A. Judul Penelitian
Pengembangan Sistem Administrasi Digital dalam Meningkatkan Mutu Manajemen di Pesantren Salafiyah Al-Utsmani.
B. Latar Belakang
Digitalisasi menjadi kebutuhan mendasar bagi lembaga pendidikan Islam untuk meningkatkan mutu layanan, efisiensi administrasi, dan daya saing kelembagaan (Karimah, 2023). Manajemen pendidikan Islam mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan p engawasan atas sumber daya lembaga (Na'Im dkk., 2021), yang makin kompleks ketika diterapkan pada lembaga yang menaungi banyak satuan pendidikan sekaligus. Sistem informasi manajemen yang terintegrasi terbukti mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dan cepat (Efendi, 2023). Kebutuhan k etertiban administrasi ini juga berlandaskan nilai normatif Islam, sebagaimana firman Allah SWT:
يَا أاي ُّهاا الَّذِينا آمانُوا إِذاا تاداايانتُم بِدايْنٍ إِلَاٰ أاجالٍ مُسامًّى فااكْت ُبُوهُ ۚ والْياكْتُب ب َّي ْناكُمْ كااتِ بٌ بِِلْعادْلِ "Wahai orang -orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya, dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar." (QS. Al-Baqarah/2: 282)
Ayat ini menegaskan bahwa pencatatan yang rapi dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan bagian dari tuntunan syariat, relevan bagi pengelolaan data santri, keuangan, dan informasi kelembagaan pesantren modern.
Pondok Pesantren Salafiyah Al-Utsmani, didirikan oleh KH. Utsman di Bondowoso, Jawa Timur, pada era 1930 -an, kini menaungi 10 lembaga pendidikan diniyah dan formal, sejalan dengan karakter pesantren Indonesia yang adaptif terhadap zaman (Ziemek, 1986; Dhofier, 2011). Penulis memiliki keterlibatan langsung sebagai santri selama 5 tahun dan pengurus selama 5 tahun berikutnya, sehingga memahami langsung proses pengolahan data santri
sejak pendaftaran hingga pengarsipan. Posisi insider ini menjadi modal penting bagi penelitian R&D ini.
Berdasarkan pengalaman tersebut, ditemukan sejumlah persoalan nyata: ketua umum yayasan masih merekap manual jumlah santri aktif karena data tersebar di tiap lembaga; bagian keamanan kesulitan mengakses data pelanggaran dan izin santri karena pencatatan ma nual dan tidak terpusat; catatan pengeluaran keuangan kerap hilang sehingga menyulitkan audit; dan wali santri tidak memiliki akses real -time untuk memantau tanggungan biaya maupun rapor putra-putrinya.
Sejumlah vendor menawarkan aplikasi pendaftaran, keuangan, dan kartu santri top -up, namun kurang sesuai untuk pesantren. Aplikasi tersebut umumnya tidak menangani kompleksitas data domisili, riwayat pelanggaran, dan catatan per -santri, tidak menyediakan al ur kerja pengajuan -persetujuanpenolakan pengeluaran, mensyaratkan satu bank tunggal (Bank Jatim, Mandiri, BNI, atau BRI) sehingga tidak fleksibel bagi wali santri berekening di bank lain, serta membebankan biaya tambahan pada setiap pengembangan atau upgrade fitur. Kondisi ini mendorong perlunya kemandirian sistem informasi lembaga pendidikan Islam (Kesuma, 2026), yang menjadi dasar pengembangan sistem in-house secara sukarela oleh penulis dalam penelitian ini.
Persoalan fragmentasi data, lambatnya sinkronisasi informasi, dan rendahnya transparansi ini sejalan dengan temuan sejumlah kajian: pentingnya sistem informasi manajemen terintegrasi (Rusdiana, 2021), perancangan sistem yang mengatasi duplikasi data pada o rganisasi multi-unit (Yendrianof dkk., 2022), penyampaian informasi lintas bidang secara tepat waktu (Mukhlis, 2024), optimalisasi sumber daya sebagai pendekatan strategis manajemen pendidikan Islam (Supriyono dkk., 2025; Masrinah dkk., 2024), transparansi sebagai indikator keberhasilan manajemen (Wulandari, 2026), serta tata kelola keuangan yang tertib (Hidayah, 2024).
Sebagai lembaga yang berpegang pada nilai salaf namun merespons tuntutan zaman, adaptasi manajerial ini sejalan dengan pandangan bahwa
pesantren dapat mengelola dimensi tradisional, modern, dan global secara simultan (Ali & Ghazali, 2024), serta bahwa digitalisasi pesantren merupakan keniscayaan tanpa menghilangkan nilai inti seperti keikhlasan (Aly, 2025). Nilai ini sejalan dengan hadis tentang pentingnya profesionalisme dalam bekerja:
إِنَّ اللََّّا يُُِبُّ إِذاا عامِلا أاحادُكُمُ الْعامالا أانْ ي ُتْقِناهُ "Sesungguhnya Allah menyukai apabila salah seorang di antara kalian mengerjakan suatu pekerjaan, hendaklah ia menyelesaikannya dengan itqan (teliti dan profesional)." (HR. Thabrani, dalam Al-Mu'jam Al-Awsath) Hadis ini menegaskan bahwa pengelolaan administrasi pesantren, sekecil apa pun, semestinya dikerjakan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.
Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengembangkan sistem administrasi digital eBeddien (untuk pengurus) dan myBeddien (untuk wali santri), dirancang secara in-house tanpa bergantung pada vendor eksternal, mengintegrasikan data 10 lembaga dalam satu basis data terpusat, mengotomatisasi pembayaran multi -bank, QRIS, dan minimarket, serta memberi akses informasi real -time bagi wali santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) sebagai kerangka metodologis utama (Sugiyono, 2021; Sukmadinata , 2005), dengan tahapan implementasi mengacu pada panduan praktis penerapan ADDIE (Oktarina, 2022; Siahaan, 2025).
Penelitian ini diharapkan menjawab persoalan fragmentasi data dan minimnya transparansi informasi di Pesantren Salafiyah Al-Utsmani, sekaligus menjadi model adaptasi manajemen berbasis teknologi yang relevan bagi lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren lain di Indonesia.
