PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dalam beberapa dekade terakhir, geliat pendidikan Al -Qur’an di Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan. Ribuan lembaga tahfidz, TPQ, madrasah, dan sekolah Islam tumbuh dengan semangat mengajarkan Al -Qur’an kepada generasi muda. Namun, di balik kemajuan tersebut, muncul problem sosial yang krusial, yaitu ketidakterpaduan dalam standar penulisan, pembacaan, dan pengajaran Al -Qur’an. Sebagian lembaga masih menggunakan mushaf dengan penulisan non-standar atau tidak sesuai dengan kaidah Al-Rosm Al-‘Utsmani, padahal prinsip tersebut merupakan warisan autentik yang menjaga kemurnian teks Al -Qur’an sejak masa khalifah Utsman bin Affan. Akibatnya, muncul variasi ejaan dan tanda baca yang berpotensi menimbulkan kekeliruan dalam membaca dan menulis ayat suci. Kondisi ini menuntut adanya manajemen pendidikan yang berbasis pada standar mushaf yang sahih, agar kesinambungan antara tradisi keilmuan klasik dan sistem pendidikan modern dapat terwujud secara selaras dan terarah. Berbagai penelitian terdahulu telah membahas aspek kodikologi Al -Qur’an, seperti studi tentang sejarah penulisan Al -Rosm Al-‘Utsmani, standarisasi mushaf di era Utsmaniyah, hingga penerbitan Mushhaf Standar Indonesia (MSI) oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al -Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama. Kajian akademik tersebut banyak berfokus pada aspek teoretis dan filologis —misalnya, perbedaan qira’at, tanda baca, atau ortografi Arab dalam mushaf. Namun, masih sangat sedikit penelitian yang mengaitkan prinsip -prinsip A l-Rosm Al -‘Utsmani dan Mushhaf Standar Indonesia dengan konteks manajemen pendidikan, khususnya dalam penyelenggaraan lembaga pendidikan Al-Qur’an. Padahal, integrasi antara kajian teks

dan praktik pengelolaan lembaga pendidikan sangat penting agar standar penulisan mushaf tidak hanya berhenti pada aspek penerbitan, tetapi juga menjadi bagian integral dari strategi pembelajaran dan kebijakan manajerial lembaga Islam. Celah penelitian inilah yang melatarbelakangi pentingnya studi ini untuk mengisi kekosongan literatur yang masih terbuka luas.

Topik tentang implementasi Al -Rosm Al -‘Utsmani dan Mushhaf Standar Indonesia dalam manajemen pendidikan Al -Qur’an penting dibahas karena berkaitan langsung dengan otentisitas dan efektivitas pendidikan Islam. Dalam konteks globalisasi dan digitalisasi, penyebaran mushaf digital serta metode pembelajaran daring sering kali mengabaikan standar penulisan yang sahih. Fenomena ini berpotensi menimbulkan distorsi pemahaman terhadap teks suci Al -Qur’an, baik dalam hal lafaz maupun makna. Melalui penerapan prinsip Al -Rosm Al -‘Utsmani, lembaga pendidikan Islam tidak hanya menjaga kesucian teks Al -Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai adab, ketelitian, dan tanggung jawab ilmiah dalam pembelajaran. Selain itu, penerapan Mushhaf Standar Indonesia menjadi penting sebagai bentuk kedaulatan keilmuan nasional dalam bidang studi Al -Qur’an, yang memastikan keseragaman sistem pengajaran dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Oleh sebab itu, penelitian ini menjadi relevan untuk memastikan bahwa pengelolaan pendidikan Al-Qur’an di Indonesia berjalan sesuai kaidah syar’i, ilmiah, dan nasional. enomena menarik yang menjadi perhatian penelitian ini adalah bagaimana prinsip Al -Rosm Al -‘Utsmani dan Mushhaf Standar Indonesia diimplementasikan secara nyata dalam sistem manajemen lembaga pendidikan Islam. Sebagian lembaga telah menerapkannya melalui kebijakan kurikulum, pelatihan guru tahsin, serta standarisasi bahan ajar. Namun, sebagian lainnya masih menghadapi kendala dalam hal sumber daya manusia, ketersediaan mushaf standar, dan pemahaman terhadap

prinsip penulisan Al -Qur’an yang benar. Hal ini menimbulkan disparitas dalam kualitas pembelajaran Al -Qur’an antarlembaga. Di sisi lain, peran manajemen pendidikan menjadi sangat strategis untuk memastikan setiap aspek — mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran — berjalan sesuai standar yang ditetapkan oleh LPMQ. Penelitian ini berupaya mengungkap sejauh mana prinsip tersebut dijalankan, apa faktor penghambat dan pendukungnya, serta bagaimana model manajemen pendidikan Islam dapat dioptimalkan untuk menjaga kemurnian dan efektivitas pendidikan Al -Qur’an di Indonesia.

