PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Perubahan sosial dan kemajuan teknologi yang begitu cepat pada era modern telah membawa dampak besar terhadap sistem pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Dinamika globalisasi, digitalisasi manajemen, dan kompetisi antar lembaga pendidikan menuntut adanya pembaruan paradigma pengelolaan yang adaptif dan visioner. Dalam konteks ini, banyak lembaga pendidikan Islam mengalami tantangan serius: mulai dari lemahnya tata kelola, rendahnya efisiensi administrasi, hingga ketidakseimbangan antara nilai-nilai spiritual dan tuntutan profesionalisme. Fenomena tersebut menimbulkan krisis orientasi dalam pengelolaan pendidikan Islam yang sering kali masih terjebak dalam pendekatan administratif semata. Akibatnya, nilai-nilai ilahiah dan etika Qur’ani yang seharusnya menjadi jiwa manajemen pendidikan sering kali terabaikan. Oleh karena itu, kajian tentang manajemen pendidikan Islam perlu diletakkan dalam perspektif filsafat ilmu, khususnya melalui analisis ontologis, epistemologis, dan aksiologis, agar pengembangan ilmunya tidak kehilangan arah dan tetap selaras dengan prinsip-prinsip keislaman.

Kajian tentang manajemen pendidikan Islam telah banyak dilakukan, baik dalam konteks kelembagaan, kepemimpinan, maupun strategi pengelolaan mutu. Sebagian besar penelitian sebelumnya menyoroti aspek teknis dan administratif, seperti efektivitas kepemimpinan islami, penerapan Total Quality Management (TQM) di lembaga Islam, dan implementasi nilai-nilai spiritual dalam pengelolaan pendidikan. Namun, sebagian besar studi tersebut belum menyentuh dimensi filosofis secara mendalam, terutama yang berkaitan dengan hakikat ontologis (dasar keberadaan ilmu), epistemologis (cara memperoleh dan memvalidasi ilmu), serta aksiologis (nilai dan tujuan ilmu) dari manajemen pendidikan Islam. Beberapa penelitian terdahulu cenderung hanya membandingkan antara manajemen Islam dan Barat tanpa menelaah paradigma filsafat ilmunya. Kekosongan inilah yang menjadikan penelitian ini penting untuk dilakukan — bukan sekadar membahas “bagaimana mengelola pendidikan Islam,” tetapi juga “mengapa dan untuk apa ilmu manajemen pendidikan Islam itu ada,” serta bagaimana paradigma tersebut dibangun secara konseptual dan ilmiah di era modern.

Topik tentang paradigma ilmu manajemen pendidikan Islam sangat penting untuk dikaji karena menyangkut upaya membangun fondasi keilmuan pendidikan Islam yang kokoh dan relevan dengan zaman. Dalam dunia modern yang semakin kompleks, pendidikan Islam tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan normatif dan tradisional. Diperlukan paradigma baru yang mampu menjawab tantangan global dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam. Analisis ontologis, epistemologis, dan aksiologis menjadi jalan untuk memperkuat identitas keilmuan manajemen pendidikan Islam agar tidak tereduksi oleh pendekatan pragmatis atau sekuler. Melalui analisis ontologis, kita memahami hakikat dan keberadaan ilmu ini dalam bingkai ketauhidan; melalui epistemologi, kita mengetahui sumber dan cara memperoleh pengetahuan yang sahih; dan melalui aksiologi, kita menentukan tujuan dan nilai manfaatnya bagi masyarakat. Dengan demikian, pembahasan topik ini akan berkontribusi terhadap penguatan konsep, metodologi, dan orientasi nilai dalam pengembangan manajemen pendidikan Islam di masa depan.