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah penelitian ini disusun sebagai berikut:
1. Bagaimana kondisi eksisting pengelolaan administrasi (data santri,
keamanan, keuangan, dan informasi wali santri) di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Utsmani sebelum penerapan sistem digital?
2. Bagaimana rancangan dan pengembangan sistem administrasi digital
eBeddien dan myBeddien yang sesuai dengan kebutuhan dan kompleksitas data Pondok Pesantren Salafiyah Al-Utsmani melalui model ADDIE?
3. Bagaimana tingkat kelayakan dan efektivitas aplikasi eBeddien dan
myBeddien dalam mendukung adaptasi manajemen Pondok Pesantren Salafiyah Al-Utsmani di era digital?
D. Tujuan Penelitian
Sejalan dengan rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mendeskripsikan kondisi eksisting pengelolaan administrasi di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Utsmani, termasuk kendala fragmentasi data dan ketidaksesuaian solusi vendor eksternal yang selama ini ditawarkan.
2. Menghasilkan produk sistem administrasi digital eBeddien dan
myBeddien yang dikembangkan melalui tahapan Analysis , Design, Development, Implementation, dan Evaluation (ADDIE), sesuai kebutuhan riil pesantren.
3. Menganalisis tingkat kelayakan dan efektivitas aplikasi eBeddien dan myBeddien sebagai upaya adaptasi manajemen Pondok Pesantren Salafiyah Al-Utsmani di era digital.
E. Manfaat Penelitian
Secara teoretis : penelitian ini diharapkan memperkaya kajian manajemen pendidikan Islam, khususnya pada isu integrasi teknologi informasi dan model R&D ADDIE dalam pengelolaan lembaga pendidikan berbasis pesantren.
Secara praktis , penelitian ini bermanfaat bagi: (1) pengurus yayasan, berupa kemudahan sentralisasi data 10 lembaga dan pengambilan keputusan yang lebih cepat; (2) bagian keamanan, berupa pencatatan pelanggaran dan izin santri yang terpusat dan mudah diakses; (3) bagian keuangan, berupa sistem pengajuan-persetujuan pengeluaran yang tertib dan terdokumentasi; (4) wali santri, berupa akses informasi real -time atas tanggungan biaya dan capaian akademik putra-putrinya; serta (5) peneliti maupun pengelola pesantren lain, sebagai rujukan pengembangan sistem administrasi digital berbasis kebutuhan lokal secara mandiri (in-house).
F. Spesifikasi Produk yang Diharapkan
Produk yang dihasilkan dari penelitian R&D ini adalah dua aplikasi berbasis web yang saling terintegrasi, yakni eBeddien untuk pengurus lembaga dan myBeddien untuk wali santri serta masyarakat umum, dirancang secara inhouse sesuai kebutuhan riil Pesantren Salafiyah Al -Utsmani. Produk yang diharapkan pada penelitian ini memiliki spesifikasi sebagai berikut:
1. Platform berbasis web yang dapat diakses melalui perangkat mobile
maupun laptop/komputer tanpa memerlukan instalasi aplikasi khusus (mobile friendly).
2. Sistem informasi manajemen terpadu yang mengintegrasikan data 10
lembaga pendidikan diniyah dan formal dalam satu basis data terpusat, mencakup sedikitnya 15 modul utama dan lebih dari 65 sub-fitur, meliputi pendaftaran santri baru (PPDB online), keuangan dan tagihan santri (UWABA), manajemen data lembaga, absensi berbasis GPS dan sidik jari, perizinan santri, hingga layanan umroh, wirid, dan tahfidz Al -Qur'an
(LTTQ).
3. Modul keuangan lembaga dengan alur pengajuan, persetujuan, dan
penolakan ( approval workflow) secara berjenjang untuk rencana pengeluaran, dilengkapi audit trail dan laporan yang dapat diekspor, guna mengatasi persoalan hilangnya catatan pengeluaran serta mendukung tata kelola keuangan yang tertib dan akuntabel (Hidayah, 2024).
4. Sistem pembayaran digital tanpa uang tunai (cashless) berbasis kartu santri berkode QR/barcode yang dapat diisi ulang (top up) saldonya dan terhubung dengan berbagai bank ( multi-bank), tanpa terikat pada satu penyedia bank tunggal.
5. Fitur notifikasi otomatis melalui WhatsApp untuk informasi tunggakan pembayaran, status izin atau boyong santri, maupun pengumuman lain kepada wali santri.
6. Aplikasi myBeddien bagi wali santri yang menyediakan akses informasi secara real -time atas tanggungan biaya, riwayat pembayaran, serta perkembangan akademik atau rapor putra -putrinya, dapat diakses secara mandiri melalui web browser.
7. Fitur asisten kecerdasan buatan (AI Chat eBeddien ) yang mampu
menjawab pertanyaan seputar profil pesantren, estimasi biaya bulanan, dan syarat pendaftaran, serta membantu navigasi penggunaan aplikasi. 8. Dukungan kalender ganda (Hijriyah dan Masehi) yang terintegrasi dengan penanggalan Pasaran Jawa, sesuai kebutuhan operasional pesantren. 9. Pengaturan hak akses berjenjang ( role-based access) bagi Super Admin, Admin Lembaga, Koordinator, Guru/Ustadz, serta Santri dan Wali Santri, sehingga setiap pengguna hanya dapat mengakses data sesuai kewenangannya, mendukung sentralisasi sekaligus keamanan data pada organisasi multi-lembaga (Rusdiana, 2021; Yendrianof dkk., 2022). 10. Produk akhir berupa sistem informasi yang telah diuji kelayakannya melalui tahapan evaluasi model ADDIE (Sugiyono, 2021; Sukmadinata , 2005), sehingga dinyatakan layak digunakan sebagai sistem administrasi digital operasional di Pesantren Salafiyah Al-Utsmani.
G. Definisi Operasional Variabel
Untuk menghindari kesalahpahaman dalam penggunaan istilah, berikut disajikan definisi operasional dari dua variabel penelitian ini beserta sub variabelnya, mengacu pada matriks penelitian yang telah disusun.
