2. Konteks Penelitian
Kepemimpinan merupakan bagian dari kehidupan bagi semua manusia. Manusia di turunkan ke muka bumi sudah diberikan tugas utama yang telah dibebankan sejak zaman azali yakni sebagai pemimpin di muka bumi. Pemimpin memiliki kelebihan sehingga bisa membawa pengaruh kepada orang lain dalam melakukan kinerjanya. Sehingga pelaksanaan kinerja organisasi sangat dipengaruhi oleh seni yang dilakukan oleh seorang pemimpin. Kepemimpinan yang kokoh akan membawa dampak baik bagi organisasi ataupun sekolah. Begitupun sebaliknya, keterpurukan dalam suatu organisasi atau sekolah disebabkan oleh kepemimpinan sorang pemimpin yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan suatu perubahan di dalamnya. Sebuah organisasi akan berhasil atau sebaliknya akan mengalami keterpurukan sangat ditentutkan oleh kepemimpinan (Thoha, 2012:1).
Kepemimpinan merupakan faktor penting dalam lembaga pendidikan dengan bertujuan untuk memanusiakan manusia yang ideal sesuai dengan tujuan pendidikan tersebut (Buseri, 2010:45). Adapun salah satu faktor keberhasilan atau kegagalan dalam suatu lembaga pendidikan itu ditentukan oleh bagaimana seni kepemimpinan yang berada dalam lembaga pendidikan tersebut.
Lembaga pendidikan seringkali melahirkan sosok pemimpin yang mampu untuk menggerakkan dan memberikan pengaruh kepada bawahannya, sekaligus juga menjadi wakil dari semua bawahannnya dalam menajli kerja sama dengan pihak luar. Selaras dengan apa yang dikatakan oleh (Wahyudi, 2009:199). Bahwa dalam kehidupan masyarakat sering muncul sosok seorang pemimpin yang bisa memebrikan pengaruh juga meberikan arahan kepada bawahnnya dalam rangka mencapai tujuan tertentu.
Kepala sekolah adalah seorang yang mempunyai peranan utama dalam membuat keputusan dalam suatu organisasi. Peraturan pemerintah memebrikan penjelasan bahwa kepala sekolah adalah sorang pemimpin ialah Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan yang menjelaskan bahwa “Setiap sekolah/madrasah dipimpin oleh seorang kepala sekolah”. Sehingga dapat kita ketahui bahwa kepala sekolah menempati kedudukan tertinggi di sekolah/madarsah.
Peranan kepala sekolah dalam mengambil keputusan maksudnya bahwa seorang kepala sekolah harus senantiasa untuk memperbaiki penampilan sekolah dengan melalui berbagai macam ide gagasan berupa program-program baru dan melakukan survei untuk mempelajari persoalan-persoalan yang ada di lingkungan sekolah dan kemudian kepala sekolah diharapkan akan mampu untuk mengantisipasi dengan ketepatan pengambilan keputusan.
Kepala sekolah juga harus mampu mengetahui segala perubahan dan perkembangan yang terjadi di dalam lembaga yang dipimpinnya dalam usaha pengembangan kualitas pembelajaran. Adanya tenaga pengajar yang profesional dan yang tidak profesional dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan akan mempengaruhi proses pembelajaran, karena mereka harus mampu mewujudkan tujuan pendidikan dan juga menghasilkan peserta didik yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta beriman dan bertakwa kepada Allah SWT., menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka menjadi alasan bagi peneliti untuk bagaimana meneliti tentang pengambilan keputusan kepala sekolah di Madrasah Aliyah AL-Imam sehingga sekolah tersebut menjadi sekolah yang baik di. Penulis tertarik untuk meneliti sekolah tersebut, maka peneliti mengambil judul dengan “Kepeminimpinan Kepala Sekolah Dalam Pengambilan Keputusan Di Madrasah Aliyah (MA) Al-Imam Tahun 2026-2027.