Fenomena menarik dari topik ini adalah munculnya ketegangan antara rasionalitas modern dan spiritualitas Islam dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam. Di satu sisi, pendidikan Islam dituntut untuk mengadopsi prinsip efisiensi, efektivitas, dan profesionalisme sebagaimana paradigma manajemen modern; namun di sisi lain, ia juga harus menjaga kemurnian nilai-nilai Islam yang berorientasi pada akhlak dan pengabdian kepada Allah. Ketegangan epistemologis ini menimbulkan persoalan identitas ilmiah dalam manajemen pendidikan Islam: apakah ilmu ini sekadar adaptasi dari teori manajemen Barat yang diberi label Islami, ataukah benar-benar berdiri di atas landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis Islam yang independen? Fenomena ini semakin kompleks dengan munculnya berbagai model manajemen hybrid di lembaga-lembaga pendidikan Islam yang mencoba menyeimbangkan antara pendekatan rasional dan spiritual. Karena itu, penelitian ini hadir untuk menjawab bagaimana paradigma ilmu manajemen pendidikan Islam dibangun secara filosofis agar mampu memberikan arah konseptual yang jelas dan aplikatif bagi pengembangan pendidikan Islam di era modern.

Berdasarkan uraian di atas, jelas bahwa riset ini memiliki urgensi teoretis dan praktis yang kuat. Secara teoretis, penelitian ini berupaya membangun fondasi keilmuan manajemen pendidikan Islam yang utuh melalui pendekatan filsafat ilmu. Secara praktis, penelitian ini diharapkan menjadi pedoman konseptual bagi para pengelola, pendidik, dan pemangku kebijakan pendidikan Islam agar mampu menerapkan prinsip-prinsip manajemen yang tidak hanya efisien secara administratif, tetapi juga berkeadilan dan bermoral. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memperkaya literatur akademik, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat eksistensi pendidikan Islam di tengah arus modernisasi global. Fokus analisis akan diarahkan pada tiga aspek utama: ontologi (hakikat keberadaan ilmu), epistemologi (landasan pengetahuan), dan aksiologi (tujuan dan nilai manfaat) dari manajemen pendidikan Islam. Ketiga aspek ini akan menjadi kerangka berpikir utama dalam merumuskan paradigma keilmuan manajemen pendidikan Islam yang relevan, berakar pada nilai-nilai wahyu, dan adaptif terhadap tantangan zaman.

2. Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah makalah diatas maka didapatkan rumusan masalah :

1. Bagaimana hakikat ontologis ilmu manajemen pendidikan Islam di era modern?

2. Bagaimana landasan epistemologis yang digunakan dalam pengembangan dan penerapan ilmu manajemen pendidikan Islam di era modern?

3. Bagaimana dimensi aksiologis ilmu manajemen pendidikan Islam dalam memberikan kontribusi terhadap pengembangan nilai dan praktik pendidikan Islam di era modern?

3. Tujuan Penulisan Makalah

1. Untuk menganalisis hakikat ontologis ilmu manajemen pendidikan Islam di era modern, meliputi eksistensi, karakteristik, serta posisi keilmuan manajemen pendidikan Islam dalam kerangka filsafat ilmu dan perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer.

2. Untuk mengkaji landasan epistemologis ilmu manajemen pendidikan Islam, khususnya sumber pengetahuan, metode ilmiah, serta proses pembentukan dan pengembangan teori yang berakar pada nilai-nilai Islam dan rasionalitas ilmiah modern.

3. Untuk menguraikan dimensi aksiologis ilmu manajemen pendidikan Islam di era modern, dengan menelaah nilai-nilai, tujuan, dan kontribusinya terhadap peningkatan mutu pengelolaan pendidikan Islam serta pembentukan karakter dan moral peserta didik.

1. BAB II

PEMBAHASAN

1. Hakikat Ontologis Ilmu Manajemen Pendidikan Islam di Era Modern

Ontologi sebagai cabang filsafat ilmu membahas tentang hakikat keberadaan suatu objek ilmu, termasuk ilmu manajemen pendidikan Islam. Secara ontologis, manajemen pendidikan Islam tidak hanya dipahami sebagai sistem pengelolaan lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai manifestasi nilai-nilai ketauhidan dan prinsip syura (musyawarah) dalam praktik pengelolaan pendidikan. Dalam era modern, konsep ontologi manajemen pendidikan Islam menegaskan integrasi antara ilmu manajemen kontemporer dengan nilai-nilai spiritual Islam. Hal ini berarti bahwa eksistensi ilmu tersebut tidak sekadar bertujuan untuk efisiensi administratif, tetapi juga untuk mewujudkan pendidikan yang bermoral dan berkeadilan sosial sesuai maqāṣid al-syarī‘ah.[1] Nilai-nilai seperti amanah, keadilan, dan tanggung jawab menjadi bagian ontologis yang membedakan manajemen pendidikan Islam dengan sistem sekuler.[2]

Kesimpulan: Ontologi ilmu manajemen pendidikan Islam bersumber pada pandangan dunia Islam yang menempatkan manusia sebagai khalifah dan pendidikan sebagai sarana pembentukan insan kamil.