1. Variabel Bebas (X): Pengembangan Aplikasi eBeddien & myBeddien
Pengembangan Aplikasi eBeddien & myBeddien adalah proses perancangan dan pembangunan sistem informasi manajemen berbasis web secara in-house, yang bertujuan mengintegrasikan data administrasi lintas lembaga serta mengotomatisasi proses transaksi keuangan pesantren (Rusdiana, 2021; Yendrianof dkk., 2022). Variabel ini diukur melalui dua sub-variabel:
a. Fungsionalitas, yaitu kemampuan sistem untuk mengintegrasikan database 10 lembaga di bawah yayasan ke dalam satu basis data terpusat tanpa duplikasi data, serta mengotomatisasi proses pembayaran (bank, QRIS, minimarket) tanpa memerlukan input atau verifikasi manual (Efendi, 2023; Hidayah, 2024). b. Fleksibilitas, yaitu kemandirian pesantren dalam melakukan pemutakhiran (update) sistem dan penambahan fitur baru secara mandiri tanpa bergantung pada vendor eksternal, sejalan dengan prinsip kemandirian sistem informasi lembaga pendidikan Islam (Kesuma, 2026).
Kedua sub -variabel tersebut diukur melalui indikator: (1) data 10 lembaga berhasil tersinkronisasi dalam satu database tanpa duplikasi; (2) pembayaran melalui bank, QRIS, maupun minimarket terverifikasi otomatis oleh sistem tanpa input manual; dan (3) apli kasi berjalan stabil pada hosting serta fitur baru dapat ditambahkan sendiri oleh pengurus.
2. Variabel Terikat (Y): Efisiensi Adaptasi Manajemen Pesantren
Efisiensi Adaptasi Manajemen Pesantren adalah tingkat keberhasilan pesantren dalam merespons perubahan zaman melalui pemanfaatan teknologi informasi untuk menyederhanakan proses administrasi dan meningkatkan keterbukaan informasi kepada pemangku kepentinga n (Ziemek, 1986; Ali & Ghazali, 2024). Variabel ini diukur melalui dua subvariabel:
a. Transparansi Informasi, yaitu tingkat keterbukaan akses data secara real-time bagi wali santri terhadap informasi kehadiran, kesehatan, dan pelanggaran disiplin santri (Wulandari, 2026; Mukhlis, 2024). b. Efektivitas Kinerja, yaitu tingkat efisiensi kerja pengurus yang ditandai dengan sentralisasi data dan berkurangnya pencatatan manual, sebagai wujud transformasi manajerial menuju pengelolaan lembaga yang lebih unggul (Masrinah dkk., 2024; Supriyono dkk., 2025; Sarnoto, 2024). Kedua sub-variabel tersebut diukur melalui indikator: (1) wali santri dapat memantau kehadiran, kondisi kesehatan, dan tindakan indisipliner santri melalui gawai mereka kapan saja; (2) waktu yang dibutuhkan pengurus untuk merekap data dan mencari arsip ber kurang secara signifikan; dan (3) hilangnya ketergantungan pada buku catatan fisik dan berkas Excel yang tercecer.
H. Kajian Pustaka
1. Penelitian Terdahulu
Pada bagian ini penulis mencantumkan sejumlah hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan judul penelitian yang hendak dilaksanakan, kemudian membuat ringkasannya. Seluruh penelitian di bawah ini merupakan artikel jurnal yang telah terpublikasi dan da pat diverifikasi melalui DOI atau tautan resmi masing -masing. Berikut ialah rujukan penelitian terdahulu yang ada hubungannya dengan penelitian yang akan dilaksanakan: Jurnal oleh Fathoni, Kadi, dan Hakiem (2019) yang berjudul "Pengembangan Manajemen Sistem Informasi Pondok Pesantren (Pemberdayaan Santri Pondok Pesantren Al -Mahrusiyah Lirboyo Kediri)", dipublikasikan pada Al -Mabsut: Jurnal Studi Islam & Sosial. Penelitia n ini dilakukan di Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah Lirboyo, Kediri, dengan objek sekitar 3.791 santri yang tersebar di tiga lokasi, menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D) melalui program pemberdayaan santri. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis komputer yang sesuai dengan budaya pesantren guna mengatasi
keterlambatan dan ketidakakuratan pelaporan administrasi kepada kiai selaku pimpinan tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan literasi teknologi informasi bagi pengelola serta terwujudnya SIM berbasis komputer yang terintegrasi khusus untuk lingkungan pesantren (Fathoni dkk., 2019). Jurnal oleh 'Izza, Nabila, dan Zuhriyah (2025) yang berjudul "Pemanfaatan Digitalisasi Pesantren Melalui Sistem Administrasi dan Pelaporan Pendidikan Berbasis Aplikasi Santri App", dipublikasikan pada TARLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini m enggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi pada lembaga pesantren yang menerapkan aplikasi Santri App . Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam pemanfaatan aplikasi tersebut dalam sistem administrasi dan pelaporan pendidikan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Santri App, sebagai aplikasi berbasis website yang terintegrasi dengan wali s antri, mampu meningkatkan akurasi, transparansi, efisiensi, dan efektivitas administrasi pendidikan pesantren ('Izza dkk., 2025). Jurnal oleh Hidayatullah dan Rosyidi (2025) yang berjudul "Perancangan Sistem Informasi Akademik Pesantren Berbasis Web Menggunakan Metode Research and Development", dipublikasikan pada DBESTI: Journal of Digital Business and Technology Innovation. Penelit ian ini dilakukan di Pesantren Teknologi Informasi dan Komunikasi (PeTIK) menggunakan metode R&D dengan pendekatan kualitatif, sistem dibangun menggunakan Node.js, Express.js, React.js, dan MySQL, serta diuji melalui black box testing. Penelitian ini bertujuan merancang sistem informasi akademik berbasis web untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan nilai, kehadiran, dan penjadwalan, menggantikan sistem manual berbasis Google Spreadsheet. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan efisiensi kerja, penurunan kesalahan input, serta peningkatan aksesibilitas dan transparansi data (Hidayatullah & Rosyidi, 2025).