3. Fokus Penelitian
1. Bagaimana mekanisme pengambilan keputusan oleh kepala sekolah Madarsah Aliyah Al-Imam?
2. Bagaimana pertimbangan kepala sekolah dalam pengambilan keputusan di Madarsah Aliyah Al-Imam?
3. Bagaimana implementasi pengambilan keputusan kepala sekolah di Madarsah Aliyah Al-Imam?
4. Tujuan Penelitian
1. Mendeskripsikan mekanisme pengambilan keputusan oleh kepala sekolah di Madarsah Aliyah Al-Imam
2. Mendeskripsikan pertimbangan kepala sekolah dalam pengambilan keputusan di Madarsah Aliyah Al-Imam
3. Mendeskripsikan implementasi pengambilan keputusan kepala sekolah di Madarsah Aliyah Al-Imam
5. Signifikansi dan Manfaat Penelitian
Dari hasil penelitian ini diharapkan mampu untuk mmeberikan manfaat, baik sacaea teoretis dan praktis.
1. Manfaat Teoretis
1. Mendapatkan prinsip khusus dalam bidang kepemimpin kepala sekolah dalam displin ilmu manajemen pendidikan.
2. Dapat dijadikan kritik oleh sekolah dalam mengembangkan lembaganya, khususnya dalam pengambilan keputusan kepala sekolah.
3. Sebagai salah satu acuan bacaan serta memperbanyak tentang ilmu pengetahuan yang berkaitan tentang kepemimpinan kepala sekolah dalam pengambilan keputusan.
2. Manfaat Praktis
1. Sebagai bahan saran masukan bagi Kepala Madarsah Aliyah Al-Imam Grujugan Lor Jambesari Ds dalam rangka mengambil keputusan sebagai salah stau usaha menjadikan semolah yang lebih baik dan bermutu, hingga sekolah bisa menerima saran secara transparan untuk bahan pertimbangan dalam mengetahui profil dirinya serta bisa melihat kekuatan dan kelemahannya.
2. Bagi Kepala Madrasah Aliyah Al-Imam Grujugan Lor Jambesadri Ds, dari hasil penelitian ini diharapkan mampu sebagai bahan dasar acuan dlam pengambilan keputusan di lembaga yang dipimpin.
3. Bagi peneliti lainnya, dapat menambah wawasan dan pengalaman serta penguatan pengetahuan dalam membahas peranan kepemimpinan kepala sekolah dalam mengambil keputusan.
6. Definisi Konseptual
1. Kepemimpinan Kepala Sekolah
Kepemimpinan ditinjau dari arti secara etimologsi mempunyai arti mempunyai arti bimbing atau tuntun yang berasal dari kata pimpin. Dengan diemikian terdapat dua pihak di dalamnya, yakni ada yang memimpin dan juga ada yang dipimpin. Dalam bahasa Inggris leadership yang memiliki arti kepemimpinan, berasal dari kata leader yang berarti pemimpin dan aka akar katanya to lead yang mengandung beberapa arti, mengambil langkah awal, melakukan paling awal, mempelopori, mengarah pikiran pendapat orang lain, membimbing, menuntun serta menggerakkan orang lain dengan pengaruh yang dimilikinya. (Baharuddin dan Umiarsono, 2012:171-172).
2. Pengambilan Keputusan
Secara terminologi, pengambilan keputusan merupakan serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh seseorang dalam usaha memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi kemudian menetapkan berbagai alternatif yang dianggap paling rasional dan sesuai dengan lingkungan organisasi. (Ulbert, 2008:206).
George R. Terry menyatakan bahwa pengambilan keputusan merupakan pemilihan alternatif perilaku khusus, dari dua atau lebih alternatif yang ada. Sedangkan Roe (2003:68) memberikan istilah terhadap pengambilan keputusan dalam arti sempit ialah aktivitas pemilihan dan menentukan kelayakan respon dari sejumlah variasi alternatif untuk dapat memecahkan maasalah.
