PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Sekolah sebagai lembaga formal memiliki tugas untuk mendidik, membimbing, dan mengembangkan potensi peserta didik. Namun, keberhasilan pendidikan tidak akan tercapai secara maksimal tanpa adanya dukungan dan kerja sama dari orang tua.
Di lingkungan sekolah, hubungan antara pihak sekolah dan orang tua perlu dijalin dengan baik. Komunikasi yang kurang efektif sering kali menimbulkan kesalahpahaman, keterlambatan informasi, bahkan konflik kecil yang dapat mengganggu proses pendidikan anak. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu bagian khusus yang bertugas menjembatani hubungan tersebut, yaitu Humas (Hubungan Masyarakat).
Humas memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi sekolah kepada wali murid, menerima masukan, serta menampung keluhan yang berkaitan dengan perkembangan siswa. Di SDN Prajekan Kidul 1, humas menjadi ujung tombak dalam membangun komunikasi yang baik dengan orang tua agar tercipta suasana kerja sama yang harmonis dan saling mendukung.
Dengan adanya kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua, diharapkan pendidikan anak dapat berjalan seimbang antara pendidikan di sekolah dan pendidikan di rumah. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan mini riset tentang peran humas dalam meningkatkan kerja sama sekolah dengan orang tua di SDN Prajekan Kidul 1.
1. Rumusan Masalah
1. Bagaimana peran humas dalam meningkatkan kerja sama sekolah dengan orang tua di SDN Prajekan Kidul 1?
2. Bentuk kegiatan humas apa saja yang dilakukan untuk menjalin komunikasi dengan orang tua?
3. Apa faktor pendukung dan penghambat humas dalam meningkatkan kerja sama dengan orang tua?
2. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui peran humas dalam meningkatkan kerja sama antara sekolah dan orang tua.
2. Untuk mengetahui bentuk kegiatan humas dalam menjalin komunikasi dengan wali murid.
3. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat humas dalam meningkatkan kerja sama sekolah dengan orang tua.
3. Manfaat Penelitian
1. ManfaatTeoretis
Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang peran humas dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menjalin kerja sama dengan orang tua.
2. ManfaatPraktis
Penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi sekolah dalam meningkatkan peran humas serta memperkuat hubungan antara sekolah dan wali murid.
BAB II
LANDASAN TEORI DAN METODE PENELITIAN
1. Pengertian Humas Sekolah
Humas sekolah adalah bagian dari sekolah yang bertugas menghubungkan sekolah dengan orang tua dan masyarakat. Humas menjadi jembatan komunikasi antara pihak sekolah dengan wali murid (Mulyono, 2014). Melalui humas, sekolah dapat menyampaikan informasi, dan orang tua juga dapat menyampaikan pendapat, saran, serta keluhan.
Humas sekolah berperan agar hubungan antara sekolah dan orang tua berjalan dengan baik. Tanpa humas, komunikasi bisa menjadi kurang teratur, informasi bisa terlambat sampai, dan sering terjadi kesalahpahaman. Oleh karena itu, humas sangat dibutuhkan agar semua pihak saling memahami (Ruslan, 2016).
Secara sederhana, humas sekolah bisa diartikan sebagai wakil sekolah dalam berkomunikasi dengan wali murid. Ketika sekolah memiliki program, kegiatan, atau aturan baru, humas bertugas menyampaikan hal tersebut kepada orang tua dengan bahasa yang mudah dipahami. Sebaliknya, jika orang tua memiliki masukan atau keluhan, humas akan menerima dan menyampaikannya kepada pihak sekolah.
Humas sekolah juga bertugas menciptakan rasa percaya antara sekolah dan orang tua. Dengan komunikasi yang terbuka dan jujur, wali murid akan merasa dilibatkan dalam pendidikan anak-anak mereka. Hal ini membuat orang tua lebih mendukung program sekolah dan lebih peduli terhadap perkembangan anak.
Selain itu, humas sekolah membantu menciptakan hubungan yang harmonis dan kekeluargaan. Humas tidak hanya menyampaikan informasi resmi, tetapi juga menjaga sikap ramah, sopan, dan terbuka agar orang tua merasa nyaman saat berkomunikasi dengan sekolah (Ardianto, 2011).
Dalam kegiatan sehari-hari, humas sekolah bisa menyampaikan informasi melalui pertemuan wali murid, grup WhatsApp, surat edaran, atau komunikasi langsung. Humas juga menjadi pihak yang pertama menerima kritik dan saran dari orang tua, kemudian mencari solusi bersama pihak sekolah.