Jurnal oleh Nurhidayah dan Wahyuningsih (2025) yang berjudul "Pengembangan Sistem Informasi Pendaftaran Santri Baru Berbasis Website Menggunakan Metode ADDIE (Studi Kasus: Pondok Pesantren Sandar
Madinatul Athfal Petanahan Kebumen)", dipublikasikan pada INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), model yang sama dengan yang digunakan pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pendaftaran santri baru berbasis website untuk menggantikan proses manual. Hasil penelitian menunjukkan sistem berjalan dengan baik, mempermudah pro ses pendaftaran, meningkatkan efisiensi, dan berpotensi menjadi model bagi pesantren lain (Nurhidayah & Wahyuningsih, 2025).
Jurnal oleh Muhammad, Sucipto, Muzaki, dan Andriyanto (2024) yang berjudul "Implementasi Sistem Informasi Berbasis Web untuk Pengelolaan Kedisiplinan Santri di Pondok Pesantren", dipublikasikan pada JSITIK: Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Informasi Komputer. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Mamba'ul Hisan Isyhar menggunakan metode pengembangan sistem Waterfall (analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan pemeliharaan) yang didukung observasi, wawancara, dan studi literatur. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi manajemen kedisiplinan santri berbasis teknologi untuk mengatasi pencatatan pelanggaran yang tidak akurat, tidak efisien, dan berisiko kehilangan data. Hasil penelitian menunjukkan sistem informasi manajemen kedisiplinan berbasis web ini memenuhi tujuan penelitian dan mendukung proses manajemen kedisiplinan yang lebih efisien, akurat, dan transparan (Muhammad dkk., 2024). Berikut merupakan persamaan dan perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilaksanakan:
No Penulis/Tahun/ Judul Persamaan Penelitian Perbedaan Penelitian
Fathoni, Kadi, & Hakiem (2019).
Pengembangan Manajemen Sistem Informasi Pondok Sama-sama menggunakan jenis penelitian R&D untuk mengembangkan sistem informasi manajemen pesantren guna mengatasi persoalan administrasi manual Penelitian Fathoni dkk.
berfokus pada program pemberdayaan literasi TI pengelola dan SIM berbasis komputer secara umum, sedangkan penelitian ini berfokus pada aplikasi
Pesantren (Pemberdayaan Santri Pondok Pesantren AlMahrusiyah Lirboyo Kediri)
eBeddien/myBeddien berbasis web dengan model ADDIE yang mengintegrasikan 10 lembaga sekaligus otomatisasi pembayaran multi-bank
'Izza, Nabila, & Zuhriyah (2025).
Pemanfaatan Digitalisasi Pesantren Melalui Sistem Administrasi dan Pelaporan Pendidikan Berbasis Aplikasi Santri App Sama-sama mengkaji pemanfaatan aplikasi digital berbasis web yang terintegrasi dengan wali santri untuk administrasi dan pelaporan pendidikan pesantren Penelitian 'Izza dkk.
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengkaji aplikasi Santri App yang sudah ada (existing), sedangkan penelitian ini menggunakan pendekatan R&D untuk merancang dan mengembangkan aplikasi baru (eBeddien/myBeddien)
yang dibangun secara inhouse oleh penulis sendiri
Hidayatullah & Rosyidi (2025).
Perancangan Sistem Informasi Akademik Pesantren Berbasis Web Menggunakan Metode Research and Development Sama-sama menggunakan metode R&D untuk merancang sistem informasi berbasis web bagi pesantren guna menggantikan proses manual Penelitian Hidayatullah & Rosyidi berfokus pada sistem informasi akademik (nilai, kehadiran, penjadwalan)
di satu lembaga (PeTIK), sedangkan penelitian ini mencakup modul yang lebih luas, meliputi keuangan berjenjang, kartu santri multi-bank, dan integrasi 10 lembaga sekaligus
Nurhidayah & Wahyuningsih (2025).
Pengembangan Sistem Informasi Pendaftaran Santri Baru Berbasis Website Menggunakan Metode ADDIE Sama-sama menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) sebagai kerangka metodologis penelitian R&D Penelitian Nurhidayah & Wahyuningsih berfokus khusus pada modul pendaftaran santri baru (PPDB) di satu pesantren, sedangkan penelitian ini mengembangkan sistem administrasi menyeluruh (eBeddien untuk pengurus dan myBeddien untuk wali santri) yang mencakup 15 modul lebih, tidak terbatas pada pendaftaran saja
Muhammad, Sucipto, Muzaki, & Andriyanto (2024).
Implementasi Sistem Informasi Berbasis Web untuk Pengelolaan Kedisiplinan Santri di Pondok Pesantren Sama-sama mengembangkan sistem informasi berbasis web untuk mengelola data kedisiplinan/pelanggaran santri yang sebelumnya dicatat secara manual Penelitian Muhammad dkk. menggunakan metode pengembangan Waterfall dan berfokus khusus pada modul kedisiplinan, sedangkan penelitian ini menggunakan model ADDIE dan modul kedisiplinan hanya menjadi salah satu dari belasan modul dalam sistem eBeddien/myBeddien yang terintegrasi penuh
Berdasarkan kajian atas kelima penelitian terdahulu tersebut, dapat disimpulkan bahwa penelitian mengenai digitalisasi sistem administrasi pesantren telah banyak dilakukan, baik dengan pendekatan R&D (model ADDIE maupun Waterfall) maupun kualitatif deskriptif, namun umumnya masih berfokus pada satu modul tunggal (pendaftaran, akademik, atau kedisiplinan saja) dan pada satu lembaga tunggal. Penelitian ini memiliki kebaruan (novelty) karena mengembangkan sistem yang mengintegrasikan banyak modul administrasi sekaligus (pendaftaran, keuangan berjenjang, kedisiplinan, kesehatan, hingga layanan keagamaan) untuk 10 lembaga di bawah satu yayasan, serta dikembangkan secara in-house dan sukarela oleh penulis yang berperan langsung sebagai santri, alumni, dan pengurus pesantren yang diteliti.