Jadi dapat kita ketahui bahwasanya pengambilan keputusan merupakan salah satu upaya seseorang dalam menyelesaikan masalah dengan alternatif yang rasional, sesuai dengan lingkungan organisasinya.
7. Orisinalitas Penelitian
No
Nama Peneliti, Judul dan Tahun Penelitian
Persamaan
Perbedaan
Orisinalitas Penelitian
1
Danang Riski Permadani Dkk, Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Pembuatan Keputusan, 2018
Kesamaan dari penelitian ini ialah sama-sama mendggunakan pendekatan kualitatif
Penelitian terdahulu memfokuskan kepada pembuatan keputusan sedangkan penenlitian ini fokus kepada pengambilan keputusan
Hasil dari penelitian ini yakni (a) peran kepala sekolah dalam peran proses pembuatan keputusan yaitu peran regulatife, demokratik, dan persuasif;
(b) proses pembuatan keputusan yang dilakukan oleh kepala sekolah yaitu mengadakan workshop, mengidentifikasi masalah, alternatif pemecahan masalah, penentuan alternatif yang dipilih dan pembuatan keputusan;
(c) faktor yang mendukung kepemimpinan kepala sekolah dalam pembuatan keputusan yaitu semua pihak terbuka akan masalah yang dihadapi sekolah dan memberikan kebebasan untuk berpendapat dalam pembuatan keputusan
2
Lukita, Moni Pengambilan keputusan kepala sekolah dalam menciptakan iklim kerja dan disiplin kerja guru di SD Nurul Khoir Jambi. Dr.Mohamad Muspawi, S.Pd.I, M.Pd.I . Dr. Muhammad Sofwan, S.Pd. M.Pd, 2022
Dari penulisan krya tulis ilmiah ini sama-sana menggunakan metode kualitatif
Penelitian terdahulu membahas tentang keputusan kepala sekolah dalam menciptakan ikli kerja dan disiplin kerja guru sedangkan penelitian ini membahas tentang kepemimpinan kepala sekolah dalam pengambilan keputusan
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengambilan keputusan kepala sekolah dalam menciptakan iklim kerja dan disiplin kerja guru di SD Nurul Khoir Jambi sudah berjalan cukup baik, dalam pengambilan keputusan tentunya selalu dirapatkan agar keputusan yang ditetapkan dapat berjalan dengan maksimal dan tidak memberikan dampak negatif untuk sekolah kedepannya.
3
Muhammad Afandi Dkk, Gaya kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Mengambil Keputusan, 2022
Penelitian kualitatif deskriptif dan Teknik pengumpulan data melalui interview, observasi dan dokumentasi
Penelitian terdahulu berbentuk karya tulis ilmiah jurnal sedangkan penelitian ini dengan membuat karya tulis ilmiah tesis
Hasil penelitian menunjukkan:
(1) bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam mengambil keputusan adalah gaya kepemimpinan karismatik yang digunakan oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Samarinda,
(2) proses dalam mengambil keputusan dengan melibatkan para guru dan sebagian guru, dengan proses dasar dalam mengambil keputusan kepala sekolah SMA Negeri 5 Samarinda keputusan,
(3) faktor penghambat dalam mengambil keputusan adalah perbedaan karakter dan aturan-aturan yang terkadang tidak sesuai antara sekolah SMA Negeri 5 Samarinda
4
Murtiningsih dan Bukman Lian, Proses Pengambilan Keputusan Kepala Sekolah terhadap Peningkatan Kinerja Guru Smp, 2017
Penelitian ini juga menggunakan penelitian kualitatif
Penelitian terdahulu membahas tentang prsoses pengambilan keputusan kepala sekolah terhadap peningkatan kinerja guru sedangkan penelitian ini hanya membahas tentang kepemimpinan kepala sekolah dalam pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan dilakukan oleh Sekolah Menengah Negeri
kepala sekolah 13 palembang sudah berjalan dengan baik, hal ini terlihat dari proses dan
tahapan dilakukan oleh kepala sekolah dengan pengambilan keputusan disertai observasi, pendataan, perencanaan dan pencatatan
berkaitan dengan pendidikan di sekolah.