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah makalah diatas maka didapatkan rumusan masalah :

1. Bagaimana penerapan prinsip Al -Rosm Al -‘Utsmani dan Mushhaf Standar Indonesia dalam proses pembelajaran Al-Qur’an di lembaga pendidikan Islam? 2. Bagaimana bentuk manajemen pendidikan yang diterapkan dalam mendukung implementasi Al -Rosm Al-‘Utsmani dan Mushhaf Standar Indonesia di lembaga pendidikan Islam?

3. Apa faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan prinsip Al -Rosm Al‘Utsmani dan Mushhaf Standar Indonesia dalam manajemen pendidikan Al Qur’an?

C. Tujuan Penulisan Makalah

1. Untuk mengetahui dan mendeskripsikan penerapan prinsip Al -Rosm Al-‘Utsmani dan Mushhaf Standar Indonesia dalam proses pembelajaran Al -Qur’an di lembaga pendidikan Islam.

2. Untuk menganalisis bentuk dan strategi manajemen pendidikan yang mendukung implementasi Al -Rosm Al-‘Utsmani dan Mushhaf Standar Indonesia di lembaga pendidikan Islam.

3. Untuk mengidentifikasi faktor -faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan prinsip Al -Rosm Al -‘Utsmani dan Mushhaf Standar Indonesia dalam manajemen pendidikan Al-Qur’an.

BAB II

KAJIAN TEORITIK

A. Penerapan Prinsip Al-Rosm Al-‘Utsmani dan Mushhaf Standar Indonesia dalam Proses Pembelajaran Al-Qur’an di Lembaga Pendidikan Islam Konsep Al-Rosm Al-‘Utsmani merujuk pada sistem penulisan mushaf Al -Qur’an sebagaimana yang disusun pada masa Khalifah Utsman bin ‘Affan, yang memiliki ciri khas ortografis tertentu seperti penghilangan huruf, penambahan alif, atau penulisan berbeda dari kaidah imla’ modern 1. Sedangkan Mushhaf Standar Indonesia (MSI) adalah edisi resmi mushaf Al -Qur’an yang ditetapkan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama Republik Indonesia, sebagai acuan nasional dalam penulisan, percetakan, dan pembelajaran Al-Qur’an2. Dalam konteks pendidikan Islam, penerapan kedua konsep tersebut penting karena memastikan keotentikan dan keseragaman teks Al-Qur’an yang digunakan di berbagai lembaga3. Penerapan Al-Rosm Al-‘Utsmani dalam pembelajaran juga menjadi bentuk pemeliharaan tradisi tulisan Qur’ani yang diwariskan sejak generasi sahabat. Penelitian Al -Munawar dkk. (2024) menyebut bahwa MSI memuat 15 baris per halaman, sistem tanda waqaf dan rasm yang mengikuti pedoman internasional, sehingga efektif digunakan dalam pendidikan Al-Qur’an modern4. Dengan demikian, konsep Al -Rosm Al-‘Utsmani dan MSI menjadi dasar penting bagi lembaga pendidikan Islam dalam menjaga keseragaman bacaan dan keaslian mushaf di lingkungan akademik.

1 A. Al-Munawar, Karakteristik Mushaf Standar Indonesia, Al-Dzikra: Jurnal Studi Al-Qur’an, Vol. 13 No. 1, 2024. 2 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Pedoman Mushaf Standar Indonesia, Kemenag RI, 2023. 3 M. Sukamto, Sejarah Standarisasi Mushaf Al-Qur’an di Indonesia, Jurnal Al-Mi‘raj, Vol. 8 No. 2, 2024. 4 Al-Munawar, op. cit., hlm. 45–46.

B. Teori-Teori yang Relevan

Penerapan Al -Rosm Al -‘Utsmani dan MSI dalam pembelajaran dapat dianalisis menggunakan teori manajemen mutu pendidikan dan teori pembelajaran Islam. Dalam teori manajemen mutu, standar bahan ajar merupakan bagian dari sistem kontrol mutu yang menjamin konsistensi dan efektivitas pembelajaran 5. Dalam konteks ini, MSI berfungsi sebagai standardized learning text yang memastikan kesamaan persepsi dan metode membaca Al-Qur’an di seluruh lembaga pendidikan. Selain itu, teori pendidikan Islam menekankan pentingnya menjaga tawqīfiyyah teks Al-Qur’an, yaitu tidak mengubah bentuk penulisan sebagaimana diwariskan dari Rasulullah SAW. Prinsip ini sejalan dengan tujuan penerapan Al -Rosm Al-‘Utsmani, yakni menjaga orisinalitas dan kesucian mushaf6.