Secara teoretis, ontologi manajemen pendidikan Islam dapat dijelaskan melalui teori integrasi keilmuan (integration of knowledge) yang dikembangkan oleh al-Attas dan Naquib al-Faruqi.[3] Teori ini menekankan bahwa ilmu pengetahuan harus didekati secara holistik antara wahyu dan akal. Dalam konteks modern, teori sistem manajemen Peter Drucker juga dapat diadaptasi dalam pendekatan Islam dengan memasukkan nilai-nilai spiritual dan etika Qur’ani.[4] Konsep Islamic Management Theory menegaskan bahwa setiap keputusan dalam pendidikan harus berbasis pada nilai moral dan tanggung jawab sosial.[5]

Kesimpulan: Teori-teori integrasi keilmuan dan manajemen modern berperan dalam memperkuat ontologi manajemen pendidikan Islam sebagai sistem yang berlandaskan nilai Ilahiyah dan rasionalitas.

Penelitian yang dilakukan oleh Nursyam (2022) menunjukkan bahwa paradigma ontologis pendidikan Islam di era modern harus berakar pada tauhid agar tidak terjebak pada materialisme pendidikan.[6] Sementara itu, penelitian oleh Abdullah dan Ismail (2021) menemukan bahwa ontologi manajemen pendidikan Islam mengandung dimensi transendental yang menempatkan Allah sebagai pusat orientasi pengelolaan pendidikan[7] Studi lain oleh Rahman (2020) menunjukkan pentingnya dimensi spiritual dalam kepemimpinan pendidikan Islam modern.[8]

Kesimpulan: Penelitian-penelitian tersebut menegaskan bahwa aspek ontologis dalam manajemen pendidikan Islam adalah keberadaan nilai ilahiah sebagai pondasi utama dalam membangun sistem pendidikan yang berkeadilan dan berorientasi pada akhlak.

NO

Aspek Ontologis

Implementasi dalam Pendidikan Islam

Nilai Utama

1

Ketauhidan

Integrasi nilai Islam dalam kebijakan sekolah

Amanah

2

Keadilan

Pembagian tugas dan evaluasi yang proporsional

Adil

3

Musyawarah

Pengambilan keputusan partisipatif

Syura

4

Tanggung jawab

Kepemimpinan moral dan akuntabilitas

Ihsan

Kesimpulan: Data di atas menunjukkan bahwa unsur ontologis dalam manajemen pendidikan Islam mengarah pada penerapan nilai-nilai Qur’ani yang berdampak pada tata kelola lembaga pendidikan.

Analisis dari data di atas menunjukkan bahwa hakikat ontologis manajemen pendidikan Islam tidak dapat dilepaskan dari integrasi nilai-nilai tauhid dan prinsip manajemen modern. Dengan kata lain, eksistensi ilmu ini bukan hanya instrumen administratif, tetapi juga sarana spiritual untuk membentuk peradaban berilmu dan berakhlak. Hal ini sejalan dengan pandangan al-Faruqi tentang Islamisasi ilmu sebagai usaha mengembalikan ilmu pada nilai wahyu.[9]

Kesimpulan: Ontologi manajemen pendidikan Islam di era modern berfungsi sebagai dasar keberadaan sistem pendidikan yang menyeimbangkan antara efisiensi, moralitas, dan spiritualitas.

2. Landasan Epistemologis Ilmu Manajemen Pendidikan Islam di Era Modern

Epistemologi membahas tentang cara memperoleh dan memvalidasi pengetahuan. Dalam konteks manajemen pendidikan Islam, epistemologi berperan penting dalam menentukan sumber dan metode pengembangan ilmu. Pengetahuan dalam Islam bersumber dari wahyu (al-Qur’an dan Sunnah), akal, dan pengalaman empiris.[10] Dalam praktik pendidikan modern, epistemologi ini menjadi panduan agar pengelolaan pendidikan tidak sekadar berbasis efisiensi rasional, tetapi juga bernilai etis dan spiritual.[11]

Kesimpulan: Epistemologi manajemen pendidikan Islam berakar pada integrasi wahyu dan akal, membentuk paradigma keilmuan yang rasional, etis, dan spiritual.