5
M Khoirul Anam Dkk, Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Pembuatan
Keputusan Di Sekolah Berbasis Pesantren, 2019
penelitian ini juga memfokuskan kepada pengambilan keputusan
Penenlitian terdahulu tentang pembuatan keputusan di sekolah berbasis pesantren sedangkan penelitan ini hanya tenatnag kepemimpinna kepala sekolah
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah:
(1) jenis keputusan di sekolah berbasis pesantren itu ada dua kategori yaitu keputusan dari kepala sekolah dan keputusan dari pengasuh yayasan; (2) peran kepala sekolah sebagai pemimpin dalam pembuataan keputusan disekolah berbasis pesantren itu ada dua peran yang dilakukan yaitu sebagai pengambil keputusan mutlak dalam bidang akademik sekolah dan peran penghubung antara sekolah dengan pihak yayasan;
(3) prosedur kepala sekolah dalam pembuatan keputusan di sekolah berbasis pesantren yaitu: melakukan rapat pimpinan, melakukan analisis perencanaan penyusunan konsep, pengajuan kepada pihak;
(4) tipe kepemimpinan kepala sekolah dalam pembuatan keputusan di sekolah berbasisi pesantren adalah: demokratis, otoriter, dan kekeluargaaan; dan
(5) kendala dan solusi kepala sekolah dalam pembuataan keputusan di sekolah berbasis pesantren
8. Kajian Pustaka
1. Kepemimpinan Kepala Sekolah
Kepemimpinan ditinjau dari arti secara etimologsi mempunyai arti mempunyai arti bimbing atau tuntun yang berasal dari kata pimpin. Dengan diemikian terdapat dua pihak di dalamnya, yakni ada yang memimpin dan juga ada yang dipimpin. Dalam bahasa Inggris leadership yang memiliki arti kepemimpinan, berasal dari kata leader yang berarti pemimpin dan aka akar katanya to lead yang mengandung beberapa arti, mengambil langkah awal, melakukan paling awal, mempelopori, mengarah pikiran pendapat orang lain, membimbing, menuntun serta menggerakkan orang lain dengan pengaruh yang dimilikinya. (Baharuddin dan Umiarsono, 2012:171-172).
Bafadal (2006: 44) memberikan pengertian tentang kepemimpinan sebagai berikut:
Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses mempengaruhi, mendorong, mengajak, menggerakkan, dan menuntun orang lain dalam proses bekerja agar berpikir, bersikap dan bertindak sesuai aturan yang berlaku dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hakikat kepemimpinan adalah kegiatan seseorang menggerakkan orang lain, agar orang lain itu berkenan melaksanakan tugas-tugasnya.
Juga penulis memaparkan tentang pendapat Yukl dalam Husaini Usman mengenai definisi kepemimpinan yang dianggap cukup mewakili selama seperempat abad adalah sebagai berikut:
1. Kepemimpinan adalah perilaku dari seseorang individu yang memimpin aktivitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang ingin dicapai bersama.
2. Kepemimpinan adalah pembentukan awal serta pemiliharaan struktur dalam harapan dan interaksi.
3. Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit, pada dan berada di atas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan rutin organisasi.
4. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan.
Istilah kepemimpinan dalam dunia pendidikan sejatinya memliki dua makna pengertian, dimana kata pendidikan menjelaskan tenantang dimana kepemimpinan itu berlamgsung, juga sekaligus menerangkan tentang sifat kepemimpinan, yakni sifat yang mendidik, membinan dan mengemong. Kepemimpinan pendidikan pada dasarnya terdapat dan berperan pada salah satu usaha yang berhubungan dengan proses mendidik dan mengajar di satu pihak, dan pihak lainnya berhubungan dengan usaha-usaha pengembangan pendidikan sebagai satu ilmu dengan segala cabang-cabang dan ilmu-ilmu lainnya. (Marno dan Triyo, 2008:32).