2. Kajian Teori
Bagian ini menguraikan konsep -konsep utama yang menjadi landasan teoretis penelitian, disusun mengikuti alur konsep dari teori umum menuju definisi variabel penelitian.
a. Manajemen Pendidikan Islam Manajemen pendidikan Islam adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap sumber daya lembaga pendidikan yang dijalankan berlandaskan nilai-nilai keislaman
(Na'Im dkk., 2021). Ruang lingkupnya mencakup pengelolaan kurikulum, kesiswaan, ketenagaan, sarana prasarana, dan keuangan lembaga (Hidayah, 2024), dengan tuntutan agar setiap lembaga mampu berinovasi merespons dinamika zaman, termasuk tuntutan digitalisasi layanan (Sarnoto, 2024; Karimah, 2023). Nilai ketertiban dan pengorganisasian yang rapi dalam manajemen Islam ini sejalan dengan firman Allah SWT:
إِنَّ اللََّّا يُُِبُّ الَّذِينا ي ُقااتِلُونا فِِ سابِيلِهِ صافًّا كاأانََُّّم ب ُن ْياانٌ مارْصُوصٌ "Sesungguhnya Allah menyukai orang -orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan -akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (QS. As-Saff/61: 4) Ayat ini kerap dijadikan rujukan normatif dalam kajian manajemen pendidikan Islam untuk menggambarkan pentingnya keteraturan, koordinasi, dan sistem yang kokoh dalam mengelola sebuah lembaga, termasuk lembaga pesantren yang menaungi banyak satuan pendidikan sekaligus.
b. Pesantren sebagai Lembaga Pendidikan Islam dan Adaptasinya terhadap Perubahan Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia dengan ciri khas kemandirian, kepemimpinan kiai, dan sistem asrama (pondok) bagi santrinya (Dhofier, 2011). Sebagai institusi sosial, pesantren senantiasa merespons perubahan sosial di sekitarny a tanpa kehilangan nilai dasarnya (Ziemek , 1986), dan pada era digital saat ini respons tersebut terwujud melalui transformasi menuju pesantren digital yang tetap menjaga nilai keikhlasan dan kemandirian keilmuan (sanad) (Aly, 2025). Pesantren juga dituntut mengelola dimensi tradisional, modern, dan global secara simultan agar tetap relevan sekaligus otentik (Ali & Ghazali, 2024). Kerangka inilah yang menjadi dasar untuk membaca sejauh mana Pesantren Salafiyah Al -Utsmani beradaptasi
ketika mengadopsi sistem administrasi digital tanpa meninggalkan karakter kepesantrenannya.
c. Sistem Informasi Manajemen Pendidikan Sistem informasi manajemen (SIM) pendidikan adalah rangkaian komponen yang saling terhubung untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan menyajikan data guna mendukung pengambilan keputusan lembaga pendidikan (Efendi, 2023). Komponen SIM sekolah/madrasah meliputi data kelembagaan, ketenagaan, kesiswaan, akademik, keuangan, hingga sarana prasarana (Rusdiana, 2021), yang perancangannya memerlukan tahapan analisis dan desain sistem yang sistematis agar mampu mengatasi duplikasi data pada organisasi multi unit (Yendrianof dkk., 2022). Penerapan SIM lintas bidang, termasuk pendidikan, semakin didukung oleh integrasi teknologi seperti basis data terpusat dan kecerdasan buatan untuk penyampaian informasi yang tepat waktu (Mukhlis, 2024), sementara strategi manajerial transformasi digital menuntut arsitektur sistem yang aman serta pengembangan yang fleksibel dan mandiri (Kesuma, 2026).
d. Pengembangan Aplikasi eBeddien dan myBeddien (V ariabel X) Mengacu pada konsep SIM di atas, pengembangan aplikasi dalam penelitian ini diartikan sebagai proses perancangan dan pembangunan sistem informasi manajemen berbasis web secara in -house untuk mengintegrasikan data administrasi lintas lembaga sekaligus mengotomatisasi transaksi keuangan pesantren (Rusdiana, 2021; Yendrianof dkk., 2022). Variabel ini terbagi menjadi dua sub -variabel yang menjadi fokus kajian, yaitu fungsionalitas, yang menekankan kemampuan sistem mengintegrasikan data tanpa duplikasi dan mengotomatisasi verifikasi pembayaran (Efendi, 2023; Hidayah, 2024), serta fleksibilitas, yang menekankan kemandirian lembaga memutakhirkan sistem tanpa bergantung pada vendor eksternal (Kesuma, 2026). Kedua sub -variabel tersebut menjadi dasar penilaian kelayakan produk pada tahap evaluasi model ADDIE.
e. Efisiensi Adaptasi Manajemen Pesantren (Variabel Y) Sejalan dengan teori adaptasi kelembagaan pesantren terhadap perubahan sosial (Ziemek , 1986) dan pengelolaan pesantren pada dimensi modern (Ali & Ghazali, 2024), efisiensi adaptasi manajemen dalam penelitian ini dimaknai sebagai tingkat keberhasilan lembaga memanfaatkan teknologi informasi untuk menyederhanakan proses administrasi dan meni ngkatkan keterbukaan informasi bagi pemangku kepentingan. V ariabel ini diukur melalui dua sub -variabel, yaitu transparansi informasi, yang merujuk pada keterbukaan akses data secara real-time bagi wali santri (Wulandari, 2026; Mukhlis, 2024), dan efektivitas kinerja, yang merujuk pada sentralisasi data dan berkurangnya pencatatan manual sebagai wujud transformasi manajerial menuju pengelolaan lembaga yang lebih unggul (Masrinah dkk., 2024; Supriyono dkk., 2025; Sarnoto, 2024).
