementasi supervisi kinerja guru di SMAS Islam Nurul Latif, Kerang, Sukosari, Bondowoso dalam aspek supervisi akademik, administratif, dan klinis ?

2. Bagaimana kontribusi pelaksanaan supervisi kinerja guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMAS Islam Nurul Latif, Kerang, Sukosari, Bondowoso ?

3. Tujuan Penelitian

1. Menganalisis implementasi supervisi kinerja guru di SMAS Islam Nurul Latif, Kerang, Sukosari, Bondowoso dalam aspek supervisi akademik, administratif, dan klinis

2. Menganalisis kontribusi pelaksanaan supervisi kinerja guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMAS Islam Nurul Latif, Kerang, Sukosari, Bondowoso?

4. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoretis

Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian ilmiah mengenai supervisi kinerja guru, khususnya yang berkaitan dengan implementasi supervisi akademik, administratif, dan klinis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Temuan penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam pengembangan teori supervisi pendidikan yang lebih kontekstual, terutama pada sekolah Islam swasta di wilayah pedesaan. Selain itu, penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan model supervisi berbasis kebutuhan nyata (need-based supervision) yang masih jarang diangkat dalam penelitian sebelumnya.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Kepala Sekolah

Penelitian ini memberikan gambaran nyata tentang strategi supervisi yang efektif dan dapat diterapkan untuk meningkatkan kinerja guru. Hasil penelitian dapat menjadi dasar dalam merancang program supervisi yang lebih terarah, terstruktur, dan berkelanjutan di SMAS Islam Nurul Latif.

b. Bagi Guru

Penelitian ini bermanfaat dalam membantu guru memahami pentingnya supervisi sebagai sarana pembinaan profesional. Guru dapat memperoleh wawasan baru tentang cara meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan manajerial melalui umpan balik dan pendampingan yang diberikan dalam proses supervisi.

c. Bagi Sekolah

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara menyeluruh. Sekolah dapat memanfaatkan temuan penelitian untuk memperkuat budaya kerja kolaboratif, meningkatkan efektivitas manajemen pendidikan, dan merancang kebijakan pembinaan guru yang sesuai kebutuhan.

d. Bagi Pengambil Kebijakan Pendidikan

Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pengawas sekolah, dinas pendidikan, maupun lembaga yayasan dalam merumuskan kebijakan supervisi yang lebih tepat sasaran, terutama bagi sekolah-sekolah Islam swasta di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan sarana dan sumber daya.

3. Manfaat bagi Peneliti Selanjutnya

Penelitian ini dapat menjadi pijakan awal bagi peneliti lain yang ingin mendalami praktik supervisi pendidikan pada konteks sekolah swasta, pendidikan Islam, maupun sekolah pedesaan. Temuan dan rekomendasi dalam penelitian ini dapat memperkaya variasi penelitian lanjutan serta membuka peluang eksplorasi pada aspek-aspek supervisi yang lebih spesifik.

5. Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini difokuskan pada implementasi supervisi kinerja guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMAS Islam Nurul Latif, Kerang, Sukosari, Bondowoso. Ruang lingkup penelitian mencakup tiga aspek utama supervisi, yaitu supervisi akademik, supervisi administratif, dan supervisi klinis, yang dilaksanakan oleh kepala sekolah atau pihak yang berwenang di lingkungan sekolah tersebut. Selain itu, penelitian ini memusatkan perhatian pada bagaimana supervisi tersebut direncanakan, dilaksanakan, dan ditindaklanjuti dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran. Ruang lingkup penelitian juga mencakup respon, persepsi, dan pengalaman guru terhadap pelaksanaan supervisi, serta dampak supervisi terhadap perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan pengelolaan kelas. Penelitian ini dilakukan secara kontekstual sesuai kondisi SMAS Islam Nurul Latif sebagai sekolah Islam swasta di wilayah pedesaan, sehingga hasilnya menggambarkan dinamika dan karakteristik sekolah tersebut secara spesifik.

Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Pertama, penelitian hanya dilakukan pada satu lokasi, yaitu SMAS Islam Nurul Latif, sehingga temuan penelitian ini mungkin tidak sepenuhnya dapat digeneralisasikan ke sekolah lain dengan karakteristik berbeda. Kedua, penelitian ini sangat bergantung pada data hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, sehingga kualitas data dipengaruhi oleh keterbukaan informan serta ketepatan waktu pelaksanaan supervisi. Ketiga, penelitian ini memfokuskan pembahasan pada tiga bentuk supervisi (akademik, administratif, klinis), sehingga aspek supervisi lain di luar cakupan tersebut tidak dibahas secara mendalam. Keempat, keterbatasan waktu penelitian menyebabkan peneliti hanya dapat mengamati beberapa siklus supervisi yang sedang berlangsung, sehingga belum sepenuhnya menggambarkan supervisi jangka panjang yang berkelanjutan. Meskipun demikian, keterbatasan tersebut tidak mengurangi relevansi dan signifikansi temuan penelitian dalam menggambarkan implementasi supervisi kinerja guru pada konteks sekolah yang diteliti.

6. Definisi Istilah

1. Implementasi

Implementasi adalah proses pelaksanaan suatu program atau kebijakan yang mencakup langkah-langkah nyata untuk mewujudkan tujuan yang telah direncanakan. Dalam penelitian ini, implementasi dimaknai sebagai pelaksanaan kegiatan supervisi kinerja guru yang dilakukan oleh kepala sekolah atau pihak yang berwenang sesuai prosedur dan strategi supervisi yang telah ditetapkan.

2. Supervisi Kinerja Guru

Supervisi kinerja guru adalah kegiatan pembinaan, pendampingan, dan penilaian yang dilakukan secara sistematis untuk membantu guru meningkatkan kemampuan profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadiannya dalam proses pembelajaran. Supervisi ini meliputi supervisi akademik, administratif, dan klinis yang bertujuan memperbaiki serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas mengajar guru.

3. Kualitas Pembelajaran

Kualitas pembelajaran adalah tingkat keberhasilan proses belajar mengajar yang ditandai dengan keterlibatan aktif peserta didik, penggunaan metode dan media yang tepat, pengelolaan kelas yang efektif, serta pencapaian kompetensi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dalam konteks penelitian ini, kualitas pembelajaran merujuk pada sejauh mana proses pembelajaran di SMAS Islam Nurul Latif mencapai standar mutu yang ditetapkan dan memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa.

4. SMAS Islam Nurul Latif, Kerang, Sukosari, Bondowoso

SMAS Islam Nurul Latif adalah Sekolah Menengah Atas Islam swasta yang berlokasi di Desa Kerang, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso. Dalam penelitian ini, SMAS Islam Nurul Latif menjadi lokasi penelitian yang memiliki karakteristik sekolah pedesaan dengan sumber daya tertentu, serta menjadi konteks spesifik dalam mengkaji implementasi supervisi kinerja guru.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A.Penelitian Terdahulu

1. Suryadi (2019) melakukan penelitian tentang pengaruh supervisi akademik terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru di sekolah menengah. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa supervisi yang dilaksanakan secara terjadwal, terstruktur, dan disertai umpan balik konstruktif mampu meningkatkan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran, mengelola kelas, dan melaksanakan evaluasi.[1] Penelitian ini relevan karena menegaskan hubungan langsung antara supervisi dan peningkatan kualitas pembelajaran.

2. Rohman (2020) meneliti efektivitas supervisi klinis dalam meningkatkan kreativitas guru dalam penggunaan metode pembelajaran. Penelitian ini menemukan bahwa proses pre-conference, observasi kelas, dan post-conference secara signifikan membantu guru melakukan refleksi dan perbaikan pembelajaran. Temuan tersebut relevan bagi penelitian ini karena menunjukkan pentingnya pendekatan klinis dalam pembinaan guru.

3. Mulyani (2018) meneliti implementasi supervisi kepala sekolah pada sekolah swasta di daerah pedesaan. Ia menemukan bahwa keterbatasan sarana, jumlah tenaga pendidik, dan budaya sekolah lokal berpengaruh terhadap model supervisi yang dipilih. Penelitian ini memiliki kedekatan kontekstual dengan SMAS Islam Nurul Latif sebagai sekolah Islam swasta di wilayah pedesaan.

4. Hakim (2021) meneliti hubungan antara supervisi administratif dan kelengkapan perangkat pembelajaran guru di madrasah aliyah. Penelitiannya menunjukkan bahwa supervisi administratif yang intensif meningkatkan kualitas RPP, program semester, jurnal kelas, serta instrumen evaluasi yang digunakan guru. Penelitian ini mendukung bagian supervisi administratif dalam kajian penelitian Anda.