Dengan demikian, humas sekolah bukan hanya sekadar penyampai informasi, tetapi juga penghubung, pendengar, dan penyalur aspirasi orang tua. Peran humas sangat penting agar kerja sama antara sekolah dan orang tua dapat terjalin dengan baik demi kemajuan pendidikan anak.
2. Kerja Sama Sekolah dan Orang Tua
Kerja sama sekolah dan orang tua dalam humas adalah hubungan yang terjalin antara pihak sekolah dan wali murid melalui peran humas. Kerja sama ini bertujuan agar pendidikan anak dapat berjalan dengan baik, baik di sekolah maupun di rumah. Sekolah dan orang tua saling membantu dan saling mendukung demi perkembangan anak (Sagala, 2013).
Humas berperan sebagai penghubung atau jembatan komunikasi antara sekolah dan orang tua. Melalui humas, sekolah menyampaikan berbagai informasi kepada wali murid, seperti kegiatan sekolah, aturan sekolah, perkembangan siswa, dan program pendidikan. Sebaliknya, orang tua juga dapat menyampaikan pendapat, saran, maupun keluhan kepada sekolah melalui humas (Mulyasa, 2015).
Kerja sama ini sangat penting karena anak tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga di rumah. Jika sekolah dan orang tua tidak bekerja sama, maka pendidikan anak bisa tidak sejalan. Contohnya, jika sekolah mengajarkan disiplin, tetapi di rumah tidak didukung, maka anak akan bingung. Oleh karena itu, humas membantu menyamakan pemahaman antara sekolah dan orang tua.
Dalam kerja sama ini, humas membantu menciptakan komunikasi yang terbuka dan jujur. Orang tua diberi kesempatan untuk bertanya, menyampaikan masalah, dan memberikan masukan. Sekolah juga bersikap terbuka terhadap kritik dan saran dari orang tua. Dengan komunikasi yang baik, kesalahpahaman dapat dihindari.
Humas juga berperan dalam membangun rasa saling percaya. Ketika orang tua merasa didengar dan dilibatkan, mereka akan lebih percaya kepada sekolah. Kepercayaan ini membuat orang tua lebih mudah mendukung program sekolah, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun kegiatan lainnya.
Selain itu, kerja sama sekolah dan orang tua dalam humas juga terlihat dalam keterlibatan wali murid dalam kegiatan sekolah. Orang tua ikut membantu dalam kegiatan seperti rapat wali murid, paguyuban kelas, peringatan hari besar, dan kegiatan sekolah lainnya. Humas berperan mengoordinasikan keterlibatan tersebut agar berjalan dengan tertib (Suryosubroto, 2012).
Humas juga membantu sekolah memahami kondisi orang tua dan siswa. Jika ada siswa yang mengalami masalah, humas dapat menjadi perantara untuk mencari solusi bersama orang tua. Dengan begitu, masalah anak dapat ditangani dengan lebih baik dan tidak dibiarkan berlarut-larut.
Dengan adanya kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua melalui humas, suasana sekolah menjadi lebih harmonis. Anak merasa diperhatikan, orang tua merasa dilibatkan, dan sekolah dapat menjalankan program pendidikannya dengan lebih lancer.
C. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yang artinya penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan atau menjelaskan keadaan yang sebenarnya di lapangan. Penelitian ini tidak menggunakan angka-angka atau perhitungan, tetapi menggunakan kata-kata dan penjelasan berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara (Sugiyono, 2019).
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sederhana, yaitu penelitian dilakukan dengan cara yang mudah dan tidak rumit. Peneliti hanya ingin mengetahui dan memahami bagaimana peran humas dalam menjalin kerja sama antara sekolah dan orang tua, tanpa menggunakan metode penelitian yang sulit.
Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara langsung. Wawancara dilakukan dengan pihak sekolah dan wali murid di SDN Prajekan Kidul 1. Melalui wawancara ini, peneliti mendengarkan secara langsung penjelasan, pendapat, serta pengalaman dari pihak sekolah dan orang tua terkait komunikasi dan kerja sama yang terjalin (Moleong, 2017).
Setelah data terkumpul, data tersebut tidak langsung disimpulkan, tetapi terlebih dahulu dipahami dan dipelajari. Peneliti membaca kembali hasil wawancara, kemudian memilih informasi yang penting dan sesuai dengan tujuan penelitian.
Selanjutnya, data yang telah diperoleh dianalisis secara sederhana, artinya peneliti mencoba memahami makna dari jawaban narasumber tanpa menggunakan rumus atau perhitungan tertentu. Hasil analisis tersebut kemudian disajikan dalam bentuk uraian atau penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami.
