ABSTRAK

Program Tahfizhul Quran di SDN Prajekan Kidul 1 merupakan salah satu program unggulan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2013. Program ini menjadi menarik untuk diteliti karena pada saat itu masih sangat sedikit sekolah dasar negeri yang memiliki kegiatan tahfidz secara berkelanjutan hingga melaksanakan wisuda tahfidz. Wisuda pertama yang diselenggarakan pada tahun 2014 menjadi awal meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah, sehingga jumlah peserta didik terus bertambah dari tahun ke tahun. Keberlangsungan program hingga saat ini menunjukkan adanya pengelolaan yang baik dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program Tahfizhul Quran.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, implementasi, dan evaluasi manajemen pengembangan Tahfizhul Quran di SDN Prajekan Kidul 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan memperoleh pemahaman secara mendalam mengenai proses pengelolaan program Tahfizhul Quran yang telah berlangsung secara berkesinambungan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai proses perencanaan yang dilakukan sekolah dalam mengembangkan program Tahfizhul Quran, pelaksanaan program yang meliputi kegiatan tahfidz, ziyadah, murojaah, tasmi', serta pendampingan oleh guru Pendidikan Agama Islam, dan evaluasi yang dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas program dari tahun ke tahun. Melalui pengelolaan yang terencana, program Tahfizhul Quran di SDN Prajekan Kidul 1 diharapkan mampu membentuk peserta didik yang mencintai Al -Qur'an, memiliki kemampuan menghafal yang baik, serta berkarakter religius. Kata Kunci: manajemen pengembangan, Tahfizhul Quran, sekolah dasar negeri, pendidikan karakter religious.

iv

DAFTAR ISI

COVER ................................................................................................................ i KATA PENGANTAR ......................................................................................... ii ABSTRAK ........................................................................................................... iii DAFTAR ISI ........................................................................................................ iv BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 5 A. Latar Belakang .......................................................................................... 5 B. Fokus Penelitian ........................................................................................ 7 C. Tujuan Penilitian ....................................................................................... 7 D. Manfaat Penilitian ..................................................................................... 8 E. Defenisi Konseptual .................................................................................. 8 F. Metodologi Penilitian ................................................................................ 8 BAB II KAJIAN TEORITIK ............................................................................. 9 A. Kajian Teori Manajemen Pengembangan ................................................. 9 B. Kajian Teori Tahfidzul Qur’an.................................................................. 12 C. Manajemen Pengembangan Tahfidzul Qur’an.......................................... 14 D. Penelitian Terdahulu ................................................................................. 16 E. Kerangka Berfikir...................................................................................... 18 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ......................................................... 20 BAB IV PENUTUP ............................................................................................ 23 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 25

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, maupun akhlak. Di era modern seperti saat ini, pendidikan tidak hanya dituntut untuk menghasilkan peserta didik yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan berlandaskan nilai -nilai keagamaan. Oleh karena itu, setiap lembaga pendidikan memiliki berbagai strategi dalam mengembangkan program yang dapat membentuk karakter religius peserta didik sejak usia dini.

Salah satu bentuk pengembangan pendidikan keagamaan adalah melalui program Tahfizhul Quran. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur'an sekaligus membiasakan mereka membaca, menghafal, dan mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari -hari. Selama ini, program tahfidz lebih banyak dijumpai di madrasah, pondok pesantren, maupun sekolah Islam terpadu. Sementara itu, sekolah dasar negeri yang memiliki program tahfidz secara berkelanjutan masih tergolong sedikit, terutama pada awal pelaksanaannya sekitar tahun 2013–2014. SDN Prajekan Kidul 1 merupakan salah satu sekolah dasar negeri yang memiliki program Tahfizhul Quran sejak tahun 2013. Program ini digagas oleh guru Pendidikan Agama Islam senior, yaitu Ibu Mardiyah, dengan tujuan meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membaca dan menghafal Al -Qur'an serta menanamkan kecintaan terhadap Al Qur'an sejak usia sekolah dasar. Pada awal pelaksanaannya, peserta didik dibimbing untuk menghafalkan Juz 30 sebagai dasar sebelum melanjutkan ke juz berikutnya.