Dari pengertian kepemimpinan diatas, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan proses aktivitas sesorang yang mempunyai kelebihan untuk mempengaruhi, mengkondisikan dan menggerakkan seseorang agar muncul kerjasama secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan bersama yang telah direncankan bersama. Sedangkan kepemimpinan pendidikan yakni kepala sekolah yakni suatu proses aktivitas mempengaruhi, menggerakkan dan mengkondisikan seseorang atau lembaga pendidikan dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan diawal.
Oleh sebab itu, sebagai kepala sekolah harus mampu untuk mengorganisasikan sekolah dan personil yang berada di lembaganya untuk dibawa bekerjasama ke dalam situasi yang lebih baik, efisien, demokratis. Dalam proses kegiatan pelaksanaan program, kepala sekolah harus bersungguh-sungguh dalam perencanaan, pengorganisasian, dan penataannya. Agar mampu merealisasikan tugas-tugas dan fungsi kepemimpinan, maka seharusnya bagi kepala sekolah bisa memahami langkah kepemimpinan sebagaimana yang dirumuskan oleh Kementerian Agama harus memahami tugas pokok sendiri, juga mengetahui jumlah bawahan, dan mengetahui nama bawahan, menilai bawahan, mengambil tindakan, memperhatikan karir bawahan, memperhatikan kesejahteraan bawahan.
Dalam kepemimpinan sekolah berlangsung hubungan antar individu maupun kelompok (siswa, guru, kepala madrasah, orang tua, masyarakat, serta karyawan). Dari aktivitas interaksi ini akan berdampak pada terciptanya budaya organisasi sekolah yang kuat sehingga akan berpengaruh kepada pendidikan yang lebih baik dan efisien. Dengan begitu, sebab kepemimpinan kepala sekolah sangat urgent demi mewujudkan organisasi sekolah yang efektif menuju terciptanya budaya mutu.
2. Pengambilan Keputusan
Secara terminologi, pengambilan keputusan merupakan serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh seseorang dalam usaha memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi kemudian menetapkan berbagai alternatif yang dianggap paling rasional dan sesuai dengan lingkungan organisasi. (Ulbert, 2008:206). Pengambilan keputusan tidak semata-mata dilakukan pada proses pemecahan masalah, melainkan juga pada proses pembuatan pilihan pada masing-masing fungsi manajemen dalam mencapai tujuan.
George R. Terry menyatakan bahwa pengambilan keputusan merupakan pemilihan alternatif perilaku khusus, dari dua atau lebih alternatif ayang ada. Seangkan Roe (2003:68) memberikan istilah terhadap pengambilan keputusan dalam arti sempit ialah aktivitas pemilihan dan menentukan kelayakan respon dari sejumlah variasi alternatif untuk dapat memecahkan maasalah.
Dari beberapa pendapat di atas dapat kita kektahui bahwa pengambilan keputusn merupakan perumusan beberpa alternatif perilaku dalam menggarap situasi yang dihadapinya juga menetapkan pilihan yang tepat antara beberapa alternatif tersebut dalam mencapai tujuan para pengambil keputusan. Adapun hasil dari pengambilan keputusan adalah keputusan. Pembuatan keputusan terjadi di dalam situasi-situasi yang meminta seseorang harus membuat prediksi ke depan, memilih salah satu di antara dua pilihan atau lebih, membuat estimasi (prakiraan) mengenai frekuensi prakiraan yang akan terjadi. Pengambilan keputusan sangat penting bagi seorang kepala sekolah karena proses pengambilan keputusan mempunyai peran penting dalam memotivasi, kepemimpinan, komunikasi, koordinasi dan perubahan organisasi. Oleh karena itu, setiap kepala sekolah harus memiliki ketrampilan dalam mengambil keputusan secara cepat, tepat, efektif dan efisien sehingga tujuan pendidikan akan tercapai.