Sholihah (2025) menegaskan bahwa perubahan dari rasm Imla’i ke Utsmani di lembaga pendidikan di Indonesia merupakan bentuk penerapan teori pembaruan kurikulum berbasis standar nasional Al-Qur’an7.

Dengan pendekatan teori tersebut, MSI tidak hanya menjadi produk tekstual, tetapi juga instrumen manajerial dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al Qur’an di lembaga pendidikan Islam.

C. Penelitian Terdahulu

Suatu kegiatan manajemen yang baik tentu diawali dengan suatu perencanaan yang matang dan baik. Perencaan dilakukan demi menghindarkan terjadinya kesalahan dan kegagalan yang tidak diinginkan.

5 E. Sallis, Total Quality Management in Education, Routledge, 2021. 6 A. Azra, Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru, Jakarta: Logos, 2020. 7 L. Sholihah, The Dynamics of Rasm Utsmani and Rasm Imla’i in the Qur’anic Mushaf, ResearchGate, 2025.

Perencanaan rekrutmen dilakukan dengan analisis pekerjaan menurut Malayu SP. Hasibuan, analisis pekerjaan adalah menganalisis dan mendesain pekerjaan pekerjaan apa saja yang harus dikerjakan, bagaimana mengerjakannya dan mengapa pekerjaan itu harus dikerjakan.

Menurutnya pula bahwa analisis pekerjaan bermanfaat untuk memberikan informasi tentang aktivitas pekerjaan, standart pekerjaan, persyaratan personalia, perilaku manusia dan alat – alat yang akan dipergunakan (Manajemen SDM, Hasibuan)

D. Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penerapan Al -Rosm Al-‘Utsmani telah diupayakan secara sistematis di Indonesia. Al -Munawar dkk. (2024) menemukan bahwa MSI memiliki peran signifikan dalam memastikan keseragaman mushaf dan mengurangi variasi penulisan Al-Qur’an yang sebelumnya banyak beredar8. Sholihah (2025) menyoroti bahwa penerapan rasm Utsmani masih menghadapi kendala di lembaga pendidikan tingkat dasar, karena sebagian guru lebih terbiasa menggunakan rasm Imla’i9.

Sementara itu, Sukamto (2024) menelusuri sejarah standarisasi mushaf di Indonesia dan menemukan bahwa perubahan ke Al -Rosm Al-‘Utsmani bukan hanya linguistik, tetapi juga kebijakan pendidikan nasional10. Berdasarkan penelitian -penelitian tersebut, penerapan rasm Utsmani dan MSI terbukti meningkatkan pemahaman teks Al-Qur’an sekaligus memperkuat manajemen mutu pembelajaran berbasis standar resmi.

8 Al-Munawar, op. cit., hlm. 52.

9 L. Sholihah, ibid., hlm. 10.

10 M. Sukamto, loc. cit., hlm. 60.

E. Penyaji Data

Berdasarkan survei terhadap 10 lembaga pendidikan Islam di Jawa Timur (2024), delapan di antaranya telah menggunakan Mushhaf Standar Indonesia dalam pembelajaran tahsin dan tahfiz, sedangkan dua lembaga masih menggunakan mushaf lokal dengan rasm Imla’i.

Data percetakan nasional menunjukkan peningkatan produksi MSI sebesar 25% selama lima tahun terakhir, menandakan adopsi luas di lembaga pendidikan11. Penelitian oleh Al -Munawar dkk. (2024) juga mendukung hal ini dengan temuan bahwa MSI kini menjadi mushaf dominan di sekolah dan pesantren di bawah Kementerian Agama12.

Data tersebut menunjukkan bahwa penerapan Al -Rosm Al -‘Utsmani dan MSI telah menjadi bagian integral dari proses pembelajaran Al -Qur’an di Indonesia, sekaligus memperlihatkan peran penting lembaga pendidikan Islam dalam mengimplementasikan standar penulisan mushaf yang sahih dan teruji.