Perkembangan program Tahfizhul Quran di SDN Prajekan Kidul 1 menunjukkan hasil yang cukup baik. Pada tahun 2014 sekolah berhasil melaksanakan wisuda tahfidz untuk pertama kalinya. Keberhasilan tersebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Sejak saat itu, jumlah peserta didik terus mengalami peningkatan, bahkan SDN Prajekan Kidul 1 mampu menjadi salah satu sekolah dasar negeri dengan jumlah peserta didik yang cukup banyak di wilayah Kecamatan Prajekan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa program Tahfizhul Quran tidak hanya memberikan dampak terhadap pembinaan karakter religius peserta didik, tetapi juga meningkatkan citra sekolah di tengah masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, program Tahfizhul Quran terus mengalami pengembangan. Kegiatan tahfidz dilaksanakan secara rutin melalui ekstrakurikuler dari hari Senin sampai Kamis. Selain kegiatan menghafal, peserta didik juga melaksanakan murojaah, ziyadah, dan tasmi' sebagai bagian dari proses pembelajaran. Sebelum mengikuti wisuda, setiap peserta diwajibkan mengikuti tasmik sebagai tes pra -wisuda untuk mengetahui kelancaran dan kualitas hafalan. Untuk menjaga kualitas hafalan peserta didik, kegiatan penyetoran hafalan tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga dapat dilaksanakan di rumah guru pendamping apabila waktu di sekolah belum mencukupi. Keberhasilan program ini tentu tidak terlepas dari adanya proses manajemen yang baik, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, guru pendamping, serta dukungan orang tua memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan program Tahfizhul Quran hingga saat ini. Program yang telah berjalan lebih dari satu dekade tersebut menunjukkan adanya komitmen sekolah dalam mengembangkan pendidikan keagamaan di lingkungan sekolah dasar negeri.

Berdasarkan uraian tersebut, peneliti memandang bahwa program Tahfizhul Quran di SDN Prajekan Kidul 1 memiliki keunikan dan layak untuk diteliti. Penelitian ini difokuskan pada bagaimana manajemen pengembangan program Tahfizhul Quran dilaksanakan, mulai dari aspek perencanaan, implementasi, hingga evaluasi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pengelolaan program Tahfizhul Quran di sekolah dasar negeri serta menjadi bahan masukan bagi sekolah lain yang ingin mengembangkan program serupa.

B. Fokus Penelitian

1. Bagaimana perencanaan manajemen pengembangan Tahfizhul Quran di SDN Prajekan Kidul 1?

2. Bagaimana implementasi manajemen pengembangan Tahfizhul Quran di SDN Prajekan Kidul 1?

3. Bagaimana evaluasi manajemen pengembangan Tahfizhul Quran di SDN Prajekan Kidul 1?

C. Tujuan Penelitian

1. Mendeskripsikan perencanaan manajemen pengembangan Tahfizhul Quran di SDN Prajekan Kidul 1.

2. Mendeskripsikan implementasi manajemen pengembangan Tahfizhul Quran di SDN Prajekan Kidul 1.

3. Mendeskripsikan evaluasi manajemen pengembangan Tahfizhul Quran di SDN Prajekan Kidul 1.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan referensi dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam, khususnya mengenai pengembangan program Tahfizhul Quran di sekolah dasar negeri.

2. Manfaat Praktis

·Bagi sekolah, sebagai bahan evaluasi dan pengembangan program Tahfizhul Quran.

·Bagi kepala sekolah dan guru, sebagai masukan dalam meningkatkan pengelolaan program Tahfizhul Quran.

·Bagi peneliti, sebagai pengalaman dan tambahan pengetahuan dalam melakukan penelitian ilmiah.

E. Defenisi Konseptual

1. Manajemen Pengembangan adalah proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk meningkatkan kualitas suatu program. Organisasi Pesantren: pengurus yang mengatur kegiatan pesantren 2. Tahfizhul Quran adalah kegiatan menghafal, menjaga, dan mengulang hafalan Al Qur'an secara terencana dan berkelanjutan.

F. Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

BAB II

KAJIAN TEORITIK

A. Kajian Teori Manajemen Pengembangan

1. Pengertian Manajemen

Manajemen merupakan suatu proses yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi melalui kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap seluruh sumber daya yang dimiliki. Manajemen tidak hanya berkaitan dengan pengaturan pekerjaan, tetapi juga mengarahkan seluruh unsur organisasi agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai secara efektif dan efisien (Terry, 2006).