9. Kerangka Konseptual
1. Kepemimpinan Kepala Sekolah
Kepemimpinan kepala sekolah merupakan cara seorang kepala sekolah dalam mengelola sebuah lembaga pendidikan, dimana hal itu aka berdampak baik ataupun buruk terhadap sekolah yang dipimpinnya. Maka, kualitas suatu sekolah ditentukan oleh kualitas seorang kepala sekolah dalam mengelola lembaganya
2. Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan dapat kita artikan sebagai suatu aktivitas seorang kepala sekolah di dalam menentukan suatu kebijakan atau menyelesaikan permasalahan yang ada di lembaganya. Maka sangat penting bagi seorang pemimpin untuk mengidentifikasi permasalahn tersebut sebelum melakukan pengambilan sutau keputusan ayang ada, dengan bertujuan keputusan yang telah ditetapkan akan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di dalamnya.
10. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian ini berusaha untuk mengungkapkan kepemimpinan kepala sekolah dan proses pengambilan keputusan yang dilakukan kepala sekolah. Penelitian ini lebih menekankan pada kepemimpinan kepala sekolah dalam proses pengambilan keputusan. Proses yang dimaksud adalah kegiatan identifikasi masalah, pengumpulan dan penganalisis data, pembuatan alternatifalternatif kebijakan, pemilihan salah satu alternatif terbaik, pelaksanaan keputusan, pemantauan dan pengevaluasian hasil pelaksanaan keputusan. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama yang merencanakan, merancang, melaksanakan, mengumpulkan data, menganalisis data, menarik kesimpulan dan menyusun laporan penelitian. Berdasarkan karakteristik tersebut maka pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yng dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik (utuh), dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfatkan berbagai metode ilmiah (Meleong, 2012:4)
Sesuai dengan topik yang peneliti angkat yakni kepemimpinan kepala sekolah dalam pengambilan keputusan di Madrasah Aliyah Al-Imam Grujugan Lor jambesari Ds, maka penelitian ini menghendaki adanya eksplorasi langsung ke lokasi penelitian. Untuk itu, peneliti akan menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) yang dilakukan melalui pengamatan langsung ke lokasi yang dijadikan obyek penelitian yang berorientasi pada temuan atau gejala alami. Sedangkan berdasarkan sifatnya penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yang berusaha menggambarkan situasi atau mengenai bidang tertentu. Penelitian ini menggambarkan suatu kejadian atau penemuan dengan disertai data yang diperoleh di lapangan. Dalam hal ini gambaran tentang kepemimpinan kepala sekolah dalam proses pengambilan keputusan di Madrasah Aliyah Al-Imam Grujugan Lor jambesari Darus Sholah Bondowoso, yang meliputi mekanisme pengambilan keputusan, pertimbangan kepala sekolah, implementasi keputusan dan sosialisasinya
11. Lokasi Penelitian
Lokasi Penelitian ini berada di Desa Grujuga Lor Kecamatan Jambesari Ds yang berada di bawah naungan yayasan Pondok Pesantren Al-Imam.
12. Instrumen Penelitian
Adapun yang digunakan dalam mengumpulkan data dalam penelitian ialah sebagai berikut :
1. Metode Observasi
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan observasi non partisipan. Artinya peneliti tidak ikut dalam kehidupan orang yang akan di observasi dan secara terpisah berkedudukan selaku pengamat. Data data yang ingin di peroleh peneliti dalam metode observasi adalah sebagai berikut :
1. Letak lokasi penelitian yaitu Madrasah Aliyah Al-Imam Grujugan Lor Jambesari Darus Sholah Bondowoso
2. Kondisi Madrasah Madrasah Aliyah Al-Imam Grujugan Lor Jambesari Darus Sholah Bondowoso, khususnya tentang kepemimpinan kepala sekolah dalam pengambilan keputusan di Madrasah Aliyah Al-Imam Grujugan Lor Jambesari Darus Sholah Bondowoso
3. Langkah-langkah kepala sekolah dalam pengambilan keputusan di Madrasah Aliyah Al-Imam Grujugan Lor Jambesari Darus Sholah Bondowoso
2. Metode Interview /Wawancara
Wawancara adalah proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dalam mana dua orangn atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi-informasi atau keterangan-keterangan. (Cholid Narbuko, 2005 : 83 )
Wawancara yang dilakukan pada penelitian ini adalah wawancara bebas terpimpin dimana pewawancara hanya membawa pedoman yang berisikan garis besarnya saja dari pertanyaan yang akan diberikan kepada terwawancara dan pengembangannya dilakukan pada saat wawancara berlangsung.