Dengan cara ini, hasil penelitian dapat dibaca dan dipahami oleh semua orang, termasuk mahasiswa, guru, dan masyarakat umum. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas tentang peran humas dalam meningkatkan kerja sama antara sekolah dan orang tua di SDN Prajekan Kidul 1.
BAB III
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Peran Humas dalam Meningkatkan Kerja Sama Sekolah dengan Orang Tua
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa humas memiliki peran yang sangat penting dalam memperlancar komunikasi antara wali murid dan sekolah. Humas menjadi pihak yang paling sering berhubungan langsung dengan orang tua, sehingga humas berperan sebagai penghubung utama antara sekolah dan wali murid (Mulyasa, 2015).
Humas bertugas menyampaikan berbagai informasi dari sekolah kepada orang tua. Informasi tersebut dapat berupa kegiatan siswa di sekolah, program sekolah yang akan dilaksanakan, aturan sekolah, serta berbagai informasi penting lainnya. Dengan adanya humas, informasi dari sekolah dapat sampai kepada wali murid dengan jelas dan tepat waktu, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.
Selain menyampaikan informasi, humas juga membuka diri kepada wali murid. Artinya, humas bersikap ramah, terbuka, dan siap mendengarkan keluhan atau kendala yang disampaikan oleh orang tua terkait anak-anak mereka di sekolah. Wali murid dapat menyampaikan masalah belajar, sikap anak, maupun kesulitan yang dialami anak tanpa merasa takut atau sungkan.
Keterbukaan yang ditunjukkan oleh humas membuat wali murid merasa dihargai dan diperhatikan. Orang tua merasa bahwa sekolah tidak hanya mengatur, tetapi juga mau mendengarkan. Hal ini membuat wali murid merasa dilibatkan dalam proses pendidikan anak, bukan hanya sebagai pihak yang menerima keputusan sekolah (Sagala, 2013).
Humas juga berperan dalam menciptakan hubungan timbal balik antara sekolah dan wali murid. Komunikasi yang dilakukan tidak bersifat satu arah, di mana sekolah hanya menyampaikan kebijakan. Sebaliknya, wali murid juga diberi kesempatan untuk menyampaikan usulan, saran, dan kritik yang bersifat membangun.
Masukan dari wali murid yang diterima oleh humas kemudian disampaikan kepada pihak sekolah. Masukan tersebut sangat bermanfaat sebagai bahan evaluasi agar sekolah dapat terus berbenah dan memperbaiki sistem pendidikan serta pelayanan kepada siswa (Ardianto, 2011).
Selain itu, humas juga mewakili sekolah dalam menerima berbagai masukan dari wali murid. Humas menjadi perantara agar setiap masukan dapat diterima dengan baik dan disampaikan secara tepat kepada pihak yang berwenang di sekolah. Dengan cara ini, komunikasi tetap terjaga dengan baik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Dari penjelasan dalam wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa humas memiliki peran yang sangat penting dalam menjembatani komunikasi antara sekolah dan wali murid. Dengan sikap terbuka, ramah, dan komunikatif, humas membantu menciptakan hubungan yang harmonis dan saling percaya. Hubungan yang baik ini membuat sekolah dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada siswa.
B. Bentuk Kegiatan Humas dalam Menjalin Komunikasi dengan Orang Tua
Hasil wawancara menunjukkan bahwa wali murid memiliki keterlibatan yang sangat besar dalam berbagai kegiatan sekolah. Wali murid tidak hanya berperan sebagai orang tua yang mengantar dan menjemput anak, tetapi juga ikut aktif membantu dan mendukung kegiatan sekolah.
Dalam berbagai kegiatan sekolah, sebagian besar panitia berasal dari wali murid. Kegiatan tersebut antara lain sosialisasi siswa baru, peringatan Maulid Nabi, wisuda tahfidz, serta acara perpisahan siswa. Wali murid terlibat mulai dari tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, hingga kegiatan selesai. Hal ini menunjukkan bahwa wali murid memiliki rasa tanggung jawab dan kepedulian yang tinggi terhadap kegiatan sekolah.
Selain keterlibatan dalam kegiatan besar, wali murid juga aktif dalam pertemuan rutin paguyuban kelas yang dilaksanakan setiap bulan. Pertemuan ini menjadi wadah penting untuk menjalin komunikasi antara wali murid dan wali kelas. Dalam pertemuan tersebut, wali kelas menyampaikan informasi terkait perkembangan belajar dan sikap siswa di sekolah.