I. Metode Penelitian
1. Model Penelitian dan Pengembangan (Research and Development)
dengan Pendekatan ADDIE Penelitian dan pengembangan (R&D) adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu serta menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2021), dan telah lama menjadi salah satu jenis penelitian pendidikan yang diakui secara metodologis untuk menjembatani kebutuhan teori dan praktik (Sukmadinata, 2005). Salah satu model pengembangan yang umum digunakan dalam R&D pendidikan adalah ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation ), yang menekankan proses pengembangan produk secara bertahap dan sistematis mulai dari analisis kebutuhan hingga evaluasi produk akhir (Oktarina, 2022; Siahaan, 2025). Model ADDIE dipilih dalam penelitian ini karena tahapannya sesuai dengan kebutuhan mera ncang, menguji, dan mengevaluasi kelayakan aplikasi eBeddien dan myBeddien secara bertahap sebelum diimplementasikan secara penuh di Pesantren Salafiyah Al Utsmani.
Keseluruhan konsep di atas membentuk kerangka teoretis yang saling terkait: manajemen pendidikan Islam sebagai payung konseptual, karakter dan adaptasi pesantren sebagai konteks kelembagaan, sistem informasi manajemen sebagai landasan teknis pengembangan a plikasi (variabel X), efisiensi adaptasi manajemen sebagai dampak yang diharapkan (variabel Y), serta model ADDIE sebagai kerangka metodologis yang menghubungkan proses pengembangan produk dengan pengukuran kedua variabel tersebut.
2. Prosedur Pengembangan (Model ADDIE)
Model pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model ADDIE, yang berguna untuk memperjelas tahap -tahap yang harus dilalui dalam pengembangan produk sekaligus mengetahui keberhasilan implementasinya (Oktarina, 2022; Siahaan, 2025). Adapun langkah langkah penelitian ini meliputi lima tahap berikut. a. Analysis (Analisis)
Tahap analisis mencakup dua kegiatan. Pertama, analisis masalah, dilakukan melalui observasi langsung terhadap praktik administrasi 10 lembaga di bawah naungan Pesantren Salafiyah Al -Utsmani, untuk mengidentifikasi persoalan konkret yang selama ini dihadap i, seperti rekap kehadiran santri yang masih manual, pencatatan pelanggaran dan izin yang tersebar di berbagai buku, catatan pengeluaran keuangan yang rawan hilang, serta kesulitan wali santri memantau tanggungan biaya dan rapor anak mereka. Kedua, analisi s kebutuhan, dilakukan melalui wawancara dengan pengurus yayasan dan pengembang internal aplikasi untuk memetakan kebutuhan fungsional sistem, sekaligus mengevaluasi mengapa aplikasi vendor eksternal yang selama ini ditawarkan, yang umumnya mensyaratkan pe nggunaan satu bank tunggal serta biaya tambahan setiap kali pembaruan fitur, belum sesuai dengan kompleksitas data dan kebutuhan kemandirian pesantren.
b. Design (Desain)
Tahap desain menyusun rancangan (blue print) sistem berdasarkan hasil analisis, meliputi: (1) rancangan struktur basis data terpusat yang mengakomodasi data 10 lembaga tanpa duplikasi; (2) rancangan alur otomatisasi verifikasi pembayaran lintas kanal, mencakup transfer bank, QRIS, dan gerai minimarket; (3) rancangan mekanisme pengajuan dan persetujuan (approval) pengeluaran keuangan; dan (4) rancangan antarmuka dua portal yang saling terhubung, yaitu eBeddien sebagai portal pengurus dan myBeddien sebagai portal wali santri. c. Development (Pengembangan)
Tahap pengembangan mewujudkan rancangan tersebut menjadi aplikasi yang berfungsi penuh, dibangun secara in -house oleh pengembang internal yayasan tanpa keterlibatan vendor luar. Kegiatan pada tahap ini mencakup pemrograman modul -modul inti, yaitu basis data terpusat, integrasi payment gateway multi -bank, notifikasi WhatsApp otomatis, serta fitur presensi berbasis GPS dan sidik jari, dilanjutkan dengan pengujian fungsional internal. Pada tahap ini juga disusun instrumen validasi berupa angket berskala Likert yang akan digunakan untuk menilai kelayakan produk oleh ahli. d. Implementation (Implementasi)
Tahap implementasi menerapkan sistem secara bertahap di lingkungan pesantren, dimulai dari uji coba terbatas pada satu atau dua lembaga sebelum diperluas ke seluruh 10 lembaga di bawah naungan yayasan. Pengurus yayasan, guru, dan perwakilan wali santri dilibatkan langsung sebagai pengguna uji coba untuk menilai kemudahan dan kesesuaian aplikasi eBeddien dan myBeddien dalam praktik administrasi sehari-hari.
e. Evaluation (Evaluasi)
Tahap evaluasi menilai kelayakan produk melalui dua jalur. Pertama, validasi ahli, melibatkan ahli sistem informasi yang menilai
aspek fungsionalitas dan fleksibilitas sistem, serta ahli manajemen pendidikan Islam yang menilai kesesuaian sistem dengan kebutuhan tata kelola pesantren. Kedua, uji kepuasan pengguna, melibatkan pengurus, guru, dan wali santri untuk menilai transparansi informasi dan efektivitas kinerja yang dirasakan setelah menggunakan sistem. Hasil dari kedua jalur evaluasi ini menjadi dasar revisi sebelum aplikasi difinalisasi dan diterapkan penuh di seluruh 10 lembaga.
3. Uji Coba Produk
Uji coba produk dipandang perlu dilakukan agar aplikasi yang dihasilkan benar-benar bermutu dan tepat sasaran, sekaligus menjadi salah satu syarat metodologis dalam penelitian dan pengembangan (Sugiyono, 2021). Ada tiga hal yang diperhatikan dalam uji coba produk ini, yaitu desain uji coba, subjek uji coba, dan jenis data. a. Desain Uji Coba Uji coba dilakukan secara bertahap, dimulai dari observasi lapangan terhadap praktik administrasi yang berjalan di 10 lembaga, dilanjutkan dengan pembangunan aplikasi eBeddien dan myBeddien sesuai rancangan pada tahap design dan development, dan diakhiri dengan pengujian kelayakan produk melalui validasi ahli sebagaimana disebutkan pada tahap evaluation. Produk yang telah dikembangkan diserahkan kepada validator beserta angket penilaian untuk menilai layak atau tidaknya produk, sekaligus memberikan kritik dan saran perbaikan sebelum aplikasi diterapkan secara penuh di seluruh lembaga. b. Subjek Uji Coba Subjek uji coba dalam penelitian ini terdiri atas tiga pihak. Pertama, ahli sistem informasi, yaitu pihak yang menilai kelayakan aspek fungsionalitas dan fleksibilitas teknis aplikasi eBeddien dan myBeddien. Kedua, ahli manajemen pendidikan Islam, yaitu pihak yang menilai kesesuaian sistem dengan kebutuhan tata kelola pesantren dan nilai-nilai kepesantrenan. Ketiga, pengguna, yaitu pengurus yayasan,
guru, dan wali santri, yang menilai kemudahan penggunaan aplikasi serta dampaknya terhadap transparansi informasi dan efektivitas kinerja pada praktik sehari-hari.