3. Metode Dokumentasi
Data yang ingin diperoleh dari metode dokumentasi adalah data di Madrasah Aliyah Al-Imam Grujugan Lor jambesari Darus Sholah Bondowoso,. Metode ini digunakan untuk mempelajari data-data yang sudah didokumentasikan, baik yang resmi maupun tidak resmi, asalkan data tersebut bukan data palsu. Dalam hal ini data yang diperoleh adalah :
4. Sejarah berdirinya Lembaga
5. Struktur Organisasi Lembaga
6. Denah Lokasi Lembaga
7. Data tenaga pengajar lembaga
8. Data siswa
9. Sarana prasarana lembaga
10. Dan data lain yang diperlukan dalam proses penelitian
13. Data dan Sumber Data
Data merupakan bahan keterangan tentang suatu objek penelitian. Data dalam penelitian ini bersumber dari hasil analisis dokumentasi, wawancara, dam hasil pengamatan yang diolah hingga dapat diketahui gambaran kepemimpinan kepala sekolah dalam melakukan pengambilan keputusan. Oleh sebab iti data yang terkumpul berupa:
1. Data Profil Sekolah
2. Data Biodata Kepala Sekolah
3. Data keputusan yang dikeluarkan sekolah
4. Catatan hasil pengamatan
Sebelum kegiatan penelitian dilaksanakan, perlu ditentukan sumber data yang akan dijadikan sebagai bahan laporan, yaitu darimana data itu diperoleh, sehingga penelitian akan lebih mudah untuk mengetahui masalah yang akan diteliti. Suharsimi Arikunto (2010, 129) mengungkapkan bahwa yang dimaksud sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data diperoleh. Dalam penelitian ini, sumber data yang diperoleh oleh peneliti melalui Kepalas Madrasah, Wakil Kepala Madrasah, dan Guru di Madrasah Aliyah Al-Imam Grujugan Lor jambesari Ds.
14. Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data, sebagai berikut:
1. Observasi
2. Wawancara mendalam
3. Dokumentasi
15. Analisis Data
Setelah melakukan studi pendahuluan dan menentukan fokus penelitian, selanjutnya dilakukan pengumpulan data selama di lapangan. Dalam pemilihan data yang original dan dapat terpercaya dibutuhkan metode analisis data yang tepat, seperti yang dinyatakan oleh Miles (1994) dan Faisal (2003) tentang konsep interaktif dalam analisis data yakni:
1. Reduksi Data
Data yang diperoeh ditulis dalam bentuk laporan atau data terperinci. Laporan yang disusun berdasarkan data yang diperoleh direduksi, dirangkum, dipilih hal-hal yang pokok. Difokuskan pada hal-hal yang penting
2. Penyajian Data
Data yang diperoleh dikategorikan sesuai pokok permasalahn dan dibuat dalam bentuk matriks sehingga memudahkan peneliti untuk melihat pola-pola hubungan satu data dengan data lainnya.
3. Penyimpulan dan Verifikasi Data
Kegiatan penyimpulan merupakan langkah lebih lanjut dari kegiatan reduksi dan penyajian data. Data yang sudah direduksi dan disajikan secara sistematis akan disimplkan semnetara. Kesmipulan sementara perlu verifikasi dengan menggunakan teknik triangulasi data dan metode wawancara.