F. Pembahasan

Analisis terhadap data dan teori di atas menunjukkan bahwa penerapan Al -Rosm Al-‘Utsmani dan MSI berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran Al -Qur’an. Lembaga yang menerapkan mushaf standar menunjukkan keseragaman bacaan, kejelasan ortografi, dan peningkatan hasil belajar. Hal ini sesuai dengan teori manajemen mutu pendidikan yang menekankan pentingnya standarisasi sarana ajar dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran13.

11 Data Survei Internal Lembaga Pendidikan Islam Jawa Timur, 2024. 12 Al-Munawar, op. cit., hlm. 55.

13 Sallis, op. cit., hlm. 32–33.

Namun, resistensi masih muncul di beberapa lembaga karena faktor tradisi dan kebiasaan pedagogis menggunakan rasm Imla’i. Sholihah (2025) menyebut bahwa resistensi ini berangsur menurun seiring adanya pelatihan guru dan sosialisasi

LPMQ14.

Dengan demikian, penerapan Al -Rosm Al-‘Utsmani dan MSI dalam pendidikan Islam terbukti memperkuat manajemen pembelajaran Al -Qur’an, menjaga orisinalitas teks, dan menciptakan keseragaman sistem pembelajaran nasional berbasis mushaf standar.

14 Sholihah, op. cit., hlm. 12.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Penelitian ini menemukan bahwa penerapan prinsip Al -Rosm Al -‘Utsmani dan Mushhaf Standar Indonesia (MSI) di lembaga pendidikan Islam berperan penting dalam menjaga keautentikan teks Al -Qur’an sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran. Implementasi kedua prinsip tersebut telah memberikan keseragaman dalam proses pembacaan, penyalinan, dan pengajaran Al-Qur’an di berbagai lembaga, baik formal maupun non -formal. Hikmah utama dari temuan ini ialah bahwa pembelajaran Al -Qur’an tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga pada pemahaman dan penghormatan terhadap sistem penulisan yang diwariskan secara sahih dari generasi sahabat Rasulullah SAW hingga kini. Kekuatan utama penelitian ini terletak pada integrasi antara teori manajemen pendidikan Islam dan konsep kodikologi Al -Qur’an dalam satu kerangka analisis. Penelitian ini berkontribusi secara keilmuan dengan memperbarui perspektif bahwa Mushhaf Standar Indonesia bukan sekadar produk percetakan, tetapi instrumen manajemen mutu pendidikan berbasis standar nasional Al -Qur’an. Kajian ini memperkaya literatur dengan menautkan variabel implementasi kebijakan, tradisi penulisan mushaf, serta praktik pembelajaran dalam konteks pendidikan Islam modern. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan posisi MSI sebagai wujud konkret pengelolaan pendidikan Al-Qur’an yang sistematis, autentik, dan terukur. Keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup kasus yang terbatas pada lembaga pendidikan di wilayah tertentu serta pendekatan deskriptif yang belum menggali aspek psikopedagogis peserta didik secara mendalam. Selain itu, variasi

penerapan Al -Rosm Al -‘Utsmani di tingkat dasar dan lanjutan belum sepenuhnya terpetakan secara empiris. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut disarankan untuk menggunakan pendekatan kuantitatif atau komparatif antar daerah, melibatkan lebih banyak lembaga pendidikan, serta mengkaji dampak pedagogis dan spiritual dari penerapan Mushhaf Standar Indonesia terhadap capaian belajar Al -Qur’an peserta didik di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Munawar, Karakteristik Mushaf Standar Indonesia, Al -Dzikra: Jurnal Studi Al -Qur’an, Vol. 13 No. 1, 2024.

Lajnah Pentashihan Mushaf Al -Qur’an, Pedoman Mushaf Standar Indonesia, Kemenag RI,

2023.

M. Sukamto, Sejarah Standarisasi Mushaf Al -Qur’an di Indonesia, Jurnal Al -Mi‘raj, Vol. 8 No. 2, 2024.

Al-Munawar, op. cit., hlm. 45–46.

E. Sallis, Total Quality Management in Education, Routledge, 2021.

A. Azra, Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru, Jakarta: Logos,

2020.

L. Sholihah, The Dynamics of Rasm Utsmani and Rasm Imla’i in the Qur’anic Mushaf, ResearchGate, 2025.

Al-Munawar, op. cit., hlm. 52.

L. Sholihah, ibid., hlm. 10.

M. Sukamto, loc. cit., hlm. 60.

Data Survei Internal Lembaga Pendidikan Islam Jawa Timur, 2024. Al-Munawar, op. cit., hlm. 55.

Sallis, op. cit., hlm. 32–33.

Sholihah, op. cit., hlm. 12.