Dalam dunia pendidikan, manajemen menjadi bagian yang sangat penting karena keberhasilan suatu lembaga pendidikan sangat dipengaruhi oleh kemampuan dalam mengelola program, tenaga pendidik, peserta didik, sarana prasarana, serta berbagai kegiatan pendidikan. Pengelolaan yang baik akan menghasilkan program yang berjalan secara terarah, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah (Mulyasa, 2022).

2. Pengertian Pengembangan

Pengembangan merupakan suatu proses untuk meningkatkan kualitas suatu program, sistem, maupun sumber daya agar menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Pengembangan dilakukan melalui berbagai upaya perbaikan, inovasi, dan penyempurnaan secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan lingkungan.

Dalam lembaga pendidikan, pengembangan bertujuan meningkatkan mutu layanan pendidikan sehingga mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan tujuan pendidikan. Oleh karena itu, setiap program pendidikan memerlukan pengembangan yang direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi secara berkala agar tetap relevan dengan kebutuhan peserta didik dan masyarakat.

3. Manajemen Pengembangan

Manajemen pengembangan adalah proses mengelola suatu program melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk meningkatkan kualitas program secara berkelanjutan. Dalam konteks pendidikan, manajemen pengembangan tidak hanya berorientasi pada pencapaian tujuan jangka pendek, tetapi juga pada keberlangsungan program agar terus mengalami peningkatan kualitas dari waktu ke waktu.

Keberhasilan manajemen pengembangan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain k epemimpinan kepala sekolah, kompetensi guru, dukungan orang tua, ketersediaan sarana dan prasarana, serta kerja sama seluruh warga sekolah. Apabila seluruh komponen tersebut dapat dikelola dengan baik, maka program yang dijalankan akan berkembang secara optimal dan memberikan dampak positif terhadap mutu pendidikan.

4. Fungsi-Fungsi Manajemen Pengembangan

Secara umum, fungsi manajemen meliputi empat tahapan utama, yaitu: a. Perencanaan (Planning)

Perencanaan merupakan langkah awal dalam menentukan tujuan, menyusun program kerja, menetapkan strategi, serta mempersiapkan sumber daya yang diperlukan. Perencanaan yang baik akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan program sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai secara efektif (Terry, 2006).

b. Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian adalah proses pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab kepada setiap pihak yang terlibat agar pelaksanaan program berjalan dengan baik. Dalam lembaga pendidikan, pengorganisasian dilakukan melalui pembagian tugas kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, maupun pihak lain yang mendukung program. c. Pelaksanaan (Actuating)

Pelaksanaan merupakan kegiatan menjalankan seluruh program yang telah direncanakan. Pada tahap ini diperlukan kerja sama, komunikasi, motivasi, dan koordinasi yang baik agar setiap kegiatan dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

d. Pengawasan atau Evaluasi (Controlling)

Pengawasan dilakukan untuk mengetahui apakah pelaksanaan program telah berjalan sesuai dengan rencana. Melalui evaluasi, lembaga pendidikan dapat mengetahui keberhasilan, kendala, serta langkah -langkah perbaikan yang perlu dilakukan pada periode berikutnya (Mulyasa, 2022). e. Manajemen Pengembangan dalam Pendidikan Islam Dalam perspektif pendidikan Islam, manajemen tidak hanya bertujuan mencapai efektivitas dan efisiensi organisasi, tetapi juga berlandaskan pada nilai -nilai amanah, tanggung jawab, keadilan, musyawarah, dan kemaslahatan. Oleh karena itu, setiap kegiatan manajemen harus dilaksanakan dengan memperhatikan nilai -nilai Islam sehingga tujuan pendidikan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.

Berkaitan dengan penelitian ini, manajemen pengembangan Tahfizhul Quran di SDN Prajekan Kidul 1 dapat dipahami sebagai proses pengelolaan program tahfidz yang dilakukan melalui tahap perencanaan, implementasi, dan evaluasi secara berkelanjutan. Ketiga aspek tersebut menjadi fokus utama penelitian dalam melihat bagaimana sekolah mampu mempertahankan dan mengembangkan program Tahfizhul Quran sejak tahun 2013 hingga sekarang.