4. Penarikan Kesimpulan Akhir
Kesimpulan akhir diperoleh berdasarkan kesimpulan sementara yang telah diverifikasi. Kesimpulan final ini diharapkan dapat diperoleh setelah pengumpulan data selesai
16. Pengecekan Keabsahan Data
Teknik pengecekan keabsahan data yaitu dengan cara pengambilan data-data melalui beberapa tahap penyaringan dan tahap melengkapi data yang masih kurang.
Patton dalam bukunya Moelong (2012:330) untuk memeriksa keabsahan data pada penelitian kualitatif makan digunakan taraf kepercayaan data dengan teknik triangulasi. Teknik triangulasi yang digunakan adalah teknik pemeriksaan dengan memanfaatkan penggunaan sumber berarti membandingkan dan mengecek balik drajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda.
Menurut Denzim (1978) yang dikutip oleh Suheri (2017: 50-51) terdapat 4 macam Triangulasi sebagai teknik pemeriksaan. Salah satunya trianggulasi sumber, yakni dengan sumber, yakni membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaa suatu informasi yang diperoleh melalui alat dan waktu yang berbeda. Data-data yang diperoleh maka akan disesuaikan terlebih dahulu. Menggunakan trianggulasi dengan sumber yaitu membandingkan dan mengecek infrormasi dari (observasi, wawancara, dan dokumentasi) hingga memperoleh suatu kesimpulan.
Hal tersebut, guna menjaga tingkta keabsahan data sehingga bisa dipertanggung jawabkan keabsahannya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan trianggulasi dengan sumber. Dengan demikian, trianggulasi dengan sumber artinya membandingakn dan mengecek kembali sehingga menghasilkan suatu kesimpulan selanjutnya diminta kesepakatan (member chek) dari berbagai sumber tersebut. Teknik trianggulasi berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda.
Daftar Pustaka
Asmani, J. M. 2012. Tips Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Yogyakarta: Diva
Baharuddin dan Umiarso, 2012, Kepemimpinan Pendidikan Islam; Antara Teori dan Praktik. Yogyakarta: Ar Ruzz Media
Danim. S. 2010. Kepemimpinan Pendidikan Kepemimpinan Jenius (IQ+EQ), Etika, Perilaku Motivasional, dan Mitos. Bandung: Alfabeta
https://doi.org/10.31851/jmksp.v4i1.2474
Husaini Usman, 2011, Manajemen: Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Husaini, H., & Fitria, H. (2019). Manajemen Kepemimpinan pada Lembaga Pendidikan Islam. JMKSP: Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, Dan Supervisi Pendidikan, 4(1),43–54
Kamrani Buseri, 2010, Reinventing Pendidikan Islam: Menggagas Kembali Pendidikan Islam yang Lebih Baik. Banjarmasin: Antasari Press
Leslie W Rue, et. al. 2003, Management: Skills and Application. New York: McGraw-Hill Companies
Lexy J. Meleong, 2012, Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remeja Rosdakarya
Marno dan Triyo Supriyatno, 2008, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Islam. Bandung: Rafika Aditama
Miftah Thoha, 2012, Kepemimpinan dalam Manajemen, Jakarta: Rajawali Press
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE Publications.
Mulyasa. 2007. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung: Rosda Karya
Ningsih, B. Dan W. (2014). Peningkatan Disiplin. Siswa Dengan Lawayan. Informasi Media Film. Jurnal Empati, Volume 1, Nomor 1, 73–92.
Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan
Purwanto Indra. (2019). Kepemimpinan. Kepala Sekolah Dalam Pengambiln Keputusan Di SMK Muhammadiyah Bumiayu Kabupaten Brebes. Institut Agama Islam Negeri Purwokerto.
Sugiyono, 2013, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
Sujarweni Wiratna.2003, Metodologi Penelitian, Yogyakarta. PUSTAKA BARU PRESS
Ulbert Silalahi, 2008, Studi Tentang Ilmu Administrasi. Bandung: Sinar Baru Algesindo
Wahyudi, 2009, Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Organisasi Pembelajaran (Learning Organization). Jakarta: Alfabet.