c. Jenis Data Data yang dikumpulkan pada tahap uji coba berupa data kualitatif, yaitu tinjauan, kritik, dan saran perbaikan dari validator ahli, serta data kuantitatif, yaitu skor penilaian pada angket berskala Likert (sangat baik, baik, cukup, kurang, sangat kurang) ya ng diisi oleh ahli maupun pengguna. Aplikasi eBeddien dan myBeddien ditetapkan layak digunakan apabila rata -rata hasil penilaian validator dan pengguna berada minimal pada kategori baik.
d. Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data Sumber data primer meliputi pengurus yayasan, pengembang internal aplikasi, guru, dan perwakilan wali santri, sedangkan data sekunder diperoleh dari arsip administrasi lama berupa catatan buku dan berkas Excel, rekap keuangan, serta dokumen profil yayasan. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data tersebut berupa kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi.
1) Kuesioner Kuesioner digunakan untuk memperoleh penilaian ahli sistem informasi dan ahli manajemen pendidikan Islam terhadap kelayakan aplikasi eBeddien dan myBeddien, serta untuk mengukur kepuasan pengguna, yaitu pengurus, guru, dan wali santri. Kuesioner disusun berstruktur dengan skala Likert, dengan alternatif jawaban sangat baik (SB), baik (B), cukup (C), kurang (K), dan sangat kurang (SK) (Sugiyono, 2021).
2) Observasi Observasi dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap praktik administrasi yang berjalan di 10 lembaga, meliputi cara
pencatatan kehadiran santri, pendataan pelanggaran dan izin, serta alur pengajuan dan pencatatan pengeluaran keuangan, guna mengidentifikasi kelemahan sistem lama sebagai dasar tahap analysis.
3) Wawancara Wawancara dilakukan dengan pengurus yayasan dan pengembang internal aplikasi untuk menggali kebutuhan fungsional sistem secara lebih mendalam, termasuk alasan aplikasi vendor eksternal yang pernah ditawarkan belum sesuai dengan kompleksitas data dan kebutuhan kemandirian pesantren. 4) Dokumentasi Dokumentasi ditujukan untuk memperoleh data pendukung dari arsip pesantren, meliputi buku catatan administrasi lama, berkas Excel yang tercecer, rekap keuangan, dokumen profil yayasan, serta tangkapan layar ( screenshot) dan catatan log selama proses pembangunan dan pengujian aplikasi.
e. Teknik Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua, yaitu analisis data proses pengembangan produk dan analisis data kelayakan produk.
1) Data Proses Pengembangan Produk Data proses pengembangan produk dianalisis secara deskriptif kualitatif, dengan mendokumentasikan tinjauan, kritik, dan saran dari validator pada setiap tahap ADDIE sebagai dasar revisi sebelum aplikasi difinalisasi.
2) Data Kelayakan Produk yang Dihasilkan Data kelayakan produk yang dihasilkan, ditentukan melalui analisis hasil validasi ahli materi dan ahli media. Data hasil validasi
ahli materi dan ahli media dianalisis secara deskriptif. Langkah langkahnya adalah sebagai berikut:
a) Mengubah penilaian dalam bentuk kualitatif menjadi kuantitatif dengan ketentuan sebagai berikut :
Pedoman Penilaian Skor (Sukardi, 2009:146)
Data Kualitatif Skor Sangat Baik 5 Baik 4 Cukup 3 Kurang 2 Sangat Kurang 1 b) Setelah data terkumpul, lalu menghitung skor rata-rata dengan rumus:
c) Mengubah skor rata-rata menjadi nilai kualitatif dengan kriteria sebagai berikut:
Aplikasi eBeddien dan myBeddien ditetapkan layak digunakan apabila skor rata -rata penilaian validator dan pengguna berada minimal pada kategori baik, sejalan dengan ambang kelayakan yang telah ditetapkan pada tahap uji coba produk.
DAFTAR RUJUKAN
Agustini, P. D., Agustini, K., & Pascima, I. B. N. (2023). Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Discovery Learning Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Materi Descriptive Di Smp Negeri 4 Singaraja. Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (KARMAPATI), 12(1), 95–106.
Aima, Z., Anggraini, V., Edriati, S., Putri, A., Alma, S. H., & Syahwa, K. A. (2024). Pelatihan Penyusunan Buku Digital Menggunakan Platform Book Creator. Beujroh : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Pada Masyarakat, 2(1), 69–83. https://doi.org/10.61579/beujroh.v2i1.53 Ainiyah, N. (2013). Melalui Pendidikan Agama Islam. Jurnal Al-Ulum, 13(1), 25–
38.
Arsyad, A. (2010). Media Pembelajaran. Raja Grafindo Persada. Ayu Desy N. Endah Lulup T P. dan Suharsono Naswan. (2014). Pengaruh Motivasi Belajar dan Aktivitas Belajar Spiritual Hasil Belajar Akuntansi. Jurnal Ekonomi, 4(e-mail: {desy.ayu22@yahoo.com,
lulup_tripalupi@yahoo.com, naswan_sh@yahoo.com}@undiksha.ac.id
Abstrak), 4.