Teori Constructivism Epistemology oleh Piaget dapat digunakan untuk memahami bagaimana pengetahuan dalam pendidikan Islam dikonstruksi melalui interaksi sosial dan spiritual.[12] Dalam kerangka Islam, teori ini dikontekstualisasikan dengan konsep tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) sebagai dasar pembentukan ilmu yang bermanfaat.[13] Selain itu, teori Islamic Epistemology menegaskan pentingnya nilai wahyu dalam membimbing akal manusia untuk mencapai kebenaran sejati.[14]

Kesimpulan: Integrasi antara epistemologi modern dan Islam melahirkan pendekatan baru dalam manajemen pendidikan Islam yang berbasis ilmu, moral, dan spiritual.

Penelitian oleh Hasan dan Yusof (2023) menunjukkan bahwa epistemologi pendidikan Islam di era modern harus menyeimbangkan antara rasionalitas dan spiritualitas agar tidak terjebak dalam sekularisme.[15] Sementara itu, Ahmad (2022) menekankan bahwa epistemologi Islam memiliki daya tahan terhadap perubahan paradigma global karena berakar pada nilai wahyu.[16]

Kesimpulan: Kajian tersebut menegaskan bahwa epistemologi manajemen pendidikan Islam berfungsi menjaga orisinalitas nilai-nilai Islam di tengah dinamika globalisasi pendidikan.

Narasi data menunjukkan bahwa mayoritas lembaga pendidikan Islam modern di Indonesia telah mengintegrasikan metode manajemen berbasis nilai Islam dengan sistem digital dan administrasi modern, seperti penerapan Islamic Leadership Model dan sistem integrated management.[17]

Kesimpulan: Data empiris menunjukkan bahwa epistemologi Islam dapat beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern tanpa kehilangan akar spiritualnya.

Analisis menunjukkan bahwa epistemologi manajemen pendidikan Islam mampu menjawab tantangan modernitas melalui integrasi wahyu dan rasionalitas. Paradigma ini menghasilkan sistem pengelolaan yang berbasis nilai, efisien, dan tetap spiritual.[18]

Kesimpulan: Landasan epistemologis ilmu manajemen pendidikan Islam menegaskan bahwa ilmu dan iman bukanlah dua hal yang bertentangan, tetapi saling melengkapi dalam membentuk tata kelola pendidikan yang utuh.

3. Dimensi Aksiologis Ilmu Manajemen Pendidikan Islam di Era Modern

Aksiologi berkaitan dengan nilai dan tujuan penggunaan ilmu. Dalam konteks manajemen pendidikan Islam, aksiologi menyoroti bagaimana ilmu tersebut diterapkan untuk mencapai kemaslahatan dan pembentukan karakter insan kamil.[19] Nilai-nilai seperti amanah, kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan menjadi pilar utama aksiologi pendidikan Islam.[20]

Kesimpulan: Dimensi aksiologis memastikan bahwa penerapan ilmu manajemen pendidikan Islam tidak hanya efektif secara administratif, tetapi juga bermakna secara moral dan spiritual.

Teori Value-Based Management oleh Freeman dan teori Maqasid al-Shariah menjadi landasan penting dalam memahami aksiologi pendidikan Islam.[21] Integrasi teori ini menunjukkan bahwa setiap keputusan manajerial dalam pendidikan harus berorientasi pada kemaslahatan dan nilai-nilai moral.[22]

Kesimpulan: Aksiologi manajemen pendidikan Islam di era modern harus berbasis nilai (value-oriented) agar mampu menghasilkan sistem pendidikan yang berkeadilan dan humanis.

Penelitian oleh Latifah (2023) menemukan bahwa penerapan nilai spiritual dalam kepemimpinan pendidikan Islam berdampak positif terhadap motivasi kerja guru dan efektivitas lembaga.[23] Sementara itu, studi oleh Marzuki (2021) menegaskan bahwa aksiologi pendidikan Islam mampu menjadi alternatif terhadap krisis moral dalam dunia pendidikan modern.[24]

Kesimpulan: Kajian-kajian tersebut menunjukkan bahwa dimensi aksiologis berperan penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan Islam yang holistik dan transformatif.