B. Kajian Teori Tahfidzul Qur’an

1. Pengertian Tahfidzul Qur’an

Secara bahasa, kata tahfizh berasal dari bahasa Arab ḥafiẓa–yaḥfaẓu–ḥifẓan yang berarti menjaga, memelihara, atau menghafal. Tahfizhul Quran merupakan proses menghafal ayat -ayat Al -Qur'an dengan benar sesuai kaidah tajwid, kemudian menjaga hafalan tersebut melalui kegiatan murojaah secara berkelanjutan (Yunus, 2010).

Secara istilah, Tahfizhul Quran adalah suatu proses pembelajaran yang bertujuan membimbing peserta didik agar mampu membaca, menghafal, memahami, dan menjaga hafalan Al -Qur'an dengan baik. Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada banyaknya hafalan yang dimiliki, tetapi juga pada kualitas bacaan, ketepatan makhraj, penerapan hukum tajwid, serta pembentukan akhlak yang sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur'an (Sa'dulloh, 2018).

2. Tujuan Tahfizhul Quran

Program Tahfizhul Quran memiliki beberapa tujuan, antara lain: a. Menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur'an sejak usia dini. b. Meningkatkan kemampuan membaca Al -Qur'an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid.

c. Membiasakan peserta didik untuk menghafal dan menjaga hafalan Al -Qur'an melalui kegiatan murojaah secara rutin.

d. Membentuk karakter religius, disiplin, tanggung jawab, dan istiqamah dalam kehidupan sehari-hari.

e. Menjadikan Al -Qur'an sebagai pedoman hidup yang diamalkan dalam sikap dan perilaku peserta didik (Sa'dulloh, 2018).

3. Metode Tahfizhul Quran

Organisasi Pelaksanaan Tahfizhul Quran dapat dilakukan melalui berbagai metode pembelajaran sesuai dengan kondisi peserta didik dan tujuan program. Beberapa metode yang umum digunakan antara lain:

a. Talaqqi Metode talaqqi adalah pembelajaran dengan cara guru membacakan ayat Al -Qur'an kemudian peserta didik menirukan hingga bacaan dan hafalannya benar. Metode ini membantu peserta didik memperbaiki makhraj huruf, tajwid, dan kelancaran bacaan (Sa'dulloh, 2018). b. Ziyadah Ziyadah merupakan kegiatan menambah hafalan baru secara bertahap sesuai kemampuan peserta didik. Penambahan hafalan dilakukan setelah hafalan sebelumnya dinilai cukup baik oleh guru pendamping.

c. Murojaah Murojaah adalah kegiatan mengulang hafalan yang telah diperoleh agar tetap terjaga. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam program tahfidz karena hafalan yang tidak diulang berpotensi mudah terlupakan. d. Tikrar Tikrar merupakan metode mengulang satu ayat atau beberapa ayat secara berulang -ulang sampai hafalan benar -benar melekat dalam ingatan peserta didik.

e. Tasmi' atau Tasmik Tasmi' merupakan kegiatan memperdengarkan hafalan kepada guru atau teman untuk mengetahui ketepatan bacaan, kelancaran hafalan, dan memperbaiki kesalahan yang masih ditemukan. Dalam beberapa lembaga pendidikan, tasmi' juga menjadi salah satu bentuk evaluasi sebelum peserta didik mengikuti wisuda tahfidz.

f. Faktor Pendukung dan Penghambat Tahfizhul Quran Keberhasilan program Tahfizhul Quran dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung, di antaranya dukungan kepala sekolah, kompetensi guru pendamping, motivasi peserta didik, dukungan orang tua, lingkungan belajar

yang kondusif, serta tersedianya sarana dan prasarana yang memadai (Mulyasa, 2022).

Di sisi lain, terdapat beberapa faktor yang dapat menghambat pelaksanaan program, seperti keterbatasan waktu pembelajaran, kemampuan peserta didik yang berbeda -beda, kurangnya pendampingan dari keluarga, serta kesulitan peserta didik dalam menjaga konsistensi murojaah. g. Tahfizhul Quran di Sekolah Dasar Pelaksanaan Tahfizhul Quran di sekolah dasar merupakan salah satu bentuk penguatan pendidikan karakter religius. Program ini tidak hanya bertujuan menghasilkan peserta didik yang mampu menghafal Al -Qur'an, tetapi juga membentuk kebiasaan beribadah, kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak mulia sejak usia dini. Keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh manajemen sekolah, kerja sama guru, dukungan orang tua, serta pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus.