Diana, sinta diana, Selvie Sianipar, & R. H. (2022). Pelatihan Media Pembelajaran Book Creator kepada Guru-Guru PAUD Yabes Medan. Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Inovas, 2(1), 382–388. Djamarah, S. B. (2010). Strategi Belajar Mengajar. Rineka Cipta. Gafur, A. (2012). Desain Pembelajaran: Konsep, Model, Dan Aplikasinya Dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran,. Ombak, Anggota IKAPI. Hamdu, G., & Agustina, L. (2011). Pengaruh Motivasi Belajar Siswa Terhadap Pestasi Belajar Ipa Di Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan, 12(1), 25–33.
Hamzah, A. R., Mesra, R., Br Karo, K., Alifah, N., Hartini, A., Gita Prima Agusta, H., Maryati Yusuf, F., Endrawati Subroto, D., Lisarani, V., Ihsan Ramadhani, M., Hajar Larekeng, S., Tunnoor, S., Bayu, R. A., & Pinasti, T. (2023). Strategi Pembelajaran Abad 21.
Hendra, Afriyadi, H., Tanwir, Noor Hayati, Supardi, Laila, S. N., Prakasa, Y. F., Hasibuan, R. P. A., & Asyhar, A. D. A. (2023). Media Pembelajaran Berbasis Digital (Teori & Praktik). In PT. Sonpedia Publishing Indonesia (Issue 1). https://repository.uinmataram.ac.id/2683/1/Media pembelajaran berbasis digital.pdf Isjoni dan Arif Ismail. (2008). Model-Model Pembelajaran Muthakir. Pustaka Pelajar.
Ismiati. (2016). Peningkatan Kecerdasan Natural Anak Melalui Media Audio Visual. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak, I(1), 92–108. http://jurnal.stkipannur.ac.id/index.php/jipa/article/view/24 Lailan, A. (2024). Peran Teknologi Pendidikan Dalam Pembelajaran. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 3(7), 3257–3262.
https://doi.org/10.55681/sentri.v3i7.3115 Laili, V. S. A., Ananda, D. A. R., Putra, G. A., & Prahardana, M. W. (2022). Kosmologi Kalpataru: Representasi Kehidupan Dan Pengharapan Masyarakat Jawa Di Abad 9-16 Masehi. Sejarah Dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, Dan Pengajarannya, 16(2), 265. https://doi.org/10.17977/um020v16i22022p265-275 Larasati, S. R., Rukmana, D., & Creator, B. (2024). PENGEMBANGAN E-
MODUL BOOK CREATOR BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK DAN
KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PADA PEMBELAJARAN IPA
SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR. 8(3), 21–31.
Majid, A. (2012). Belajar dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Rosdakarya.
Muhaimin. (2022). Paradigma Pendidikan Islam. Rosdakarya.
Munawwarah, Eka Putri, S., Magfirah Ilyas, N., Side, S., & Zubair, S. (2023). Book Creator Sebagai Aplikasi dalam Menyusun Media Pembelajaran Interaktif bagi Calon Guru Profesional. INOVASI : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat, 3(1), 8–12. https://bookcreator.com/ Naibaho, B. S. Y. S. dan D. (2024). Merencanakan Strategi Dan Metode Dalam Pembelajaran. Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen Dan Katholik, 2(1), 1–10. Nurgraheni, D., Mulyani, S. dan A. S. R. . (2013). Pengaruh Pembelajaran Bervisi dan Pendekatan SETS Terhadap Prestasi Belajar Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMAN 2 Sukoharjo pada Materi Minyak Bumi Tahun Ajaran Pembelajaran 2011/2012. Jurnal Pendidikan Kimia
(JPK), 3(2), 20–35.
Pausa Rani & Zainil Melva. (2023). Pengembangan media pembelajaran menggunakan aplikasi book creator pada materi bangun ruang di kelas. EJIPSD: E-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar, 11(1). Pujilestari, Y., & Susila, A. (2020). Pemanfaatan Media Visual dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi, 19(02), 40–47.
https://doi.org/10.21009/jimd.v19i02.14334 Raehang, & Karim. (2024). Analisis Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Taksonomi: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar, 4, 174–182.
Rahayu, Y. U. (2022). Penerapan Media Book Creator Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Smp Negeri 2 Majenang Cilacap Skripsi. 30. Rahman, A., Munandar, S. A., Fitriani, A., Karlina, Y., & Yumriani. (2022). Pengertian Pendidikan, Ilmu Pendidikan dan Unsur-Unsur Pendidikan. Al Urwatul Wutsqa: Kajian Pendidikan Islam, 2(1), 1–8. Ramayulis. (2001). Metode Pengajaran Agama Islam. Kalam Mulia, Cet. Ketiga,. Sadiman, A. S. (2008). Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. PT Grafindo Persada.
Sanaky, H. A. (2013). Media Pembelajaran Interaktif-Inivatif. Kaukaba Dipantara.
Sartika, S. B. (2022). Buku Ajar Belajar Dan Pembelajaran. In Buku Ajar Belajar Dan Pembelajaran. https://doi.org/10.21070/2022/978-623-464-043-4 Setiawan, U., Malik, H. A. S., Megawati, I., Wulandari, D., Nurazizah, A., Nurjaman, D., Nurhasanah, T., Nuranisa, V., Koswarini, D., Mulyana, & Maldini, C. (2022). Media Pembelajaran (Cara Belajar Aktif: Guru Bahagia Mengajar Siswa Senang Belajar). In Widina Bhakti Persada Bandung. Trianto. (2007). Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek. Prestasi Pustaka.
Widyasmi, A. R., Nurrrahman, A. H., Pratiwi, E. L., Hidayati, K., & Cahyani, V.
P. (2021). Efektivitas Pembelajaran Daring IPA SMP Menggunakan
Bookcreator dan Evaluasi Educandy mengenai Materi Suhu dan Kalor. Proceeding of Integrative Science Education Seminar, 1(24), 33–41. https://prosiding.iainponorogo.ac.id/index.php/pisces/article/view/159 Zulhelmi, Adlim, & Mahidin. (2017). Pengaruh Media Pembelajaran Interaktif Terhadap Peningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 05(01), 72–80. http://jurnal.unsyiah.ac.id/jpsi