5. Sari & Winarno (2022) meneliti supervisi berbasis kebutuhan (need-based supervision) pada sekolah menengah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa supervisi yang disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan guru jauh lebih efektif dibandingkan supervisi umum yang bersifat seragam. Temuan ini menjadi dasar penting bagi kebaruan penelitian Anda, yang juga menekankan pembinaan guru berbasis kebutuhan nyata.

No

Penulis & Tahun

Judul Penelitian

Hasil Penelitian

Persamaan dengan Penelitian Saat Ini

Perbedaan dengan Penelitian Saat Ini

1

Suryadi (2019)

Pengaruh Supervisi Akademik terhadap Kompetensi Pedagogik Guru

Supervisi terjadwal dan terstruktur dengan umpan balik konstruktif meningkatkan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran, mengelola kelas, dan melakukan evaluasi.

Sama-sama mengkaji supervisi sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.

Fokus penelitian Suryadi hanya pada supervisi akademik, sementara penelitian saat ini mencakup supervisi akademik, administratif, dan klinis secara holistik.

2

Rohman (2020)

Efektivitas Supervisi Klinis dalam Meningkatkan Kreativitas Pembelajaran Guru

Supervisi klinis melalui pre-conference, observasi, dan post-conference meningkatkan refleksi dan kreativitas guru dalam pembelajaran.

Sama-sama menyoroti pentingnya supervisi sebagai pembinaan profesional guru.

Penelitian Rohman hanya menitikberatkan pada supervisi klinis, sementara penelitian saat ini menyusun model supervisi kontekstual yang lebih komprehensif.

3

Mulyani (2018)

Implementasi Supervisi Kepala Sekolah pada Sekolah Swasta Pedesaan

Model supervisi dipengaruhi oleh sarana terbatas, jumlah guru, dan budaya sekolah pedesaan.

Sama-sama berfokus pada konteks sekolah swasta pedesaan.

Penelitian Mulyani tidak meninjau aspek peningkatan kualitas pembelajaran secara langsung, sedangkan penelitian sekarang menghubungkan supervisi dengan kualitas pembelajaran.

4

Hakim (2021)

Supervisi Administratif dan Perangkat Pembelajaran Guru

Supervisi administratif meningkatkan kualitas perangkat pembelajaran, seperti RPP, program semester, dan jurnal kelas.

Sama-sama meneliti peran supervisi dalam peningkatan mutu pembelajaran.

Penelitian Hakim hanya fokus pada supervisi administratif, tidak mengintegrasikan tiga jenis supervisi seperti penelitian saat ini.

5

Sari & Winarno (2022)

Need-Based Supervision dalam Peningkatan Kompetensi Guru

Supervisi berbasis kebutuhan guru lebih efektif dibandingkan supervisi umum yang bersifat seragam.

Sama-sama menekankan supervisi berbasis kebutuhan (kontekstual).

Penelitian Sari & Winarno tidak membahas implementasi supervisi holistik; penelitian sekarang menyusun model supervisi menyeluruh sesuai kondisi SMAS Islam Nurul Latif

Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa supervisi memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi guru, namun masih terdapat sejumlah kesenjangan yang perlu ditangani. Sebagian besar penelitian sebelumnya hanya berfokus pada satu jenis supervisi, seperti supervisi akademik, klinis, atau administratif, sehingga belum memberikan gambaran implementasi supervisi yang holistik. Selain itu, penelitian yang mengangkat konteks sekolah swasta pedesaan masih sangat terbatas, padahal karakteristik sekolah tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap model supervisi yang diterapkan. Pendekatan pembinaan yang digunakan dalam penelitian terdahulu juga cenderung bersifat umum dan belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan nyata setiap guru. Di sisi lain, banyak penelitian hanya menekankan pada peningkatan kompetensi guru tanpa mengaitkannya secara langsung dengan kualitas pembelajaran yang dihasilkan.

Kebaruan penelitian ini terletak pada penyusunan model implementasi supervisi yang lebih komprehensif dengan mengintegrasikan supervisi akademik, administratif, dan klinis dalam satu kerangka kerja yang utuh. Penelitian ini juga menghadirkan model supervisi kontekstual yang mempertimbangkan budaya sekolah, keterbatasan sarana, serta karakteristik guru di SMAS Islam Nurul Latif, sebagai sekolah Islam swasta di wilayah pedesaan. Selain itu, penelitian ini mengembangkan pembinaan guru berbasis kebutuhan nyata (need-based supervision), yang selama ini jarang diterapkan dalam penelitian-penelitian sebelumnya. Secara keseluruhan, penelitian ini bukan hanya memberikan deskripsi implementasi supervisi, tetapi juga menunjukkan relevansinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, sehingga memberikan kontribusi ilmiah dan praktis yang lebih signifikan.

