Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum Patemon menghadapi tantangan modernisasi di era digital. Sebagai respons, pimpinan madrasah menginisiasi program unggulan pembelajaran komputer dan desain grafis untuk santri Ulya. Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan program tersebut menggunakan teori George C. Edwards III yang mencakup empat variabel: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi.

Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek: kepala madrasah, guru pengajar, dan 15 santri Ulya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña dengan uji keabsahan melalui triangulasi dan member check.

Hasil menunjukkan program berjalan dalam keterbatasan ekstrem (1 komputer untuk 15 santri, 1 pengajar, anggaran minimal), namun tetap berjalan karena disposisi positif kepala madrasah yang visioner, dedikasi pengajar, dan antusiasme santri. Hambatan meliputi komunikasi informal, ketiadaan SOP tertulis, dan struktur birokrasi sederhana.

Penelitian memvalidasi bahwa disposisi pelaksana lebih krusial daripada sumber daya dalam keterbatasan ekstrem. Untuk keberlanjutan program, diperlukan formalisasi sistem manajemen, diversifikasi pendanaan, capacity building pengajar, dan dukungan stakeholder eksternal.

Kata kunci: implementasi kebijakan, madrasah diniyah, pembelajaran teknologi.

Naskah lengkap dalam format Word tersedia melalui jurnal TRI_LEADCLASS. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi redaksi.