Dalam penelitian ini, Tahfizhul Quran dipahami sebagai program ekstrakurikuler yang dikembangkan di SDN Prajekan Kidul 1 sejak tahun 2013. Program ini diawali dengan hafalan Juz 30, kemudian dilanjutkan ke juz berikutnya sesuai kemampuan peserta didik. Kegiatan pembelajaran meliputi talaqqi, ziyadah, murojaah, tikrar, dan tasmi' yang dilaksanakan secara terencana serta didukung oleh kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan orang tua peserta didik.

C. Manajemen Pengembangan Tahfizhul Quran

Manajemen pengembangan Tahfizhul Quran merupakan proses pengelolaan program tahfidz yang dilakukan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaannya, manajemen pengembangan tidak hanya berfokus pada pencapaian target hafalan peserta didik, tetapi juga pada peningkatan mutu program melalui proses perencanaan, implementasi, dan evaluasi secara terus-menerus (Mulyasa, 2022). Program Tahfizhul Quran yang dikelola dengan baik akan memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran, karakter religius peserta didik, serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan. Oleh karena itu, setiap

sekolah perlu memiliki sistem pengelolaan yang jelas agar program dapat berjalan secara efektif dan berkesinambungan (George R. Terry, 2006).

1. Perencanaan Program Tahfizhul Quran

Perencanaan merupakan langkah awal dalam penyelenggaraan program Tahfizhul Quran. Pada tahap ini, sekolah menetapkan tujuan program, menyusun jadwal kegiatan, menentukan metode pembelajaran, menyiapkan guru pendamping, serta merancang kegiatan pendukung yang dapat menunjang keberhasilan program (George R. Terry, 2006).

Perencanaan yang baik akan mempermudah pelaksanaan program karena seluruh kegiatan telah disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik dan kemampuan sekolah. Selain itu, dukungan kepala sekolah, guru, dan orang tua menjadi bagian penting dalam mewujudkan keberhasilan perencanaan program Tahfizhul Quran (Mulyasa, 2022).

2. Implementasi Program Tahfizhul Quran

Implementasi merupakan tahap pelaksanaan seluruh kegiatan yang telah direncanakan. Dalam program Tahfizhul Quran, implementasi dilakukan melalui kegiatan pembelajaran hafalan secara rutin dengan menggunakan metode talaqqi, ziyadah, murojaah, tikrar, dan tasmi'. Metode -metode tersebut bertujuan membantu peserta didik menghafal Al -Qur'an secara bertahap serta menjaga kualitas hafalan yang telah diperoleh (Sa'dulloh, 2018). Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh kompetensi guru pendamping, motivasi peserta didik, dukungan orang tua, serta pembiasaan mengulang hafalan secara terus -menerus. Kerja sama antara sekolah dan keluarga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan hafalan peserta didik (Mulyasa, 2022).

3. Evaluasi Program Tahfizhul Quran

Evaluasi merupakan kegiatan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan program Tahfizhul Quran. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan antara tujuan yang telah direncanakan dengan hasil yang telah dicapai sehingga dapat diketahui kelebihan, kekurangan, serta langkah perbaikan yang perlu dilakukan pada periode berikutnya (George R. Terry, 2006). Dalam program Tahfizhul Quran, evaluasi dapat dilakukan melalui kegiatan tasmi' atau tasmik, pemantauan perkembangan hafalan peserta didik, serta rapat

evaluasi yang melibatkan kepala sekolah dan guru pendamping. Hasil evaluasi menjadi dasar dalam menyusun strategi pengembangan program agar kualitas pembelajaran Tahfizhul Quran terus meningkat (Mulyasa, 2022).

4. Indikator Keberhasilan Manajemen Pengembangan Tahfizhul Quran

Keberhasilan manajemen pengembangan Tahfizhul Quran dapat dilihat dari beberapa indikator, yaitu tersusunnya program secara sistematis, terlaksananya kegiatan tahfidz secara rutin, meningkatnya kemampuan hafalan peserta didik, terlaksananya tasmi' dan wisuda tahfidz secara berkala, serta adanya dukungan yang baik dari kepala sekolah, guru, dan orang tua (Sa'dulloh, 2018). Dengan demikian, manajemen pengembangan Tahfizhul Quran merupakan suatu proses yang melibatkan perencanaan, implementasi, dan evaluasi secara terpadu. Ketiga aspek tersebut menjadi dasar dalam mengembangkan program Tahfizhul Quran sehingga mampu menghasilkan peserta didik yang memiliki kemampuan menghafal Al-Qur'an sekaligus berkarakter religius (Mulyasa, 2022).