B.Kajian Teori

1. Supervisi Akademik

Supervisi akademik adalah proses membimbing, memantau, dan menilai kemajuan profesional guru serta proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan optimal, termasuk pengembangan keterampilan mengajar, pengelolaan kelas, dan evaluasi hasil belajar siswa. Kegiatan ini mencakup observasi kelas, bimbingan strategi pengajaran, dan umpan balik untuk memastikan pembelajaran berjalan efektif sesuai. Supervisi akademik ini dilakukan oleh seorang supervisor yang bertujuan untuk membantu pengajaran dan proses belajar mengajar agar lebih efektif, efisien, dan bermutu. (Karwati., 2019)

Tujuan utama dari supervisi akademik:

* Meningkatkan kualitas pengajaran: Supervisi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru atau pengajar dalam menyampaikan materi pelajaran dengan cara yang lebih efektif.

* Mengembangkan kurikulum: Supervisi akademik juga terlibat dalam pengembangan kurikulum dan metode pengajaran yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

* Mendukung profesi pendidikan: Dengan adanya supervisi akademik, guru atau pengajar dapat mendapatkan umpan balik untuk memperbaiki cara mengajar dan meningkatkan profesionalisme mereka.

Jenis-jenis supervisi akademik:

* Supervisi instruksional: Fokus pada peningkatan kemampuan mengajar guru.

* Supervisi pedagogis: Berhubungan dengan teknik-teknik pembelajaran yang efektif dan inovatif.

2. Supervisi Administrasi

Supervisi administrasi menekankan pengamatan pada aspek administratif sekolah, seperti kepatuhan terhadap prosedur operasional, pengelolaan dokumen, jadwal pelajaran, dan penggunaan fasilitas agar mendukung kelancaran kegiatan pendidikan secara keseluruhan. Jenis ini bertujuan memastikan semua elemen non-akademik berfungsi dengan baik untuk menghindari hambatan dalam proses belajar mengajar serta digunakan untuk menjalankan proses pendidikan dengan tertib dan terorganisir.(Karwati., 2019)

Tujuan utama dari supervisi administrasi:

* Memastikan kelancaran operasional lembaga pendidikan: Supervisi administrasi membantu memastikan bahwa semua aspek administrasi, seperti pengelolaan keuangan, jadwal, dokumen, dan pelaporan berjalan dengan baik.

* Peningkatan efektivitas manajerial: Supervisi ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan manajerial para kepala sekolah, administrator, atau pimpinan lainnya dalam mengelola sumber daya pendidikan.

* Kepatuhan terhadap kebijakan dan peraturan: Supervisi administrasi juga memastikan bahwa kegiatan pendidikan sesuai dengan peraturan dan kebijakan yang berlaku.

Aspek yang diawasi dalam supervisi administrasi:

* Pengelolaan anggaran

* Proses perekrutan dan pengembangan staf

* Pengelolaan data siswa dan informasi pendidikan lainnya

3. Supervisi Klinis

Supervisi klinis merupakan bimbingan intensif berbasis observasi langsung dan analisis data objektif terhadap penampilan mengajar guru, guna mengembangkan profesionalisme mereka melalui siklus observasi pra-mengajar, saat mengajar, dan pasca-mengajar. Pendekatan ini fokus pada perbaikan perilaku mengajar aktual menuju ideal, sering melibatkan diskusi mendalam dan rencana tindak lanjut personal. Supervisi ini lebih menekankan pada pengamatan dan evaluasi terhadap cara pengajaran serta interaksi antara guru dan siswa dalam situasi nyata di kelas. (Rahmy & Elfitra., 2024)

Tujuan utama dari supervisi klinis:

* Peningkatan keterampilan mengajar: Dengan adanya supervisi klinis, pengajaran bisa dipantau langsung oleh supervisor untuk memberikan umpan balik yang tepat guna meningkatkan keterampilan mengajar.

* Bantuan dalam memecahkan masalah pengajaran: Jika seorang guru menghadapi masalah dalam pengajaran atau dengan siswa, supervisi klinis memberikan solusi praktis untuk mengatasi masalah tersebut.