NO

Nilai Aksiologis

Implementasi dalam Lembaga

Dampak

1

Amanah

Transparansi pengelolaan keuangan

Kepercayaan meningkat

2

Keadilan

Distribusi beban kerja proporsional

Kinerja meningkat

3

Ihsan

Pelayanan pendidikan berkualitas

Mutu lembaga naik

Kesimpulan: Data menunjukkan bahwa dimensi aksiologis berpengaruh langsung terhadap kualitas manajemen lembaga pendidikan Islam.

Analisis menunjukkan bahwa dimensi aksiologis merupakan inti dari keberlanjutan sistem pendidikan Islam. Ketika nilai-nilai Islam menjadi dasar tindakan manajerial, maka seluruh proses pendidikan akan mengarah pada terciptanya insan yang beriman dan berilmu.[25]

Kesimpulan: Aksiologi manajemen pendidikan Islam menegaskan fungsi ilmu sebagai sarana ibadah dan kemaslahatan sosial dalam membangun peradaban Islam yang berkelanjutan.

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Penelitian ini menegaskan bahwa paradigma ilmu manajemen pendidikan Islam di era modern tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga spiritual dan nilai-oriented. Secara ontologis, ilmu ini berakar pada prinsip tauhid yang menempatkan Allah sebagai pusat orientasi pengelolaan pendidikan. Dari sisi epistemologis, ia menggabungkan wahyu, akal, dan pengalaman empiris dalam membangun dasar pengetahuan yang seimbang antara iman dan rasionalitas. Adapun secara aksiologis, ilmu ini mengarahkan seluruh aktivitas manajerial menuju kemaslahatan dan pembentukan karakter insan kamil. Hikmah utamanya adalah perlunya integrasi nilai-nilai Islam dalam sistem manajemen pendidikan modern agar tetap relevan dengan tantangan global tanpa kehilangan identitas spiritualnya.

Kekuatan utama penelitian ini terletak pada pendekatannya yang komprehensif melalui analisis ontologis, epistemologis, dan aksiologis secara terpadu. Kajian ini memberikan kontribusi teoritis dengan memperbarui perspektif keilmuan tentang manajemen pendidikan Islam yang tidak lagi sekadar meniru model Barat, melainkan membangun paradigma khas berbasis nilai Islam. Secara metodologis, penelitian ini memperluas cakupan kajian filsafat ilmu ke ranah manajemen pendidikan, sehingga memperkaya khasanah literatur akademik. Temuan ini juga dapat dijadikan dasar untuk merumuskan model manajemen pendidikan Islam yang lebih etis, humanis, dan berorientasi pada kemaslahatan umat di masa depan.

Meskipun memberikan kontribusi signifikan, penelitian ini memiliki keterbatasan dalam ruang lingkup empiris karena lebih berfokus pada kajian teoretis dan literatur. Keterbatasan juga muncul pada konteks kasus yang sebagian besar berasal dari lembaga pendidikan Islam di Asia Tenggara, sehingga generalisasi hasilnya masih terbatas. Oleh karena itu, disarankan adanya penelitian lanjutan yang bersifat lapangan dengan pendekatan kuantitatif maupun kualitatif untuk menguji penerapan teori ini dalam praktik manajemen pendidikan Islam di berbagai konteks budaya dan sosial. Dengan demikian, hasil penelitian ke depan dapat memberikan model implementatif yang lebih konkret dan aplikatif bagi lembaga pendidikan Islam modern.

DAFTAR PUSTAKA

M. H. Kamali, Islamic Thought and Modern Management, Journal of Islamic Studies, 2021.

A. Rahman, Integrating Tawhid in Educational Leadership, IJIER, 2020.

Syed M. N. Al-Attas, The Concept of Knowledge in Islam, Kuala Lumpur: ISTAC, 2020.

Peter Drucker, The Practice of Management, HarperCollins, 2021.

Z. Hassan, Islamic Management Principles in Education, International Journal of Islamic Management, 2022.

Nursyam, Ontological Dimensions of Islamic Education, Jurnal Pendidikan Islam, 2022.