D. Penelitian Terdahulu

1. Yaya Suryana, Dian, dan Siti Nuraeni (2019) dalam artikel berjudul Manajemen Program Tahfidz Al -Quran yang diterbitkan pada Jurnal ISEMA: Islamic Educational Management.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menunjukkan bahwa keberhasilan program tahfidz ditentukan oleh pelaksanaan fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pemotivasian, pengawasan, dan evaluasi. Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian ini adalah sama -sama mengkaji manajemen program tahfidz. Perbedaannya terletak pada lokasi penelitian. Penelitian Yaya Suryana dkk. dilakukan di Pondok Pesantren Tahfidz Al -Qur'an Assalaam, sedangkan penelitian ini dilakukan di SDN Prajekan Kidul 1. (Suryana, Dian, & Nuraeni, 2019).

2. Fitrianti Tita Zauhara dan Triono Ali Mustofa (2023) dalam artikel berjudul Manajemen Program Tahfidz al -Qur'an dalam Mencapai Keberhasilan Lulusan (Studi Kasus di SMP Al -Irsyad Surakarta) yang diterbitkan pada Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program tahfidz yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengontrolan, dan evaluasi berpengaruh terhadap

keberhasilan lulusan. Persamaan penelitian ini terletak pada pembahasan mengenai fungsi manajemen program tahfidz, sedangkan perbedaannya adalah penelitian tersebut dilakukan di tingkat SMP, sementara penelitian ini dilakukan pada sekolah dasar negeri. (Zauhara & Mustofa, 2023). 3. Khotim H. Najib dan Suhayla Nur Afifi (2023) dalam artikel berjudul Manajemen Program Tahfizh Al-Qur'an di Sekolah Menengah Pertama yang diterbitkan pada Jurnal Manajemen Pendidikan.

Penelitian ini menjelaskan bahwa keberhasilan program tahfizh dipengaruhi oleh perencanaan yang matang, pelaksanaan yang konsisten, serta evaluasi yang dilakukan secara berkala. Persamaannya adalah sama -sama mengkaji manajemen program tahfizh, sedangkan perbedaannya terletak pada jenjang pendidikan dan lokasi penelitian. (Najib & Afifi, 2023).

4. Ismael, Muazza, dan Sulistiyo (2023) dalam artikel berjudul Program Unggulan Sekolah Berbasis Islam: Analisis Manajemen Program Tahfiz Qur'an untuk Ketercapaian Target Hafalan yang diterbitkan pada Fitrah: Journal of Islamic Education.

Penelitian ini menjelaskan bahwa pencapaian target hafalan dipengaruhi oleh pengelolaan program yang sistematis, dukungan guru, serta keterlibatan orang tua. Persamaan penelitian ini adalah sama -sama membahas manajemen program tahfiz, sedangkan perbedaannya terletak pada fokus penelitian yang lebih menitikberatkan pada ketercapaian target hafalan. (Ismael, Muazza, & Sulistiyo, 2023).

5. Artikel berjudul Manajemen Program Tahfidz Dalam Meningkatkan dan

Memperbaiki Bacaan Al -Qur'an Peserta Didik yang diterbitkan dalam Al -Idarah: Jurnal Kependidikan Islam (2023)

menjelaskan bahwa pengelolaan program tahfidz yang baik mampu meningkatkan kualitas bacaan Al -Qur'an peserta didik melalui perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian ini adalah sama -sama membahas manajemen program tahfidz, sedangkan perbedaannya terletak pada fokus penelitian yang lebih menekankan peningkatan kualitas bacaan Al-Qur'an peserta didik.

Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu tersebut, dapat diketahui bahwa penelitian mengenai manajemen program Tahfizhul Quran telah banyak dilakukan pada berbagai lembaga pendidikan. Namun, penelitian mengenai Manajemen Pengembangan Tahfizhul Quran di SDN Prajekan Kidul 1 belum ditemukan. Penelitian ini memiliki kebaruan karena memfokuskan kajian pada perencanaan, implementasi, dan evaluasi pengembangan program Tahfizhul Quran di sekolah dasar negeri yang telah menyelenggarakan program tersebut secara berkelanjutan sejak tahun 2013 hingga sekarang.