* Meningkatkan kualitas hubungan guru-siswa: Supervisi klinis juga berperan dalam membantu guru meningkatkan hubungan interaktif dan komunikasi dengan siswa untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih baik.

BAB III

METODE

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis Implementasi Supervisi Kinerja Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di SMAS Islam Nurul Latif. Penelitian kualitatif deskriptif merupakan pendekatan yang menggambarkan fenomena sosial atau perilaku secara mendalam dan alami tanpa manipulasi variabel. Metode ini fokus pada pemahaman kualitas, makna, dan konteks subjektif melalui data berupa kata-kata atau observasi langsung.Penelitian kualitatif deskriptif bertujuan menyajikan gambaran sistematis tentang suatu fenomena apa adanya, tanpa mencari hubungan sebab-akibat atau pengujian hipotesis. (Dapus deskriptif) Data dalam penelitian ini disajikan dengan cara mendeskripsikan secara mendalam terkait segala informasi yang berkaitan dengan objek penelitian dalam bentuk kata-kata dan bahasa yang jelas dan terperinci untuk menjawab semua permasalahan yang ada.

Alasan penelitian kualitatif dipilih agar dapat menjelaskan secara detail terkait proses dan tahapan dalam implementasi supervisi kinerja guru, Terutama mendeskripsikan tiga bentuk supervisi yakni,akademik, administratif, klinis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMAS Islam Nurul Latif.

B. Waktu dan Tempat Penelitian

SMAS Islam Nurul Latif adalah Sekolah Menengah Atas Islam swasta yang berlokasi di Desa Kerang, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso. Dalam penelitian ini, SMAS Islam Nurul Latif menjadi lokasi penelitian yang memiliki karakteristik sekolah pedesaan dengan sumber daya tertentu, serta menjadi konteks spesifik dalam mengkaji implementasi supervisi kinerja guru.

C. Teknik Pengumpulan Data

Ssecara umum terdapat tiga teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan dalam pengumpulan data, meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi.

a. Observasi

Observasi melibatkan pengamatan langsung terhadap subjek di lingkungan alami menggunakan indera untuk mencatat perilaku, aktivitas, interaksi, atau fenomena secara deskriptif tanpa intervensi. Jenisnya mencakup observasi partisipan (peneliti terlibat aktif) dan non-partisipan (pengamatan dari luar), dengan langkah seperti pemilihan lokasi, pencatatan sistematis, dan refleksi untuk menggali makna mendalam serta pola norma social. (Bungin, 2007)

b. Wawancara

Wawancara merupakan interaksi tatap muka untuk menggali pandangan, pengalaman, persepsi, dan keyakinan responden melalui pertanyaan terbuka yang fleksibel dan mendalam. Bentuknya meliputi wawancara mendalam (in-depth interview tanpa pedoman ketat, dilakukan berulang), wawancara terarah (dengan panduan pertanyaan), atau kelompok seperti FGD untuk memetakan isu awal; prosesnya mencakup persiapan pedoman, rekaman, transkripsi, dan catatan reflektif pasca-wawancara.(Yunus., 2010)

c. Dokumentasi

Dokumentasi mengumpulkan data dari sumber tertulis seperti arsip, laporan, catatan lapangan, foto, atau media untuk analisis konteks historis, pendukung, atau verifikasi silang. Teknik ini bersifat non-interaktif, melibatkan seleksi dokumen relevan, klasifikasi, interpretasi isi, dan triangulasi dengan metode lain untuk menghasilkan data autentik dan komprehensif. (Bungin, 2007)

D. Analisis Data

Menurut Sugiono (2017), Langkah-langkah analisis data deskriptif kualitatif melihabtkan tiga tahapan yaitu reduksi data, data display dan penarikan kesimpulan.

a. Reduksi data

Reduksi data melibatkan pemilihan, pemfokusan, penyederhanaan, dan transformasi data mentah yang masif dari wawancara, observasi, atau dokumen menjadi bentuk ringkas yang masih mempertahankan esensi utama. Proses ini bersifat subjektif, dilakukan sejak awal pengumpulan data melalui ringkasan, pengkodean, atau kategorisasi untuk mengurangi volume tanpa kehilangan makna mendalam.

