Kehadiran era Society 5.0 menuntut lembaga pendidikan Islam, khususnya madrasah, untuk tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan akademik dan keagamaan, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan abad 21. Di tengah disrupsi ini, peran Kepala Madrasah menjadi sangat krusial. Kepemimpinan transformasional dianggap sebagai model yang paling relevan.
Penelitian ini menyoroti bagaimana Kepala Madrasah di berbagai MAN (Madrasah Aliyah Negeri) unggulan menerapkan empat dimensi kepemimpinan transformasional: pengaruh ideal (idealized influence), motivasi inspirasional (inspirational motivation), stimulasi intelektual (intellectual stimulation), dan pertimbangan individual (individualized consideration). Data menunjukkan peningkatan signifikan dalam adopsi teknologi pembelajaran oleh guru setelah intervensi kepemimpinan yang proaktif.
Namun demikian, tantangan struktural dan keterbatasan infrastruktur di beberapa daerah masih menjadi penghalang. Ke depannya, sinergi antara Kementerian Agama, komite madrasah, dan pemangku kepentingan lokal diperlukan untuk menciptakan ekosistem pendidikan Islam yang tangguh dan berdaya saing global.