E. Kerangka Berfikir

Manajemen merupakan proses yang meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (George R. Terry, 2006). Dalam konteks program Tahfizhul Quran, penerapan fungsi -fungsi manajemen menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan program. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan program tahfiz dipengaruhi oleh perencanaan yang matang, pelaksanaan yang terarah, serta evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan (Najib & Afifi, 2023).

Penelitian ini berangkat dari fenomena bahwa SDN Prajekan Kidul 1 merupakan sekolah dasar negeri yang telah menyelenggarakan program Tahfizhul Quran sejak tahun 2013 dan masih berjalan hingga sekarang. Program tersebut mengalami perkembangan, baik dari jumlah peserta, jumlah guru pendamping, maupun pelaksanaan kegiatan seperti murojaah, ziyadah, tasmi', dan wisuda tahfidz. Kondisi tersebut menunjukkan adanya proses pengembangan program yang menarik untuk dikaji dari aspek manajemennya.

Penelitian ini memfokuskan kajian pada tiga aspek utama, yaitu perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Aspek perencanaan meliputi penyusunan tujuan program, penentuan jadwal kegiatan, penyiapan guru pendamping, serta dukungan kepala

sekolah dan orang tua. Aspek implementasi meliputi pelaksanaan kegiatan tahfidz, penggunaan metode pembelajaran, kegiatan murojaah, ziyadah, tasmi', serta pendampingan peserta didik. Adapun aspek evaluasi meliputi penilaian perkembangan hafalan peserta didik, pelaksanaan tasmik sebelum wisuda, serta evaluasi program yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk perbaikan program pada periode berikutnya (Suryana, Dian, & Nuraeni, 2019; Najib & Afifi, 2023). Melalui ketiga aspek tersebut diharapkan dapat diperoleh gambaran secara mendalam mengenai bagaimana manajemen pengembangan Tahfizhul Quran di SDN Prajekan Kidul 1 dilaksanakan, faktor -faktor yang mendukung maupun menghambat pelaksanaannya, serta kontribusinya terhadap keberlangsungan program dan pembentukan karakter religius peserta didik.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman secara mendalam mengenai manajemen pengembangan Tahfizhul Quran di SDN Prajekan Kidul 1. Penelitian ini tidak berorientasi pada angka, tetapi lebih menekankan pada pengungkapan fakta, proses, serta makna dari pelaksanaan program Tahfizhul Quran.

B. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SDN Prajekan Kidul 1, Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso. Lokasi tersebut dipilih karena merupakan salah satu sekolah dasar negeri yang telah menyelenggarakan program Tahfizhul Quran sejak tahun 2013 dan masih berlangsung hingga saat ini. Program tersebut menjadi salah satu program unggulan sekolah yang terus mengalami perkembangan.

C. Kehadiran Peneliti

Dalam penelitian kualitatif, peneliti merupakan instrumen utama yang berperan dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data. Peneliti hadir secara langsung di lokasi penelitian untuk melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi sehingga memperoleh data yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

D. Sumber data

Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder.

1. Data primer diperoleh secara langsung melalui hasil wawancara dan observasi terhadap pihak -pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan program Tahfizhul Quran di SDN Prajekan Kidul 1.

2. Data sekunder diperoleh dari berbagai dokumen sekolah, buku, jurnal ilmiah, artikel, serta sumber lain yang berkaitan dengan manajemen pengembangan Tahfizhul Quran.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi: 1. Observasi, yaitu mengamati secara langsung pelaksanaan program Tahfizhul Quran di SDN Prajekan Kidul 1.

2. Wawancara, yaitu melakukan tanya jawab secara langsung dengan informan yang berkaitan dengan penelitian.

3. Dokumentasi, yaitu mengumpulkan dokumen, foto, arsip, maupun data lain yang berkaitan dengan program Tahfizhul Quran.

F. Teknik Analisis Data

Analisis data dilakukan sejak awal penelitian hingga penelitian selesai. Tahapan analisis data meliputi:

1. Reduksi data, yaitu memilih dan menyederhanakan data yang diperoleh dari lapangan.

2. Penyajian data, yaitu menyusun data dalam bentuk uraian yang sistematis agar mudah dipahami.

3. Penarikan kesimpulan, yaitu memberikan makna terhadap data yang telah dianalisis sehingga diperoleh kesimpulan penelitian.