b. Data display

Penyajian data (data display) menyusun data terkondensasi menjadi bentuk yang mudah dipahami seperti narasi, matriks, grafik, tabel, atau diagram untuk memudahkan analisis pola, hubungan, dan temuan. Tahap ini dalam penelitian kualitatif, peneliti menyajikan data dalam bentuk teks yang bersifat naratif dan deskriptif. Penjelasan mengenai implementasi supervisi kinerja guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMAS Islam Nurul Latif, dideskripsikan dalam bentuk teks secara singkat dan jelas.

c. Penarikan kesimpulan

Penarikan kesimpulan melibatkan interpretasi data untuk menyimpulkan makna, pola, atau hubungan, diikuti verifikasi melalui pengecekan ulang, triangulasi, atau bukti pendukung guna memastikan validitas dan kredibilitas. Proses ini bersifat iteratif, dilakukan sepanjang penelitian, dan menghasilkan temuan yang kredibel serta dapat diuji kebenarannya. Pada langkah ini peneliti mengambil kesimpulan terkait implementasi supervisi kinerja guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMAS Islam Nurul Latif tersebut.

E.Uji Keabsaahan Data

Menurut Yuliana (2018) Sebelum tahap analisis data dilakukan, peneliti terlebih dahulu melaksanakan uji keabsahan data sebagai landasan dalam penarikan kesimpulan penelitian. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi, yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data dengan cara membandingkan dan mengecek kembali data yang diperoleh dari berbagai sumber serta menggunakan beragam teknik pengumpulan data. Uji keabsahan data memiliki peranan penting dalam penelitian kualitatif karena bertujuan untuk menjamin validitas, reliabilitas, serta tingkat kepercayaan terhadap data yang telah dikumpulkan (Sugiyono, 2017). Proses triangulasi dilakukan dengan membandingkan data hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi guna memperkuat bukti temuan lapangan sehingga dapat meningkatkan akurasi dan ketepatan hasil penelitian. Data yang telah melalui proses verifikasi selanjutnya diintegrasikan agar saling melengkapi dan menghasilkan temuan penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

F. Sistematika Penulisan

Proposal skripsi pada penelitian kualitatif ini disusun ke dalam tiga bab utama.

Bab I merupakan bab pendahuluan yang memuat konteks penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, serta definisi istilah yang memberikan penjelasan mengenai fokus dan ruang lingkup penelitian. Bab ini menitikberatkan pada latar belakang lembaga yang diteliti serta aspek-aspek yang menjadi objek kajian dalam penelitian.

Bab II berisi kajian pustaka yang meliputi penelitian terdahulu dan kajian teori. Bab ini berfungsi sebagai landasan teoritis dalam pelaksanaan penelitian. Pada bagian ini, peneliti menguraikan beberapa penelitian terdahulu yang memiliki keterkaitan dengan penelitian yang dilakukan, serta memaparkan teori-teori relevan yang digunakan sebagai dasar dan penentu arah penelitian.

Bab III membahas metode penelitian yang mencakup pendekatan dan jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, serta sistematika penulisan.

Pada bagian akhir proposal disajikan daftar rujukan yang memuat sumber-sumber referensi berupa buku maupun hasil penelitian terdahulu yang dijadikan acuan dalam penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Carl Glickman, Supervision of Instruction: A Developmental Approach, 1981.

Departemen Pendidikan Nasional, Pedoman Supervisi Akademik, 2004.

Sergiovanni, The Principalship: A Reflective Practice Perspective, 2009.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Guru.

Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru dan Kepala Sekolah.

Suryadi, “Pengaruh Supervisi Akademik terhadap Kompetensi Guru”, Jurnal Pendidikan, 2019.

Rohman, “Supervisi Klinis dan Kreativitas Pembelajaran Guru”, Jurnal Manajemen Pendidikan, 2020.

Rahmy & Elfitra., 2024. Supervisi Klinis Dalam Menghadapi Dinamika Pendidikan.Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora.Vol 2, No 2.

Bungin, M. Burhan. 2007. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Karwati, Wawat. 2019. Supervisi akademik untuk meningkatkan kompetensi guru sdn santaka kecamatan cimanggung dalam melaksanakan standar proses tahun pelajaran 2018/2019. Jurnal Pedagogik Pendidikan Dasar, Jilid 6, Nomor 1.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Yunus, Hadi Sabari. 2010. Metodologi Penelitian Wilayah Kontemporer. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Yuliani, Wiwin.2018. Metode penelitian deskriptif kualitatif dalam perspektifbimbingan dan konseling. Quanta. Vol. 2, No. 2

[1]