Sebaliknya, wali murid juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, saran, dan masukan terkait pendidikan anak-anak mereka. Dengan adanya pertemuan ini, orang tua dan guru dapat saling berbagi informasi dan mencari solusi bersama apabila terdapat permasalahan pada siswa.
Dalam pertemuan paguyuban kelas, terjadi komunikasi dua arah antara sekolah dan wali murid. Sekolah tidak hanya menyampaikan program dan aturan, tetapi juga mendengarkan masukan dari orang tua. Tujuan dari komunikasi dua arah ini adalah agar visi dan program sekolah dapat dipahami dan didukung oleh orang tua, serta dapat dilanjutkan penerapannya di rumah.
Wali murid juga terlibat dalam perencanaan dan pembiayaan kegiatan sekolah. Mereka ikut berdiskusi mengenai kebutuhan kegiatan dan secara bersama-sama mendukung pelaksanaannya. Pihak sekolah dalam hal ini lebih berperan sebagai pengarah dan fasilitator, serta hanya terlibat secara langsung apabila dibutuhkan bantuan khusus atau arahan tertentu.
Dari hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa wali murid memiliki peran yang sangat besar dalam mendukung kegiatan sekolah. Pertemuan paguyuban kelas menjadi sarana yang sangat penting untuk menjalin komunikasi dan koordinasi antara sekolah dan orang tua. Dengan adanya kerja sama yang baik ini, kegiatan sekolah dapat berjalan dengan lancar dan tujuan pendidikan dapat tercapai dengan lebih baik.
Sekolah dalam hal ini berperan sebagai fasilitator dan pendukung, sedangkan wali murid menjadi mitra utama dalam pelaksanaan berbagai kegiatan. Kerja sama yang terjalin dengan baik antara sekolah dan orang tua memberikan dampak positif bagi perkembangan siswa, baik di sekolah maupun di rumah.
C. Faktor Pendukung dan Penghambat Humas dalam Meningkatkan Kerja Sama
Berdasarkan hasil wawancara, dapat diketahui bahwa faktor pendukung utama dalam meningkatkan kerja sama antara sekolah dan wali murid adalah komunikasi yang jelas dan efektif. Komunikasi yang jelas berarti informasi dari sekolah disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh wali murid, tidak berbelit-belit, dan tidak menimbulkan salah paham.
Ketika sekolah menyampaikan informasi dengan baik, wali murid akan lebih mudah memahami berbagai kegiatan dan program sekolah. Misalnya, orang tua dapat mengetahui jadwal kegiatan siswa, aturan sekolah, serta tujuan dari setiap program yang dijalankan. Dengan pemahaman yang baik, wali murid akan lebih siap untuk mendukung kegiatan sekolah.
Salah satu bentuk komunikasi yang sangat membantu adalah penggunaan media komunikasi seperti WhatsApp. Melalui grup WhatsApp kelas atau sekolah, informasi dapat disampaikan dengan cepat dan tepat waktu. Wali murid juga dapat langsung bertanya jika ada informasi yang belum jelas. Hal ini membuat komunikasi menjadi lebih praktis dan efisien.
Selain komunikasi yang baik, hubungan emosional yang harmonis antara sekolah dan wali murid juga menjadi faktor pendukung yang sangat penting. Hubungan ini terlihat dari sikap saling menghargai, saling percaya, dan saling membantu. Ketika wali murid merasa diperlakukan seperti mitra atau keluarga, mereka akan lebih terbuka dan peduli terhadap kegiatan sekolah.
Namun, dalam pelaksanaannya, terdapat juga faktor penghambat dalam menjalin kerja sama. Salah satu hambatan yang muncul adalah kurangnya komunikasi yang baik dengan sebagian wali murid. Hal ini dapat disebabkan oleh kesibukan orang tua, kurangnya perhatian terhadap informasi sekolah, atau kurang aktifnya wali murid dalam komunikasi.
Selain itu, latar belakang wali murid yang beragam juga menjadi kendala. Ada wali murid yang memiliki tingkat pendidikan berbeda-beda, sehingga tidak semua informasi dapat langsung dipahami dengan mudah. Ada pula wali murid yang memiliki keterbatasan dalam mengakses media komunikasi, seperti tidak memiliki WhatsApp atau jarang membuka pesan.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, pihak sekolah melakukan kunjungan langsung ke rumah wali murid yang sulit dihubungi melalui media komunikasi. Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin komunikasi secara langsung dan lebih personal, sehingga orang tua merasa diperhatikan.