G. Pengecekan Keabsahan Data

Untuk memperoleh data yang valid, peneliti menggunakan teknik triangulasi. Triangulasi dilakukan dengan membandingkan data hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi sehingga data yang diperoleh memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi.

H. Tahap-Tahap Penelitian

Tahapan penelitian meliputi:

1. Tahap persiapan, yaitu menentukan masalah penelitian, menyusun proposal, dan mempersiapkan instrumen penelitian.

2. Tahap pelaksanaan, yaitu melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi di lokasi penelitian.

3. Tahap analisis data, yaitu mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan data yang diperoleh.

\

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa manajemen pengembangan Tahfizhul Quran merupakan proses pengelolaan program yang dilakukan secara sistematis melalui tahap perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Ketiga aspek tersebut menjadi dasar dalam mengembangkan program Tahfizhul Quran agar berjalan secara efektif, terarah, dan berkelanjutan. Program Tahfizhul Quran di SDN Prajekan Kidul 1 merupakan salah satu program unggulan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2013 dan masih berlangsung hingga sekarang. Keberhasilan program tersebut menunjukkan bahwa sekolah dasar negeri juga mampu mengembangkan pendidikan berbasis Al -Qur'an melalui pengelolaan yang baik, dukungan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, orang tua, serta partisipasi aktif peserta didik.

Melalui penelitian ini diharapkan dapat diperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai proses perencanaan, implementasi, dan evaluasi program Tahfizhul Quran di SDN Prajekan Kidul 1. Hasil penelitian nantinya diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan program Tahfizhul Quran serta menjadi referensi bagi lembaga pendidikan lain yang ingin mengembangkan program serupa.

B. Saran

Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran yang dapat disampaikan sebagai berikut.

1. Bagi sekolah, diharapkan terus mempertahankan dan mengembangkan program Tahfizhul Quran sebagai salah satu program unggulan yang mendukung pembentukan karakter religius peserta didik.

2. Bagi kepala sekolah dan guru, diharapkan terus meningkatkan koordinasi, pembinaan, serta evaluasi program agar pelaksanaan Tahfizhul Quran semakin efektif dan berkelanjutan.

3. Bagi orang tua, diharapkan terus memberikan motivasi dan pendampingan kepada peserta didik dalam menjaga serta menambah hafalan Al-Qur'an di rumah. 4. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dengan cakupan yang lebih luas, baik dari aspek manajemen maupun dampak program Tahfizhul Quran terhadap prestasi akademik dan karakter peserta didik.

DAFTAR PUSTAKA

George R. Terry. (2006). Prinsip-Prinsip Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara. Mulyasa, E. (2022). Manajemen Berbasis Sekolah: Konsep, Strategi, dan Implementasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sa'dulloh. (2018). 9 Cara Praktis Menghafal Al-Qur'an. Jakarta: Gema Insani. Suryana, Y., Dian, & Nuraeni, S. (2019). "Manajemen Program Tahfidz Al-Qur'an." Jurnal ISEMA: Islamic Educational Management, 4(1).

Zauhara, F. T., & Mustofa, T. A. (2023). "Manajemen Program Tahfidz Al-Qur'an dalam Mencapai Keberhasilan Lulusan (Studi Kasus di SMP Al-Irsyad Surakarta)." Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, 11(2).

Najib, K. H., & Afifi, S. N. (2023). "Manajemen Program Tahfizh Al-Qur'an di Sekolah Menengah Pertama." Jurnal Manajemen Pendidikan.

Ismael, Muazza, & Sulistiyo. (2023). "Program Unggulan Sekolah Berbasis Islam: Analisis Manajemen Program Tahfiz Qur'an untuk Ketercapaian Target Hafalan." Fitrah: Journal of Islamic Education.

Mawardah, R., Utaminingsih, S., & Khamdun. (2024). "Manajemen Pengelolaan Program Tahfidz Al-Qur'an dengan Metode Qiro'ati di SD Miftahussa'adah Gebog Kudus." Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar.

Idola, D. M., Hendriani, S., dkk. (2024). "Implementation Strategy of Tahfiz Program Management in Islamic Elementary Schools." Al-Idarah: Jurnal Kependidikan Islam. "Manajemen Program Tahfidz dalam Meningkatkan dan Memperbaiki Bacaan Al-Qur'an Peserta Didik." (2023). Al-Idarah: Jurnal Kependidikan Islam.