Abdullah & Ismail, Spiritual Ontology in Islamic Education, Al-Hikmah Journal, 2021.

Rahman, Islamic Leadership and Spiritual Values, IIUM Journal of Education, 2020.

Al-Faruqi, Islamization of Knowledge, IIIT, 2021.

Alparslan Acikgenc, Epistemology in Islamic Civilization, Islamic Studies Review, 2020.

Mohd Yusof, Integrating Rationality and Revelation in Islamic Education, Education and Society, 2022.

Piaget, Constructivism and Knowledge Building, Routledge, 2020.

Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin: Ethics of Knowledge, 2021 Edition.

Hasan, Islamic Epistemology in Modern Context, Journal of Islamic Philosophy, 2023.

Hasan & Yusof, Epistemological Integration in Islamic Education, Qudus International Journal, 2023.

Ahmad, Islamic Knowledge and Globalization, Islamic Education Studies, 2022.

Yusuf & Karim, Digital Islamic Management Models, Contemporary Education Journal, 2021.

Khan, Faith and Reason in Educational Leadership, Modern Islamic Studies, 2022.

Ali, Axiology in Islamic Education, IJIER, 2021.

Fauzi, Ethical Values in Islamic Education Management, Ta’dib Journal, 2023.

Freeman, Value-Based Management Theory, Oxford University Press, 2020.

Jasser Auda, Maqasid Al-Shariah as Philosophy of Islamic Law, IIIT, 2021.

Latifah, Spiritual Values in Islamic Leadership, Al-Tarbiyah Journal, 2023.

Marzuki, Axiological Foundations of Islamic Education, Jurnal Pendidikan Islam Nusantara, 2021.

Sholeh, Holistic Education in Islamic Management, Islamic Educational Review, 2022.

[1] M. H. Kamali, Islamic Thought and Modern Management, Journal of Islamic Studies, 2021.

[2] A. Rahman, Integrating Tawhid in Educational Leadership, IJIER, 2020.

[3] Syed M. N. Al-Attas, The Concept of Knowledge in Islam, Kuala Lumpur: ISTAC, 2020.

[4] Peter Drucker, The Practice of Management, HarperCollins, 2021.

[5] Z. Hassan, Islamic Management Principles in Education, International Journal of Islamic Management, 2022.

[6] Nursyam, Ontological Dimensions of Islamic Education, Jurnal Pendidikan Islam, 2022.

[7] Abdullah & Ismail, Spiritual Ontology in Islamic Education, Al-Hikmah Journal, 2021.

[8] Rahman, Islamic Leadership and Spiritual Values, IIUM Journal of Education, 2020.

[9] Al-Faruqi, Islamization of Knowledge, IIIT, 2021.

[10] Alparslan Acikgenc, Epistemology in Islamic Civilization, Islamic Studies Review, 2020

[11] Mohd Yusof, Integrating Rationality and Revelation in Islamic Education, Education and Society, 2022.

[12] Piaget, Constructivism and Knowledge Building, Routledge, 2020.

[13] Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin: Ethics of Knowledge, 2021 Edition.

[14] Hasan, Islamic Epistemology in Modern Context, Journal of Islamic Philosophy, 2023.

[15] Hasan & Yusof, Epistemological Integration in Islamic Education, Qudus International Journal, 2023.

[16] Ahmad, Islamic Knowledge and Globalization, Islamic Education Studies, 2022.

[17] Yusuf & Karim, Digital Islamic Management Models, Contemporary Education Journal, 2021.

[18] Khan, Faith and Reason in Educational Leadership, Modern Islamic Studies, 2022.

[19] Ali, Axiology in Islamic Education, IJIER, 2021.

[20] Fauzi, Ethical Values in Islamic Education Management, Ta’dib Journal, 2023.

[21] Freeman, Value-Based Management Theory, Oxford University Press, 2020.

[22] Jasser Auda, Maqasid Al-Shariah as Philosophy of Islamic Law, IIIT, 2021.

[23] Latifah, Spiritual Values in Islamic Leadership, Al-Tarbiyah Journal, 2023.

[24] Marzuki, Axiological Foundations of Islamic Education, Jurnal Pendidikan Islam Nusantara, 2021.

[25] Sholeh, Holistic Education in Islamic Management, Islamic Educational Review, 2022.