Selain kunjungan rumah, sekolah juga memberikan motivasi kepada siswa dan orang tua agar lebih peduli terhadap pendidikan anak. Sekolah berusaha memahami permasalahan yang dihadapi siswa dan wali murid, kemudian mencari solusi bersama agar masalah tersebut dapat segera diatasi.
Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa komunikasi yang efektif memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kerja sama antara sekolah dan wali murid. Faktor pendukung seperti komunikasi yang jelas, penggunaan media yang tepat, dan hubungan emosional yang baik perlu terus ditingkatkan. Sementara itu, faktor penghambat dapat diatasi dengan pendekatan personal, kunjungan rumah, dan sikap saling memahami.
Dengan kerja sama yang baik dan komunikasi yang lancar, sekolah dan wali murid dapat bersama-sama mendukung perkembangan siswa dan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik, insyaAllah.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil mini riset yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa humas memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kerja sama antara sekolah dan orang tua di SDN Prajekan Kidul 1. Humas tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pihak yang menghubungkan sekolah dengan wali murid secara langsung.
Humas berperan sebagai jembatan komunikasi antara sekolah dan orang tua. Melalui humas, sekolah dapat menyampaikan berbagai informasi penting, seperti kegiatan sekolah, program pendidikan, serta perkembangan siswa. Sebaliknya, orang tua juga dapat menyampaikan pendapat, saran, dan keluhan terkait anak-anak mereka di sekolah.
Dengan adanya peran humas, tercipta keterbukaan antara sekolah dan wali murid. Sekolah tidak menutup diri terhadap masukan dari orang tua, dan wali murid merasa nyaman untuk menyampaikan pendapat. Keterbukaan ini membuat hubungan antara sekolah dan orang tua menjadi lebih baik dan saling memahami.
Selain keterbukaan, humas juga membantu membangun kepercayaan. Ketika orang tua merasa didengar dan dilibatkan, mereka akan lebih percaya kepada sekolah. Kepercayaan ini membuat wali murid lebih mendukung setiap kegiatan dan program yang dijalankan oleh sekolah.
Humas juga berperan dalam menciptakan hubungan yang harmonis dan kekeluargaan antara sekolah dan orang tua. Hubungan yang baik ini membuat komunikasi berjalan lancar dan kerja sama semakin kuat. Orang tua tidak merasa jauh dari sekolah, dan sekolah merasa didukung oleh wali murid.
Dengan adanya kerja sama yang baik antara sekolah dan wali murid, kualitas pendidikan dapat terus ditingkatkan. Program sekolah dapat berjalan dengan lancar, permasalahan siswa dapat ditangani dengan cepat, dan perkembangan siswa dapat dipantau bersama antara sekolah dan orang tua.
B. Saran
Sekolah diharapkan dapat terus meningkatkan peran humas dalam menjalin komunikasi dengan wali murid. Artinya, humas perlu lebih aktif, lebih terbuka, dan lebih ramah dalam berkomunikasi dengan orang tua. Informasi dari sekolah sebaiknya disampaikan dengan jelas, tepat waktu, dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh semua wali murid.
Humas juga diharapkan selalu siap mendengarkan masukan, saran, dan keluhan dari wali murid. Dengan sikap terbuka ini, wali murid akan merasa dihargai dan merasa dekat dengan sekolah. Hal ini akan membuat komunikasi menjadi lebih lancar dan mengurangi kesalahpahaman.
Selain itu, kerja sama yang sudah terjalin dengan baik antara sekolah dan wali murid perlu dipertahankan dan dikembangkan. Kerja sama yang baik tidak boleh berhenti, tetapi harus terus dijaga agar hubungan tetap harmonis. Sekolah dan orang tua perlu terus saling mendukung dalam mendidik anak.
Sekolah dapat mengembangkan kerja sama dengan cara melibatkan wali murid dalam kegiatan sekolah, seperti rapat, paguyuban kelas, dan kegiatan lainnya. Dengan keterlibatan ini, wali murid akan merasa menjadi bagian dari sekolah dan lebih peduli terhadap perkembangan anak.
Dengan komunikasi yang baik dan kerja sama yang kuat, pendidikan siswa dapat berjalan lebih optimal. Masalah siswa dapat ditangani lebih cepat, program sekolah dapat berjalan dengan lancar, dan perkembangan siswa dapat dipantau bersama antara sekolah dan orang tua.
DAFTAR PUSTAKA
Ardianto, E. (2011). Handbook of Public Relations. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. (2015). Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyono. (2014). Manajemen Hubungan Sekolah dan Masyarakat. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Ruslan, R. (2016). Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Sagala, S. (2013). Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Suryosubroto, B. (2012). Hubungan Sekolah dengan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta.